Kompas.com - 18/10/2020, 17:35 WIB
Warga memperlihatkan salam tiga jari saat melakukan protes anti-pemerintah di Bangkok, Thailand, Kamis (15/10/2020). Puluhan ribu orang turun ke jalan memprotes keputusan Pemerintah mengeluarkan dekrit darurat yang melarang kerumunan dan pembatasan media. ANTARA FOTO/REUTERS/SOE ZEYA TUNWarga memperlihatkan salam tiga jari saat melakukan protes anti-pemerintah di Bangkok, Thailand, Kamis (15/10/2020). Puluhan ribu orang turun ke jalan memprotes keputusan Pemerintah mengeluarkan dekrit darurat yang melarang kerumunan dan pembatasan media.

BANGKOK, KOMPAS.com – Ratusan pengunjuk rasa anti-pemerintah kembali menggelar aksi demonstrasi di Bangkok, Thailand, Minggu (18/10/2020).

Mereka tidak mengindahkan larangan protes yang dikeluarkan oleh Pemerintah Thailand sebagaimana dilansir adair Reuters.

Bahkan, mereka tetap menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha.

Aksi demonstrasi tetap berlanjut meski puluhan pengunjuk rasa dan para pemimpinnya ditangkapi.

Langkah pemerintah yang menyetop layanan transportasi umum tidak berhasil meredam aksi demonstrasi yang terus berlangsung selama tiga bulan terakhir.

Baca juga: Kisah Demonstran Thailand Lawan Keluarganya: Ayah Saya Dibutakan Cinta Terhadap Monarki

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami akan tinggal sampai selesai atau pindah ke lokasi lain dengan aktivis lain,” kata salah satu demonstran, Dee (25), di Asok, salah satu persimpangan ramai di Bangkok.

Ratusan orang pengunjuk rasa juga berkumpul di Monumen Kemenangan, Bangkok.

Para pengunjuk rasa di Asok memasang spanduk tulisan tangan di stasiun yang ditutup yang bertuliskan "apakah menjilat sepatu bot diktator rasanya enak?"

Beberapa polisi berkumpul di sisi lain persimpangan tersebut tapi tidak segera turun tangan.

Baca juga: Pemerintah Thailand Blokir Petisi Online Lawan Raja yang Menarik Banyak Massa

Juru Bicara Kepolisian, Kissana Phathanacharoen, mengatakan dalam konferensi pers bahwa mereka berkomitmen untuk menjaga perdamaian dan ketertiban.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diisukan Akan Meledak, Penumpang Pesawat di Brasil Panik Keluar Pesawat

Diisukan Akan Meledak, Penumpang Pesawat di Brasil Panik Keluar Pesawat

Global
Barbados Akan Pisah dengan Kerajaan Inggris, Berdiri Sendiri sebagai Republik

Barbados Akan Pisah dengan Kerajaan Inggris, Berdiri Sendiri sebagai Republik

Global
Skandal Dr Giovanni Miniello, Mengaku Bisa Sembuhkan Kanker Lewat Berhubungan Seks

Skandal Dr Giovanni Miniello, Mengaku Bisa Sembuhkan Kanker Lewat Berhubungan Seks

Global
Sindir China, AS Puji Afrika Selatan yang Cepat Umumkan Covid-19 Varian Omicron

Sindir China, AS Puji Afrika Selatan yang Cepat Umumkan Covid-19 Varian Omicron

Global
Bayi Prematur 22 Minggu Selamat Berkat Kantong Sandwich

Bayi Prematur 22 Minggu Selamat Berkat Kantong Sandwich

Global
Tersangka Pembunuhan Taiwan Kabur ke China, Terjebak di Hotel karena Karantina Covid-19

Tersangka Pembunuhan Taiwan Kabur ke China, Terjebak di Hotel karena Karantina Covid-19

Global
28 November 1975: Deklarasi Kemerdekaan Timor Leste dari Portugis

28 November 1975: Deklarasi Kemerdekaan Timor Leste dari Portugis

Global
Dengan AR-15 dan Senjata Lainnya, 500 Anggota “Bela Diri” Meksiko Klaim Mau Bantu Polisi Lawan Kartel

Dengan AR-15 dan Senjata Lainnya, 500 Anggota “Bela Diri” Meksiko Klaim Mau Bantu Polisi Lawan Kartel

Global
Jual Pancake Sambil Tunjukkan Belahan Dada, Penjual Ini Didatangi Polisi

Jual Pancake Sambil Tunjukkan Belahan Dada, Penjual Ini Didatangi Polisi

Global
Belanda Temukan 61 Kasus Covid-19 di Penerbangan dari Afrika Selatan, Ada Varian Omicron

Belanda Temukan 61 Kasus Covid-19 di Penerbangan dari Afrika Selatan, Ada Varian Omicron

Global
Politisi Malaysia Ini Sebut Negaranya Kalah dari Indonesia dalam Perang Melawan Korupsi

Politisi Malaysia Ini Sebut Negaranya Kalah dari Indonesia dalam Perang Melawan Korupsi

Global
China Perketat Regulasi Industri Vaping, Kendalikan Peredaran Rokok Elektrik

China Perketat Regulasi Industri Vaping, Kendalikan Peredaran Rokok Elektrik

Global
PM Ethiopia Difoto Pakai Seragam Saat Memimpin Pasukan Melawan Pemberontak di Tigray

PM Ethiopia Difoto Pakai Seragam Saat Memimpin Pasukan Melawan Pemberontak di Tigray

Global
Parahnya Covid-19 Jerman, Pesawat Militer Dikerahkan Bantu Pasien Cari RS ke Seluruh Negeri

Parahnya Covid-19 Jerman, Pesawat Militer Dikerahkan Bantu Pasien Cari RS ke Seluruh Negeri

Global
Afrika Selatan Mengeluh 'Dihukum' karena Temukan Varian Covid-19 Omicron

Afrika Selatan Mengeluh "Dihukum" karena Temukan Varian Covid-19 Omicron

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.