11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

Kompas.com - 21/10/2020, 17:05 WIB
Warga Afghanistan menunggu untuk mengambil paspor mereka dengan visa Pakistan di kota Jalalabad timur Kabul, Afghanistan, Rabu, 21 Oktober 2020. Sedikitnya 11 wanita diinjak-injak hingga tewas ketika penyerbuan yang dilakukan Taliban di antara ribuan warga Afghanistan yang menunggu di stadion sepak bola untuk mendapatkan visa ke Pakistan. AP/Wali SabawoonWarga Afghanistan menunggu untuk mengambil paspor mereka dengan visa Pakistan di kota Jalalabad timur Kabul, Afghanistan, Rabu, 21 Oktober 2020. Sedikitnya 11 wanita diinjak-injak hingga tewas ketika penyerbuan yang dilakukan Taliban di antara ribuan warga Afghanistan yang menunggu di stadion sepak bola untuk mendapatkan visa ke Pakistan.

KABUL, KOMPAS.com - Sedikitnya 11 wanita dikabarkan tewas terinjak-injak ketika hendak mendapatkan visa untuk meninggalkan negara mereka, Afghanistan, pada Rabu (21/10/2020).

Melansir Associated Press (AP), Juru bicara gubernur Provinsi Nangarhar Timur mengatakan insiden itu terjadi di stadion sepak bola, di mana banyak warga Afghanistan berusaha mendapatkan visa untuk masuk ke negara tetangga, Pakistan.

Sementara itu, dalam insiden terpisah, sebanyak 34 polisi Afghanistan tewas dalam penyergapan yang dilakukan militan Taliban di Afghanistan Utara.

Baca juga: Taliban dan Pemerintah Afghanistan Dituntut Damai untuk AS Tarik Mundur Semua Pasukan

Itu adalah serangan paling mematikan sejak Taliban dan pemerintah Afghanistan mulai mengadakan pembicaraan damai yang telah lama tertunda bulan lalu, bagian dari proses yang diluncurkan berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani antara Amerika Serikat dan pemberontak Taliban pada Februari.

Pembicaraan itu dipandang sebagai kesempatan terbaik bagi negara itu untuk perdamaian setelah perang puluhan tahun.

Baca juga: Ledakan Bom Mobil Bunuh Diri di Afghanistan Tewaskan 13 Orang, 120 Orang Luka-luka

Rahim Danish, direktur rumah sakit utama di provinsi Takhar utara, memastikan bahwa pihaknya menerima 34 jenazah dan mengatakan delapan pasukan keamanan lainnya mengalami luka-luka.

Seorang pejabat keamanan Afghanistan mengatakan pasukan itu berada dalam konvoi yang disergap. 

Jawad Hijri, Juru bicara pemerintah provinsi, mengatakan bahwa wakil kepala polisi termasuk di antara mereka yang tewas.

Baca juga: Dukung Trump Terpilih Lagi, Taliban: Dia Konyol untuk Seluruh Dunia, tapi Waras dan Adil untuk Kami

Belum ada komentar atau klaim tanggung jawab langsung dari Taliban, yang menguasai daerah tempat serangan itu terjadi.

Sementara itu, Konsulat Pakistan di Nangarhar ditutup selama hampir delapan bulan karena pandemi virus corona.

Baca juga: Trauma 40 Tahun Perang, Warga Afghanistan Berharap Perjanjian Damai Bukan Tipuan

 

Mengantisipasi kerumunan besar, para pejabat memutuskan untuk menggunakan stadion dan menugaskan 320 staf untuk membantu mengatur proses tersebut, kata Khogyani.

Kedutaan Besar Pakistan di Kabul mengatakan telah mengeluarkan lebih dari 19.000 visa dalam sepekan terakhir setelah Islamabad menyetujui kebijakan visa yang lebih bersahabat dan membuka kembali perbatasan pada September setelah penutupan berbulan-bulan.

Jutaan orang Afghanistan telah melarikan diri ke Pakistan untuk menghindari perang dan kesulitan ekonomi, sementara ribuan orang melakukan perjalanan bolak-balik untuk bekerja dan melakukan kegiatan bisnis, atau untuk menerima perawatan kesehatan.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden Erdogan Sebut Macron Hanya Beban Negara dan Berharap Segera Lengser

Presiden Erdogan Sebut Macron Hanya Beban Negara dan Berharap Segera Lengser

Global
Program Vaksin Covid-19 di Rusia Sudah Dimulai, Meski Pengujian Massal Belum Selesai

Program Vaksin Covid-19 di Rusia Sudah Dimulai, Meski Pengujian Massal Belum Selesai

Global
Para Ilmuwan Identifikasi Covid-19 Sudah Menyebar Jauh Lebih Lama Sebelum Resmi jadi Pandemi Global

Para Ilmuwan Identifikasi Covid-19 Sudah Menyebar Jauh Lebih Lama Sebelum Resmi jadi Pandemi Global

Global
Butuh Donor Ginjal Saat Pandemi Covid-19, Gadis Ini Minta Bantuan di Media Sosial

Butuh Donor Ginjal Saat Pandemi Covid-19, Gadis Ini Minta Bantuan di Media Sosial

Global
Viral Video Pengantin Wanita Ditelanjangi Keluarga untuk Tes Keperawanan, Suaminya Diam Saja

Viral Video Pengantin Wanita Ditelanjangi Keluarga untuk Tes Keperawanan, Suaminya Diam Saja

Global
Video Viral: Masak Menu ala Restoran di Kamar Hotel Selama Karantina Covid-19

Video Viral: Masak Menu ala Restoran di Kamar Hotel Selama Karantina Covid-19

Global
Peta Galaksi Bima Sakti Terungkap, Bumi Menuju Lubang Hitam?

Peta Galaksi Bima Sakti Terungkap, Bumi Menuju Lubang Hitam?

Global
Peneliti di Afrika Selatan Usul Redupkan Matahari untuk Atasi Kekeringan

Peneliti di Afrika Selatan Usul Redupkan Matahari untuk Atasi Kekeringan

Global
Joe Biden Tidak Akan Wajibkan Suntik Vaksin Covid-19 di AS, Ini Alasannya...

Joe Biden Tidak Akan Wajibkan Suntik Vaksin Covid-19 di AS, Ini Alasannya...

Global
Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Global
'Jemur Kelamin', Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

"Jemur Kelamin", Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

Global
Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Global
CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

Global
Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Global
Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Global
komentar
Close Ads X