Serangan Udara di Afghanistan Menewaskan Anak-anak di Masjid yang Mengaji

Kompas.com - 22/10/2020, 20:57 WIB
Dalam gambar yang diambil pada tanggal 23 Maret 2019, para pria Afghanistan menemukan mayat anak-anak kecil yang terbaring di belakang truk, setelah tewas dalam serangan udara di Provinsi Kunduz. Sedikitnya 13 warga sipil tewas, kebanyakan anak-anak, dalam serangan udara oleh pasukan internasional di kota Kunduz di Afghanistan utara akhir pekan lalu, PBB mengatakan 25 Maret. Amerika Serikat adalah satu-satunya anggota koalisi internasional di Afghanistan yang memberikan dukungan udara dalam konflik. BASHIR KHAN SAFI/AFPDalam gambar yang diambil pada tanggal 23 Maret 2019, para pria Afghanistan menemukan mayat anak-anak kecil yang terbaring di belakang truk, setelah tewas dalam serangan udara di Provinsi Kunduz. Sedikitnya 13 warga sipil tewas, kebanyakan anak-anak, dalam serangan udara oleh pasukan internasional di kota Kunduz di Afghanistan utara akhir pekan lalu, PBB mengatakan 25 Maret. Amerika Serikat adalah satu-satunya anggota koalisi internasional di Afghanistan yang memberikan dukungan udara dalam konflik.

KUNDUZ, KOMPAS.com - Sebuah serangan udara oleh militer Afghanistan menewaskan 11 anak-anak dan seorang imam di sebuah masjid, menurut laporan pihak berwenang setempat pada Kamis (22/10/2020), yang disengketakan oleh pemerintah nasional.

Serangan di sebuah desa di timur laut provinsi Takhar pada Rabu (21/10/2020) terjadi ketika pasukan keamanan Afghanistan bentrok dengan tersangka milisi Taliban, menurut juru bicara polisi provinsi Khalil Aseer yang dilansir dari AFP pada Kamis (22/10/2020).

Baca juga: 11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

" Serangan udara itu dilakukan saat para korban sedang asyik mempelajari Alquran," kata Aseer seraya menambahkan seorang imam tewas dan 11 santri.

Aseer mengatakan 14 orang lainnya terluka.

Mohammad Jawad Hejri, juru bicara gubernur provinsi, juga mengatakan serangan itu telah menewaskan anak-anak.

Baca juga: Ledakan Bom Mobil Bunuh Diri di Afghanistan Tewaskan 13 Orang, 120 Orang Luka-luka

Namun, kementerian pertahanan yang mengkonfirmasi serangan itu dilakukan oleh angkatan udara Afghanistan, membantah bahwa korban yang tewas adalah warga sipil.

"Dua belas Taliban termasuk beberapa komandan mereka tewas," kata pihak kementerian pertahanan.

Wakil Presiden Afghanistan Amrullah Saleh mengatakan bahwa berita tentang anak-anak meninggal di sebuah masjid merupakan tindakan "tidak berdasar".

Baca juga: Trauma 40 Tahun Perang, Warga Afghanistan Berharap Perjanjian Damai Bukan Tipuan

Kementerian pertahanan mengatakan telah menunjuk tim untuk menyelidiki kasus penyerangan dari udara tersebut. 

"Musuh membombardir masjid pada saat puluhan anak sedang sibuk belajar agama," kata Taliban dalam sebuah pernyataan.

Militer Afghanistan memiliki angkatan udara yang masih muda dan pesawat tempur kecil yang mampu melakukan serangan udara dekat terbatas untuk pasukan di darat.

Baca juga: Taliban dan Pemerintah Afghanistan Dituntut Damai untuk AS Tarik Mundur Semua Pasukan

Pertempuran sengit di Takhar terjadi sejak Selasa (20/10/2020), telah menewaskan sedikitnya 25 personel keamanan Afghanistan, kata para pejabat.

Meskipun, bergabung dalam pembicaraan damai dengan pemerintah di Qatar pada bulan lalu, Taliban hanya meningkatkan kekerasan dalam upaya untuk menggunakan pengaruh dalam negosiasi.

Utusan tertinggi AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, mengatakan pada awal pekan ini bahwa pertempuran yang masih terus terjadi mengancam proses perdamaian menjadi gagal.

Baca juga: Serangan Bunuh Diri Targetkan Gubernur Afghanistan, 8 Tewas


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X