[Biografi Tokoh Dunia] Antonie van Leeuwenhoek, Pedagang Kain yang Jadi Pakar Mikrobiologi

Kompas.com - 23/10/2020, 16:43 WIB
Antonie van Leeuwenhoek Wikimedia CommonsAntonie van Leeuwenhoek

KOMPAS.com - Ilmuwan Belanda bernama Antonie van Leeuwenhoek adalah seorang pakar mikroskop yang pertama kali mengamati bakteri dan protozoa.

Berkat penelitiannya, Antonie Leeuwenhoek membantah doktrin yang mengatakan bahwa organisme hidup berkembang dari benda mati. Dia juga berjasa dalam meletakkan dasar bagi ilmu bakteriologi dan protozoologi.

Seperti apa kisah hidup sang penemu "kehidupan mikroskopis" ini? Simak selengkapnya dalam Biografi Tokoh Dunia: Antonie van Leeuwenhoek Pedagang Kain yang Jadi Pakar Mikrobiologi edisi Jumat (23/10/2020). 

Antonie lahir pada 24 Oktober 1632 di Delft, Belanda. Ketika masih sangat belia, Antonie kehilangan sosok ayah kandungnya. Hal itu membuat sang ibu kemudian menikah lagi dengan seorang pelukis Belanda, Jacob Jansz Molijn.

Ketika dia berusia remaja dewasa, sekitar 20 tahun, Antonie membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi seorang pedagang kain gorden linen setelah dikirim magang kerja ke Amsterdam pada tahun 1648, tahun di mana ayah tirinya wafat.

Dia kembali ke Delft dan menikah pada tahun 1654 dengan anak dari seorang pedagang kain. Dari istri pertamanya itu, dia memiliki 5 orang anak namun hanya 1 yang bertahan hidup sejak masa kanak-kanak.

Pada tahun 1671, Antonie menikah lagi namun pada tahun 1694, istri keduanya juga meninggal dunia.

Baca juga: [Biografi Tokoh Dunia] Napoleon Bonaparte, Pemimpin Militer Agung yang Diisukan Bertubuh Pendek

Berawal dari hobi

Pada tahun 1660, Antonie mendapat posisi pekerjaan sebagai pengurus rumah tangga Sheriffs di Delft. Dengan penghasilannya yang terjamin, dia mulai mencurahkan sebagian besar waktunya untuk hobinya mengasah lensa dan menggunakannya untuk mempelajari benda-benda kecil.

Antonie membuat mikroskop yang terdiri dari satu lensa berkualitas tinggi dengan panjang fokus yang sangat pendek.

Pada masa itu, mikroskop sederhana seperti itu lebih disukai daripada mikroskop majemuk, yang meningkatkan masalah aberasi kromatik.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X