Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Kompas.com - 21/10/2020, 17:33 WIB
Seorang warga pria Singapura yang memakai masker terlihat berjalan di depan toko roti DJ Bakery di Tanjong Pagar Plaza, Rabu siang (21/10/2020). Singapura dijadwalkan akan memasuki Fase 3 atau New Normal pada bulan Desember 2020 KOMPAS.com/ ERICSSEN Seorang warga pria Singapura yang memakai masker terlihat berjalan di depan toko roti DJ Bakery di Tanjong Pagar Plaza, Rabu siang (21/10/2020). Singapura dijadwalkan akan memasuki Fase 3 atau New Normal pada bulan Desember 2020

"Negeri Merlion” juga akan memberlakukan ketentuan wajib untuk memerika status Covid-19 setiap warga yang akan menghadiri acara

Namun, berita buruk diterima oleh pelaku industri dunia malam. Pemerintah Singapura memastikan kelab malam, bar, pusat karaoke tetap dilarang beroperasi karena resiko penularan Covid-19 yang sangat tinggi.

Meski begitu, pemerintah mengaku akan berdiskusi dengan pelaku bisnis dunia malam untuk mendiskusikan sejumlah kemungkinan.

Baca juga: Berlibur ke Yunani di Tengah Virus Corona, Raja Belanda Dikecam Rakyatnya

Misal, dengan mengecek dengan ketat status Covid-19 pengunjung dengan metode yang lebih akurat untuk memasuki kelab malam.

New normal bukan berarti kembali ke kehidupan normal sebelum kemunculan virus corona. Warga harus menyesuaikan diri dengan cara hidup baru dan bekerja.

Rencananya new normal akan tetap berlangsung hingga vaksin Covid-19 ditemukan.
Sejumlah relaksasi sendiri telah dilakukan di fase 2.

Salah satunya adalah rencana pembukaan penerbangan umum antara Singapura dan Hong Kong tanpa harus melakukan isolasi mandiri atau karantina.

Baca juga: Dianggap Menyepelekan Covid-19, Topeng Virus Corona Dihapus Amazon

Data Covid-19 di Singapura

Total, kasus Covid-19 Singapura saat ini adalah 57.921 di mana 57.819 pasien atau 99,82 persen telah pulih total. Hanya 38 pasien atau 0,07 persen yang masih dirawat di rumah sakit.

Tidak ada pasien yang menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Sebanyak 36 pasien atau 0,06 persen menjalani isolasi atau penyembuhan mandiri.

Angka kematian tetap salah satu yang terendah di dunia yaitu 28 orang atau 0,05 persen.

Negeri pimpinan Lee Hsien Loong ini juga mencatatkan angka infeksi harian terendah dalam 7 bulan terakhir tepatnya 3 kasus pada 15 dan 17 Oktober lalu.

Angka infeksi harian konsisten berada pada satu digit. Selain itu tidak ditemukan infeksi komunal di masyarakat pada 7,8,9, 11, 13, 15, 16, dan 19 Oktober.

Baca juga: Sehari Usai Pemilu, Kasus Virus Corona Muncul Lagi di Selandia Baru

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lebih dari 23.000 Tahun Lalu Anjing telah Jadi Jinak dan Temani Manusia Bermigrasi

Lebih dari 23.000 Tahun Lalu Anjing telah Jadi Jinak dan Temani Manusia Bermigrasi

Global
Varian Baru Virus Corona Asal Brasil Sudah Masuk Amerika Serikat

Varian Baru Virus Corona Asal Brasil Sudah Masuk Amerika Serikat

Global
Biden Ajak Orang Beli Produk Amerika, tapi Dia Pakai Jam Tangan Swiss

Biden Ajak Orang Beli Produk Amerika, tapi Dia Pakai Jam Tangan Swiss

Global
Media Asing Sorot Kasus Infeksi Indonesia yang Lampaui 1 Juta

Media Asing Sorot Kasus Infeksi Indonesia yang Lampaui 1 Juta

Global
Anwar Ibrahim Gugat PM Malaysia di Pengadilan soal Usulan Darurat Nasional

Anwar Ibrahim Gugat PM Malaysia di Pengadilan soal Usulan Darurat Nasional

Global
PM Italia Giuseppe Conte Resmi Mundur, Serahkan Wewenang ke Presiden

PM Italia Giuseppe Conte Resmi Mundur, Serahkan Wewenang ke Presiden

Global
Fauci: Pakai 2 Masker Lebih Baik untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Fauci: Pakai 2 Masker Lebih Baik untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Global
13 Fakta Unik Angela Merkel, Kanselir Jerman yang Akan Lengser

13 Fakta Unik Angela Merkel, Kanselir Jerman yang Akan Lengser

Global
Potong Hidung dan Bibir, Pria Ini Sebut Dirinya 'Alien Hitam'

Potong Hidung dan Bibir, Pria Ini Sebut Dirinya "Alien Hitam"

Global
Para Menteri Luar Negeri Uni Eropa Bahas Navalny dalam Sidang di Markas Besar

Para Menteri Luar Negeri Uni Eropa Bahas Navalny dalam Sidang di Markas Besar

Global
Facebook Hapus Unggahan dan Tangguhkan Chatbot Perdana Menteri Israel, Apa Alasannya?

Facebook Hapus Unggahan dan Tangguhkan Chatbot Perdana Menteri Israel, Apa Alasannya?

Global
WHO: Akses Adil Vaksin Covid-19 Positif untuk Ekonomi Dunia

WHO: Akses Adil Vaksin Covid-19 Positif untuk Ekonomi Dunia

Global
Pemimpin Tajikistan Sebut Negaranya Sudah Bebas Covid-19 tapi Tetap Harus Waspada

Pemimpin Tajikistan Sebut Negaranya Sudah Bebas Covid-19 tapi Tetap Harus Waspada

Global
Kisah Perang: Luftwaffe, AU Nazi Spesialis Serangan Kilat Blitzkrieg

Kisah Perang: Luftwaffe, AU Nazi Spesialis Serangan Kilat Blitzkrieg

Global
Presiden China Peringatkan Konsekuensi “Perang Dingin Baru,” Singgung Biden?

Presiden China Peringatkan Konsekuensi “Perang Dingin Baru,” Singgung Biden?

Global
komentar
Close Ads X