Kerja Sama Formal Israel-UEA Disebut Bersejarah, Palestina: Memalukan

Kompas.com - 21/10/2020, 12:57 WIB
(Dari kiri ke kanan): Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Abdullah bin Zayed bin Sultan Al Nahyan ketika menandatangani Perjanjian Abraham di Bangsal Selatan, gedung Putih, pada 15 September 2020. Diksaksikan Trump, Netanyahu meneken perjanjian damai dengan Uni Emirat Arab, dan deklarasi niat untuk berdamai dengan Bahrain. AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ALEX WONG(Dari kiri ke kanan): Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Abdullah bin Zayed bin Sultan Al Nahyan ketika menandatangani Perjanjian Abraham di Bangsal Selatan, gedung Putih, pada 15 September 2020. Diksaksikan Trump, Netanyahu meneken perjanjian damai dengan Uni Emirat Arab, dan deklarasi niat untuk berdamai dengan Bahrain.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Sekelompok pejabat Uni Emirat Arab menjadi delegasi Teluk Arab pertama yang mengunjungi Israel pada Selasa (20/10/2020), memperkuat kesepakatan normalisasi dalam kesempatan yang oleh pejabat Israel dan AS digambarkan sebagai bersejarah, tetapi Palestina menyebutnya "memalukan".

UEA dan tetangga Teluk Bahrain menjadi negara Arab pertama dalam seperempat abad yang membangun hubungan formal dengan Israel, meskipun ada perbedaan yang terus berlanjut terkait konflik Israel-Palestina.

Kesepakatan kerja sama formal yang sebagian besar ditempa karena ketakutan bersama terhadap Iran, ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump menjelang pemilihan presiden AS bulan depan.

"Kami membuat sejarah dengan cara yang akan bertahan dari generasi ke generasi," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat menyambut Menteri Ekonomi Emirat Abdullah bin Touq al-Mari dan Menteri Negara Urusan Keuangan Obaid Humaid al-Tayer, seperti dilansir Reuters pada Selasa (20/10/2020).

Pertemuan tersebut didampingi oleh Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan pejabat Amerika lainnya dalam penerbangan dari Abu Dhabi ke Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv.

Baca juga: Militer Temukan Terowongan Bawah Tanah yang Dapat Menembus Israel

Pihak yang berkunjung dibatasi di bandara karena kekhawatiran terhadap Covid-19.

“Saya pikir kunjungan delegasi tingkat tinggi seperti itu dari UEA...akan menunjukkan kepada rakyat kita, kawasan, dan seluruh dunia manfaat dari pertukaran yang bersahabat, damai, dan normal,” kata Netanyahu.

Empat perjanjian telah ditandatangani, yang meliputi tentang promosi dan perlindungan investasi, kerja sama dalam sains dan inovasi, penerbangan sipil, serta pembebasan visa.

Tayer mengatakan, kesepakatan itu menawarkan "peluang besar" untuk "mencapai kemakmuran baik bagi ekonomi kita maupun rakyat kita".

Mengutip diskusi tentang perpajakan dan hubungan keuangan, dia mengatakan, sudah ada kemajuan yang signifikan dan menambahkan, "Kami berharap dapat menyambut Anda di UEA dalam waktu dekat."

Baca juga: Bahrain dan Israel Tanda Tangani Kerja Sama Bilateral di Manama

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X