Debat Akhir Capres AS: Trump Tidak Berencana Ubah Responsnya terhadap Covid-19

Kompas.com - 23/10/2020, 09:17 WIB
Calon Presiden Partai Republik Presiden Petahana Donald Trump berdebat dengan Calon Presiden Partai Demokrat mantan Wakil Presiden Joe Biden di kampus Universitas Case Western Reserve, Cleveland, Ohio, Selasa malam (29/09/2020)  AFP via GETTY IMAGES/JIM WATSONCalon Presiden Partai Republik Presiden Petahana Donald Trump berdebat dengan Calon Presiden Partai Demokrat mantan Wakil Presiden Joe Biden di kampus Universitas Case Western Reserve, Cleveland, Ohio, Selasa malam (29/09/2020)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com -  Donald Trump dalam debat capres AS terakhir pada Kamis (22/10/2020) menyiratkan dirinya tidak berencana melakukan pendekatan berbeda dalam merespons pandemi Covid-19, mendatang.

Trump memberikan jawaban berulang bahwa pandemi virus corona akan berakhir. "Ini (pandemi Covid-19) akan pergi," katanya seperti yang dikutip dari CNN pada Kamis (22/10/2020).

Tidak spesifik menjawab Trump didesak, "Jadi, harap lebih spesifik, bagaiaman Anda akan memimpin negara ini selama tahap berikutnya dari krisis virus corona?"

Baca juga: Debat Terakhir Trump-Biden, Seperti Apa Persiapannya?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Trump mengungkapkan caranya dalam menutup akses AS ke China yang menjadi tempat pertama penyebaran virus corona.

"Kami menutup hubungan dari ekonomi terbesar di dunia untuk melawan penyakit mengerikan yang datang dari China," ucapnya.

Kemudian, ia menggambarkan pengalaman pribadinya terinfeksi virus corona dan dapat pulih kembali, meski dengan meremehkan bahaya virus corona dan protokol kesehatan.

Baca juga: Jelang Pilpres AS, Beredar Teror Email Berisi Paksaan Memilih Trump

"Saya dapat memberitahu nda dari pengalaman pribadi saya saat berada di rumah sakit. Saya mengalaminya. Dan saya menjadi lebih baik," kata Trump.

"Dan saya akan memberitahu Anda bahwa saya memiliki sesuatu yang mereka berikan kepada saya, yaitu terapi. Saya kita beberapa orang dapat mengatakan itu adalah obat," lanjutnya.

Baca juga: Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

"Dalam waktu singkat saya sembuh dengan sangat cepat atau saya tidak akan berada di sini malam ini. Dan sekarang mereka (para dokter) mengatakan saya kebal. Rntah itu 4 bulan atau seumur hidup, tidak ada yang bisa megatakan itu, tapi saya kebal," terangnya seperti yang dikutip dari ABC News pada Kamis (22/10/2020).

Selanjutnya, mengutip dari CNN, Trump menempatkan hampir semua optimismenya pada vaksin Covid-19, yang dia klaim akan tiba "dalam beberapa pekan lagi."

Baca juga: Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Tidak ada indikasi yang benar dari pernyataan Trump tersebut, karena uji coba vaksin masih berlangsung, serta badan Food and Drug Administration di AS telah memberlakukan aturan yang membutuhkan data berbulan-bulan untuk penggunaan darurat vaksin Covid-19.

Belakangan, Trump mengakui janjinya akan vaksin "dalam beberapa minggu" bukanlah "jaminan". Namun, dia mengatakan dia berharap untuk tersedia pada akhir tahun.

Berangkat dari jawabannya, tanda bahwa Trump tidak berencana mengubah pendekatannya terhadap virus corona sama sekali.

Baca juga: Biden Perkasa di Survei, Bagaimana Peluang Trump 2 Minggu Jelang Pilpres AS?


Sumber CNN,ABC News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X