Dekat dengan Kim Jong Un, Biden: Trump Berteman dengan Pemimpin "Preman"

Kompas.com - 23/10/2020, 15:36 WIB
Pemimpin Korea Utara (Kim Jong Un) tersenyum sambil berjalan bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Garis Demarkasi Militer yang memisahkan Korut dan Korea Selatan (Korsel) pada Minggu (30/6/2019). AFP PHOTO/BRENDAN SMIALOWSKIPemimpin Korea Utara (Kim Jong Un) tersenyum sambil berjalan bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Garis Demarkasi Militer yang memisahkan Korut dan Korea Selatan (Korsel) pada Minggu (30/6/2019).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Calon Presiden (capres) Partai Demokrat, Joe Biden pada Kamis (22/10/2020) mengecam Presiden Donald Trump karena berteman dengan Kim Jong Un, pemimpin "penjahat" dari Korea Utara.

Biden menyamakan hubungan diplomasi dengan Kim, seperti menjalin kerja sama dengan Hitler.

Melansir AFP pada Jumat (23/10/2020), bentrokan tajam dalam debat presiden terakhir, Biden menyerang Trump dengan mengatakan bahwa dia telah menghindari perang melalui pertemuan puncaknya dengan Kim Jong Un.

Baca juga: Trump Mengaku Punya Hubungan Baik dengan Kim Jong Un

"Dia berbicara tentang teman baiknya, yang penjahat," kata Biden tentang pemimpin muda Korea Utara itu.

"Itu seperti mengatakan kita memiliki hubungan yang baik dengan Hitler sebelum dia menginvasi seluruh Eropa," ujar Biden.

Baca juga: Final Debat Capres AS 2020: Ini 6 Momen Kunci Trump Vs Biden

Namun, Biden mengindikasikan dia bersedia untuk bertemu dengan Kim, untuk Pyongyang dapat bekerjasama membuat semenanjung Korea menjadi "zona bebas nuklir."

Trump mengatakan bahwa mantan presiden Barack Obama telah membuat hubungan AS "berantakan" di Korea Utara dan telah membuat risiko "perang nuklir".

Baca juga: Final Debat Capres AS 2020: Tombol Mute Jinakkan Trump dan Joe Biden

Setelah KTT itu, "kami memiliki hubungan yang sangat baik. Dan tidak ada perang," kata Trump, yang juga meremehkan peluncuran rudal jarak jauh baru-baru ini yang sangat besar di sebuah parade militer oleh Korea Utara.

"Dia tidak menyukai Obama," kata Trump tentang Kim yang menolak bertemu Obama.

Baca juga: Debat Terakhir Trump-Biden, Seperti Apa Persiapannya?

"Dia tidak menyukainya (Obama). Dia tidak akan melakukannya (bertemu)," ucapnya.

Biden, yang merupakan wakil presiden Obama, membalas ungkapan Trump bahwa Obama tidak akan bertemu Kim karena dia mendorong sanksi yang lebih keras.

"Presiden Obama mengatakan kami akan berbicara tentang denuklirisasi. Kami tidak akan melegitimasi Anda," ujar Biden.

Baca juga: Debat Terakhir Trump-Biden, Seperti Apa Persiapannya?

Trump pertama kali bertemu pada Juni 2018 dengan Kim di Singapura, pertemuan puncak pertama antara kedua negara yang secara teknis masih berperang, dan kemudian mengatakan bahwa kedua pemimpin itu "jatuh cinta".

Kedua pemimpin telah bertemu dua kali lagi dan Korea Utara sejak itu menunda uji coba nuklir dan misil, tetapi analis mengatakan Pyongyang terus meningkatkan program senjatanya.


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Hubungan Kurdi Irak dengan Israel yang Bercerai setelah Kesepakatan Normalisasi

Global
Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Lonjakan Kasus Covid-19 dan Polusi Udara Tinggi di New Delhi, Para Dokter Larang Lomba Maraton Dilakukan

Global
Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Guru Malaysia Senang Akhirnya Bisa Buat Kelas di Zoom, tapi Muridnya Tak Ada yang Hadir

Global
Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Anak Anjing Ditemukan Dirantai di Bangku Taman dengan Catatan Memilukan

Global
Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Presiden Bolsonaro Tidak Akan Lakukan Vaksinasi Covid-19

Global
Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Trump Copot Para Ahli dari Dewan Kebijakan Pertahanan Jelang Akhir Masa Jabatan

Global
Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Peminat Bahasa Indonesia di Australia Turun, Ini Solusi yang Diusulkan...

Global
Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Usai Pandemi, Kantor-kantor Australia Tetap Campur WFH dan WFO

Global
7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

7 Fakta Putri Diana yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

Global
Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Parlemen Taiwan Disiram Jeroan Babi dalam Protes Pelonggaran Impor

Global
Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Game Online Disebut Bisa Dipakai untuk Sebar Ideologi Teroris

Global
Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Penemuan Langka Kerangka Paus Berusia Ribuan Tahun di Thailand

Global
Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Kim Jong Un Eksekusi 2 Orang dan Terapkan Lockdown di Pyongyang

Global
Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Muncul Laporan Kejahatan Perang di Afghanistan, Australia Bekukan 13 Tentara

Global
4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

4 Dokter di China Dihukum Penjara karena Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal

Global
komentar
Close Ads X