Pemenggal Kepala Guru di Perancis Memiliki "Kontak" dengan Milisi di Suriah

Kompas.com - 22/10/2020, 20:03 WIB
Polisi berdiri saat warga berkumpul di depan bunga yang dipajang di pintu masuk sekolah menengah di Conflans-Sainte-Honorine, Perancis, setelah seorang guru dipenggal oleh penyerang yang telah ditembak mati oleh polisi, Sabtu (17/10/2020). Seorang guru sekolah menengah Paris dibunuh dan dipenggal setelah dilaporkan menunjukkan dan membahas karikatur Nabi Muhammad di kelasnya. AFP/BERTRAND GUAYPolisi berdiri saat warga berkumpul di depan bunga yang dipajang di pintu masuk sekolah menengah di Conflans-Sainte-Honorine, Perancis, setelah seorang guru dipenggal oleh penyerang yang telah ditembak mati oleh polisi, Sabtu (17/10/2020). Seorang guru sekolah menengah Paris dibunuh dan dipenggal setelah dilaporkan menunjukkan dan membahas karikatur Nabi Muhammad di kelasnya.

PARIS, KOMPAS.com - Penyelidikan pembunuhan guru di Perancis yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad, dilakukan hingga ke Suriah karena pembunuh melakukan kontak ke sana sebelum beraksi.

Dalam perkembangan penyelidikan sejauh ini, sudah ada 7 orang yang dituduh terlibat dalam "pembunuhan teroris" yang dilakukan oleh seorang Chechen, Abdullakh Anzorov, terhadap Samuel Paty pada Jumat (16/10/2020).

Tujuh orang tersangka itu termasuk 2 murid yang memberikan identifikasi tentang Paty kepada Anzorov, dengan imbalan sejumlah uang hingga Rp 6 juta.

Baca juga: 7 Orang Dituntut atas Pemenggalan Guru di Perancis, Termasuk 2 Anak Sekolah

Perancis memberi penghormatan kepada Paty pada Rabu (21/10/2020), karena mewakili nilai-nilai sekuler dan demokratis di Republik Perancis.

Pada kesempatan itu, Presiden Emmanuel Macron mengatakan bahwa guru sejarah dan geografi itu telah dibunuh oleh "pengecut".

Dalam penyelidikan untuk mencari kaki tangan pembunuh, penyelidik anti-teror sekarang telah menetapkan bahwa Anzorov memiliki kontak dengan seorang milisi berbahasa Rusia di Suriah yang identitasnya belum diketahui, menurut sumber yang mengetahui kasus mengatakan kepada AFP.

Baca juga: Tragedi Samuel Paty Dorong Diskursus Islam di Perancis

Ditelusuri ke Idlib

Surat kabar Le Parisien melaporkan pada Kamis (22/10/2020) bahwa kontak yang dicurigai terhubung dengan Anzorov telah ditemukan melalui alamat IP yang dilacak kembali ke Idlib, sebuah serangan milisi di Suriah barat laut.

Melansir AFP, dalam pesan audio berbahasa Rusia segera setelah pembunuhan terjadi, Anzorov mengatakan bahwa dia telah "membalas dendam kepada Nabi" yang ditunjukkan oleh gurunya "dengan cara yang menghina".

Dalam rekaman yang berisi beberapa referensi Alquran serta kelompok Negara Islam itu, dia juga mengatakan, "Saudara-saudara, doakanlah agar Allah menerima saya sebagai syuhada".

Pesan itu dipublikasikan di media sosial dalam sebuah video, disertai dengan 2 tweet. Satu menunjukkan kepala korban yang terpenggal dan satu lagi menunjukkan Anzorov mengaku melakukan pembunuhan.

Baca juga: Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X