Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Kompas.com - 21/10/2020, 20:20 WIB
Foto yang dirilis Gedung Putih menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan panggilan telepon dari Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dan Kepala Staf Gabungan Mark Milley, pada Minggu (4/10/2020) di ruang konferensi RS Militer Walter Reed, Bethesda, Maryland. THE WHITE HOUSE/TIA DUFOUR via APFoto yang dirilis Gedung Putih menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan panggilan telepon dari Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dan Kepala Staf Gabungan Mark Milley, pada Minggu (4/10/2020) di ruang konferensi RS Militer Walter Reed, Bethesda, Maryland.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Orangtua dari 545 anak yang dipisahkan dari keluarga mereka di perbatasan Amerika Serikat (AS)- Meksiko antara 2017-2018 belum ditemukan, demikian laporan tim pengacara yang ditunjuk hakim federal AS, Selasa (20/10/2020).

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump, ketika membuat kebijakan "nol toleransi" pada 2018 yang memisahkan anak-anak migran dari orangtua mereka di perbatasan selatan AS, mulai memisahkan anak-anak itu dari keluarga mereka pada 2017 di sejumlah wilayah perbatasan di bawah program percontohan, seperti dilansir NBC News.

Baca juga: Trump Akan Coret Sudan dari Daftar Negara Sponsor Teroris

Tidak seperti 2.800 keluarga yang dipisahkan di bawah kebijakan nol toleransi tahun 2018, yang mayoritas masih tetap ditahan ketika kebijakan tersebut diakhiri melalui perintah eksekutif, banyak dari 1.000 orangtua lebih yang dipisahkan dari anak-anak mereka di bawah program percontohan itu telah dideportasi sebelum seorang hakim federal di California memerintahkan pencarian mereka, ungkap pemberitaan NBC.

Mengutip Xinhua News, Lee Gelernt, Wakil Direktur Proyek HAM Imigran ACLU mengatakan, "Sangat penting untuk mencari tahu sebanyak mungkin tentang siapa yang bertanggung jawab atas praktik mengerikan ini, dan tidak melupakan fakta bahwa ratusan keluarga masih belum ditemukan dan masih terpisah."

Baca juga: Jika Kalah Pilpres, Trump: Mungkin Saya Harus Meninggalkan Negara Ini

ACLU, bersama beberapa organisasi lainnya, merupakan bagian dari "komite pengarah" yang ditunjuk pengadilan untuk mengidentifikasi dan menyatukan kembali keluarga-keluarga yang dipisahkan oleh pemerintahan Trump ini.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X