Jusuf Kalla Bertemu Paus Fransiskus, Ini yang Dibahas Selama 70 Menit

Kompas.com - 23/10/2020, 21:18 WIB
Eks Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla bertemu Paus Fransiskus bersama Dewan Juri Zayed Award for Human Fraternity, pada Jumat (23/10/2020) di Private Library Paus di Vatikan. MEDIA OFFICER HUMAN FRATERNITYEks Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla bertemu Paus Fransiskus bersama Dewan Juri Zayed Award for Human Fraternity, pada Jumat (23/10/2020) di Private Library Paus di Vatikan.

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Eks Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla bertemu Paus Fransiskus bersama Dewan Juri Zayed Award for Human Fraternity, pada Jumat (23/10/2020) di Perpustakaan Pribadi Paus di Vatikan.

Selama 70 menit, Jusuf Kalla bersama empat anggota dewan juri penghargaan persaudaraan kemanusiaan dari Kanada, Afrika Tengah, wakil Vatikan, wakil Sekretariat Jenderal PBB, berdialog dengan Paus Pransiskus di perpustakaan pribadi Paus dalam Vatikan.

Dewan juri terdiri dari Catherine Samba Panza mantan Presiden Central of Arfican Republic, Adama Dieng mantan Wakil Sekjen PBB sekaligus Penasihat Khusus Sekjen untuk Pencegahan Genosida.

Baca juga: Mantan Wapres RI Jusuf Kalla Dijadwalkan Bertemu Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Ahmad Al Thayyib

Juga ada Cardinal Dominique Mamberti dari Pengadilan Tertinggi Apostolic Signatura serta Michaelle Jean, Gubernur Jenderal ke-27, Panglima Tertinggi Kanada.

Dewan juri itu dipimpin oleh Sekjen Komite Tinggi Persaudaraan Manusia, Mohamed Mahmoud Abdulsalam.

Jusuf Kalla menyampaikan apresiasinya pada Paus yang bekerja sama dengan Imam Besar Universitas Al Azhar Kairo untuk mengangkat agenda global yang sangat urgent, yakni persaudaraan kemanusiaan.

Ia juga menyampaikan salam hangat bangsa Indonesia dan Presiden Indonesia kepada Paus, juga sangat menyayangkan batalnya Paus ke Indonesia lantaran pandemi Covid-19.

"Pertama saya menyampaikan salam daripada masyarakat Indonesia, dengan tetap mengharapkan beliau datang ke Indonesia," ucap Jusuf Kalla dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com.

"Saya sampaikan saya pun ikut di dewan masjid tapi kita harus membangun kebersamaan dalam kemanusiaan," lanjutnya.

Baca juga: Jusuf Kalla: Penemu Obat Corona Berjasa dalam Kemanusiaan

Dalam pertemuan tersebut Paus menekankan arti persaudaraan untuk sesama atau Human Fraternity, yang akan dijadikan pijakan dewan juri dalam memilih nominator untuk diumumkan awal Februari 2021 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selang Sepekan, Jet Tempur Israel Gempur Suriah Lagi

Selang Sepekan, Jet Tempur Israel Gempur Suriah Lagi

Global
Putin Tidak Bisa Disuntik Vaksin Terbaru Rusia karena Belum Ada Sertifikasinya

Putin Tidak Bisa Disuntik Vaksin Terbaru Rusia karena Belum Ada Sertifikasinya

Global
Dubes Baru Indonesia untuk Singapura Suryopratomo Resmi Bertugas

Dubes Baru Indonesia untuk Singapura Suryopratomo Resmi Bertugas

Global
Kabinet Joe Biden, Klaim Siap Jadi Pemimpin Dunia Lagi

Kabinet Joe Biden, Klaim Siap Jadi Pemimpin Dunia Lagi

Global
Dewan Keamanan PBB Batalkan Pembahasan Konflik Etiopia-Tigray

Dewan Keamanan PBB Batalkan Pembahasan Konflik Etiopia-Tigray

Global
Pengacara Wanita Eks ISIS: Shamima Begum Harus Pulang ke Inggris

Pengacara Wanita Eks ISIS: Shamima Begum Harus Pulang ke Inggris

Global
India Larang 43 Lebih Aplikasi dari China termasuk Alibaba, Buntut Insiden Ladakh

India Larang 43 Lebih Aplikasi dari China termasuk Alibaba, Buntut Insiden Ladakh

Global
Hilang Sejak 2001, Buku Catatan Charles Darwin, Perintis Teori Evolusi Masih Belum Ditemukan

Hilang Sejak 2001, Buku Catatan Charles Darwin, Perintis Teori Evolusi Masih Belum Ditemukan

Global
Setelah Netanyahu Dikabarkan Bertemu MBS, Arab Saudi Masuk 'Daftar Hijau' Covid-19 Israel

Setelah Netanyahu Dikabarkan Bertemu MBS, Arab Saudi Masuk "Daftar Hijau" Covid-19 Israel

Global
Serangan Houthi Membuat Lubang Besar di Tangki Minyak Saudi Aramco

Serangan Houthi Membuat Lubang Besar di Tangki Minyak Saudi Aramco

Global
Kawan-kawannya Meninggal Dunia, Curhat Mahathir: Saya Sendiri Sekarang

Kawan-kawannya Meninggal Dunia, Curhat Mahathir: Saya Sendiri Sekarang

Global
[POPULER GLOBAL] Biden Umumkan Kabinet Baru | Temuan Rumah Masa Kecil Yesus

[POPULER GLOBAL] Biden Umumkan Kabinet Baru | Temuan Rumah Masa Kecil Yesus

Global
Angkatan Laut Rusia Kejar Kapal Perang AS di Wilayah Pasifik, Mengapa?

Angkatan Laut Rusia Kejar Kapal Perang AS di Wilayah Pasifik, Mengapa?

Global
Sebelum Dibunuh, Jamal Khashoggi Sempat Diancam oleh Oknum Pejabat Arab Saudi

Sebelum Dibunuh, Jamal Khashoggi Sempat Diancam oleh Oknum Pejabat Arab Saudi

Global
Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 Sputnik V Milik Rusia Diklaim Efektif 95 Persen

Setelah Pfizer, Vaksin Covid-19 Sputnik V Milik Rusia Diklaim Efektif 95 Persen

Global
komentar
Close Ads X