Erdogan Beberkan Alasan Turki Dukung Azerbaijan di Perang Nagorno-Karabakh

Kompas.com - 19/10/2020, 20:31 WIB
Turkeys President Recep Tayyip Erdogan speaks after a cabinet meeting, in Ankara Turkey, Monday, Aug. 10, 2020. The government of Greece slammed Turkeys announcement that it will be conducting energy exploration in an area of the eastern Mediterranean that Athens says overlaps its continental shelf, as tension over the rights to natural resources increased sharply in the region Monday.(Turkish Presidency via AP, Pool) Turkeys President Recep Tayyip Erdogan speaks after a cabinet meeting, in Ankara Turkey, Monday, Aug. 10, 2020. The government of Greece slammed Turkeys announcement that it will be conducting energy exploration in an area of the eastern Mediterranean that Athens says overlaps its continental shelf, as tension over the rights to natural resources increased sharply in the region Monday.(Turkish Presidency via AP, Pool)

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjelaskan mengapa negaranya berpihak kepada Azerbaijan dalam perang melawan Armenia di Nagorno-Karabakh.

Dalam pernyatannya saat berkunjung ke Provinsi Sirnak, Erdogan menuturkan Yerevan mendapat bantuan dari Grup Minsk, yang berisi AS, Perancis, dan Rusia.

Dia menuding Minsk memasok senjata kepada Armenia, seraya menyalahkan negara itu sudah melanggar gencatan senjata pada akhir pekan.

Baca juga: Azerbaijan Klaim Tentaranya Lebih Superior Dibandingkan Armenia

"Mengapa Turki memihak Azerbaijan? Kalian tahu trio Minsk: AS, Rusia, Perancis. Di pihak siapa mereka? Di pihak Armenia," kata dia.

"Apakah mereka memberikan dukungan persenjataan? Tentu saja," lanjut Erdogan sebagaimana diberitakan Hurriyet Minggu (18/10/2020).

Presiden berusia 66 tahun itu menuturkan, Baku semata-mata hanya ingin membebaskan daerahnya di Nagorno-Karabakh yang diduduki Armenia.

Dia menyatakan Yerevan sudah menduduki daerah itu dari negara tetangganya, ketika keduanya pecah dari Uni Soviet pada 1990-an silam.

Mantan Wali Kota Istanbul pada 1994 sampai 1998 itu mengkritik trio Minsk yang dibentuka pada 1994 untuk menyelesaikan konflik Karabakh.

Dia menuding ketiga negara itu tidak berniat untuk menyerahkan Karabakh karena mereka tidak menggelar negosiasi selama 30 tahun terakhir.

Karena itu, klaimnya, Azerbaijan memilih jalan perang untuk mendapatkan kembali daerahnya dari muruh, dan yakin mereka bakal mendapatkan kemenangan.

"Barat tidak mendukung Azerbaijan. Sekali lagi Armenia melanggar gencatan senjata. Apakah Barat membicarakan hal ini?" sindir Erdogan.

"Tetapi ketika Turki memutuskan untuk membahasnya, mereka bakal mengatakan 'Turki tidak pernah bisa diam'," ujar Erdogan.

Baca juga: Tuduh Azerbaijan yang Langgar Gencatan Senjata, Begini Klaim Armenia


Sumber Hurriyet
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Global
Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Global
PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

Global
UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

Global
Kanada Luncurkan Paket Bantuan Ekonomi Terbesar sejak Perang Dunia II

Kanada Luncurkan Paket Bantuan Ekonomi Terbesar sejak Perang Dunia II

Global
Misi Sukses, China Bawa Sampel Material Bulan ke Bumi

Misi Sukses, China Bawa Sampel Material Bulan ke Bumi

Global
Pindahkan Pengungsi Rohingya, Pemerintah Bangladesh Tuai Kontroversi

Pindahkan Pengungsi Rohingya, Pemerintah Bangladesh Tuai Kontroversi

Global
Datang dalam Keadaan Duduk, Jenazah Pria Ini Ditolak di Pemakamannya

Datang dalam Keadaan Duduk, Jenazah Pria Ini Ditolak di Pemakamannya

Global
Hampir 2.800 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Perang Lawan Armenia di Nagorno-Karabakh

Hampir 2.800 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Perang Lawan Armenia di Nagorno-Karabakh

Global
Perempuan Amazon, Pelindung Hutan Hujan Ribuan Hektar dari Pengeboran Minyak Bumi

Perempuan Amazon, Pelindung Hutan Hujan Ribuan Hektar dari Pengeboran Minyak Bumi

Global
Aturan Visa Baru di AS, Seperempat Penduduk China Terancam Kena Cekal

Aturan Visa Baru di AS, Seperempat Penduduk China Terancam Kena Cekal

Global
Foto Viral Polisi Pukul Petani Tua dalam Aksi Protes di India

Foto Viral Polisi Pukul Petani Tua dalam Aksi Protes di India

Global
Kisah Misteri: 6 Kasus Pembunuhan Misterius yang Belum Terpecahkan Sepanjang Masa

Kisah Misteri: 6 Kasus Pembunuhan Misterius yang Belum Terpecahkan Sepanjang Masa

Internasional
Inovasi Hotel di Barcelona Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Inovasi Hotel di Barcelona Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Global
Boeing 737 MAX Uji Terbang Lagi, Keluarga Korban Lontarkan Kritik

Boeing 737 MAX Uji Terbang Lagi, Keluarga Korban Lontarkan Kritik

Global
komentar
Close Ads X