Militer India Tangkap Tentara China di Wilayah Sengketa

Kompas.com - 19/10/2020, 21:38 WIB
Kendaraan militer India beriringan di jalan menuju Ladakh, di distrik Ganderbal, Gagangeer, Kashmir, pada 18 Juni 2020. REUTERS/DANISH ISMAILKendaraan militer India beriringan di jalan menuju Ladakh, di distrik Ganderbal, Gagangeer, Kashmir, pada 18 Juni 2020.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Militer India menyatakan, mereka menangkap seorang tentara China di Ladakh, region yang menjadi sengketa dua negara selama bertahun-tahun.

Berdasarkan keterangan dari New Delhi, prajurit yang ditangkap bernama Kopral Wang Ya Long, di mana dia ditangkap di area Demchok.

"Sesuai protokol, dia akan dikembalikan ke perwira China di titik pertemuan Chushul-Moldo setelah menyelesaikan beberapa hal," jelas militer India.

Baca juga: Konflik Perbatasan China-India Berkepanjangan, Panglima India: Bisa Selesai dengan Pembicaraan

India menerangkan, tentara "Negeri Panda" sudah memberikan bantuan seperto oksigen dan pakaian hangat agar Kopral Wang bebas dari suhu dingin ekstrem.

Dilansir Channel News Asia Senin (19/10/2020), Beijing tidak memberikan tanggapan atas klaim yang diberikan oleh "Negeri Bollywood".

Tetapi berdasarkan keterangan Pemimpin Redaksi Global Times Hu Xijin, perkara itu sudah diselesaikan oleh kedua belah pihak.

"Berdasarkan apa yang saya ketahui, si prajurit itu sangat diyakini tersesat sehingga dia ditangkap oleh pihak India," kata Hu.

Pemimpin redaksi media pemerintah China itu memuji sikap New Delhi, dan menyatakan insiden itu harusnya tak menyulut tensi baru.

Ladakh mengalami ketegangan yang berawal dari Mei, ketika dua pasukan saling mengejek yang berpuncak pada baku pukul di 15 Juni.

India mengumumkan 20 tentaranya tewas terkena pemukul, batu, hingga tinju. Sementara China enggak menyebutkan angkanya, meski mengeklaim juga jatuh korban.

Dua negara pemilik nuklir di Asia tersebut untuk pertama kalinya dalam 45 tahun terlibat baku tembak, setelah saling tuding melanggar perbatasan.

Kedua kubu kemudian menempatkan puluhan ribu pasukannya, dilengkapi dengan persenjataan seperti artileri, tank, hingga jet tempur.

Sejak insiden Juni, keduanya sudah menggelar berbagai perundingan, mulai dari tingkat militer hingga menteri di Moskwa, Rusia, pada September lalu.

Meski ketegangan masih terjadi, diplomasi dan negosiasi yang dilakukan setidaknya berdampak pada tak adanya agresi dalam sebulan terakhir.

Baca juga: Buntut Konflik Perbatasan, Hotel-hotel New Delhi Tolak Tamu dari China


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden Erdogan Sebut Macron Hanya Beban Negara dan Berharap Segera Lengser

Presiden Erdogan Sebut Macron Hanya Beban Negara dan Berharap Segera Lengser

Global
Program Vaksin Covid-19 di Rusia Sudah Dimulai, Meski Pengujian Massal Belum Selesai

Program Vaksin Covid-19 di Rusia Sudah Dimulai, Meski Pengujian Massal Belum Selesai

Global
Para Ilmuwan Identifikasi Covid-19 Sudah Menyebar Jauh Lebih Lama Sebelum Resmi jadi Pandemi Global

Para Ilmuwan Identifikasi Covid-19 Sudah Menyebar Jauh Lebih Lama Sebelum Resmi jadi Pandemi Global

Global
Butuh Donor Ginjal Saat Pandemi Covid-19, Gadis Ini Minta Bantuan di Media Sosial

Butuh Donor Ginjal Saat Pandemi Covid-19, Gadis Ini Minta Bantuan di Media Sosial

Global
Viral Video Pengantin Wanita Ditelanjangi Keluarga untuk Tes Keperawanan, Suaminya Diam Saja

Viral Video Pengantin Wanita Ditelanjangi Keluarga untuk Tes Keperawanan, Suaminya Diam Saja

Global
Video Viral: Masak Menu ala Restoran di Kamar Hotel Selama Karantina Covid-19

Video Viral: Masak Menu ala Restoran di Kamar Hotel Selama Karantina Covid-19

Global
Peta Galaksi Bima Sakti Terungkap, Bumi Menuju Lubang Hitam?

Peta Galaksi Bima Sakti Terungkap, Bumi Menuju Lubang Hitam?

Global
Peneliti di Afrika Selatan Usul Redupkan Matahari untuk Atasi Kekeringan

Peneliti di Afrika Selatan Usul Redupkan Matahari untuk Atasi Kekeringan

Global
Joe Biden Tidak Akan Wajibkan Suntik Vaksin Covid-19 di AS, Ini Alasannya...

Joe Biden Tidak Akan Wajibkan Suntik Vaksin Covid-19 di AS, Ini Alasannya...

Global
Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Global
'Jemur Kelamin', Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

"Jemur Kelamin", Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

Global
Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Global
CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

Global
Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Global
Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Global
komentar
Close Ads X