Demonstrasi Thailand Masuk Hari Keempat, Lebih Damai dari Sebelumnya

Kompas.com - 18/10/2020, 09:22 WIB
Massa pro-demokrasi menggelar aksi unjuk rasa menentang dekrit darurat oleh Pemerintah Thailand, di Bangkok, Thailand, Kamis (15/10/2020). Puluhan ribu orang turun ke jalan memprotes keputusan Pemerintah mengeluarkan dekrit darurat yang melarang kerumunan dan pembatasan media. AFP/JACK TAYLORMassa pro-demokrasi menggelar aksi unjuk rasa menentang dekrit darurat oleh Pemerintah Thailand, di Bangkok, Thailand, Kamis (15/10/2020). Puluhan ribu orang turun ke jalan memprotes keputusan Pemerintah mengeluarkan dekrit darurat yang melarang kerumunan dan pembatasan media.

BANGKOK, KOMPAS.com - Aktivis pro-demokrasi menggelar protes hari keempat di ibu kota Bangkok, tidak mengacuhkan larangan pihak berwenang yang mencoba menghentikan mereka dengan menutup transportasi umum.

Tidak seperti protes yang terjadi pada Jumat (16/10/2020), di mana polisi menggunakan air bertekanan tinggi (water cannon) untuk menghadang demonstran, unjuk rasa pada Sabtu kemarin (17/10/2020) berjalan lebih damai dengan tidak adanya bentrok dan para pendemo pulang di malam hari.

Melansir Daily Mail, protes itu merupakan bagian dari gerakan anti-monarki yang telah berlangsung selama berbulan-bulan di kerajaan Thailand, demo itu kecewa terhadap UU dan tradisi yang mengharuskan penghormatan kepada anggota kerajaan.

Baca juga: Profil Prayuth Chan-ocha, PM Thailand yang Menolak Mundur Usai Didemo

Selain tuntutan reformasi monarki oleh demonstran, mereka juga meminta Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha untuk mundur dan menyerukan pemilihan baru.

Selain itu, mereka berharap konstitusi Thailand agar mengadopsi nilai-nilai yang lebih demokratis.

Karena semua sistem transportasi ditutup, para peserta demo mengaku mengumpulkan uang agar mereka bisa naik taksi.

Baca juga: Raja Terkaya di Dunia, Maha Vajiralongkorn, dari Mana Sumber Kekayaannya?

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Daily Mail
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Sistem Kafala di Arab Saudi: Buruh Migran Kerja 24 Jam, Ada yang Ingin Bunuh Diri

Mengenal Sistem Kafala di Arab Saudi: Buruh Migran Kerja 24 Jam, Ada yang Ingin Bunuh Diri

Global
MBS dan Netanyahu Bertemu? Ini Ringkasan Hubungan Israel dengan Dunia Arab

MBS dan Netanyahu Bertemu? Ini Ringkasan Hubungan Israel dengan Dunia Arab

Global
Sidang Pembunuhan Jamal Khashoggi Dilanjutkan Tanpa Dihadiri 20 Tersangka

Sidang Pembunuhan Jamal Khashoggi Dilanjutkan Tanpa Dihadiri 20 Tersangka

Global
Setelah Berlarut-larut, Transisi dari Trump ke Biden Akhirnya Segera Dimulai

Setelah Berlarut-larut, Transisi dari Trump ke Biden Akhirnya Segera Dimulai

Global
Aktivis Milenial Hong Kong Mengaku Bersalah dalam Aksi Protes 2019

Aktivis Milenial Hong Kong Mengaku Bersalah dalam Aksi Protes 2019

Global
Vaksin Corona Akan Gratis di Arab Saudi, yang Negatif Covid-19 jadi Prioritas

Vaksin Corona Akan Gratis di Arab Saudi, yang Negatif Covid-19 jadi Prioritas

Global
Biden Umumkan Kabinet Baru, Ganti Menlu AS dan Tunjuk Orang-orang Obama

Biden Umumkan Kabinet Baru, Ganti Menlu AS dan Tunjuk Orang-orang Obama

Global
Perempuan Eks ISIS Ingin Pulang ke Inggris, Pemerintah Menolak dengan Keras

Perempuan Eks ISIS Ingin Pulang ke Inggris, Pemerintah Menolak dengan Keras

Global
Baru Turun dari Pesawat, Pentolan ISIS Langsung Ditangkap di Irak

Baru Turun dari Pesawat, Pentolan ISIS Langsung Ditangkap di Irak

Global
[POPULER GLOBAL] Warga Venezuela Bertahan Hidup dengan Rp 18.000 Per Bulan | Menteri Pakistan Samakan Presiden Perancis dengan Nazi

[POPULER GLOBAL] Warga Venezuela Bertahan Hidup dengan Rp 18.000 Per Bulan | Menteri Pakistan Samakan Presiden Perancis dengan Nazi

Global
Dikepung Pasukan Etiopia, Pemimpin Tigray: Kami Siap Mati

Dikepung Pasukan Etiopia, Pemimpin Tigray: Kami Siap Mati

Global
Kuburan Massal di Wilayah Kartel Meksiko Ungkap 113 Mayat Korban Pembantaian

Kuburan Massal di Wilayah Kartel Meksiko Ungkap 113 Mayat Korban Pembantaian

Global
Arab Saudi Bantah Putra Mahkota MBS Bicara dengan PM Israel dan Menlu AS

Arab Saudi Bantah Putra Mahkota MBS Bicara dengan PM Israel dan Menlu AS

Global
Pengakuan Anak yang Dipaksa Ancam Trump dalam Video ISIS: Lega Bisa Pulang

Pengakuan Anak yang Dipaksa Ancam Trump dalam Video ISIS: Lega Bisa Pulang

Global
Langgar Lockdown demi Pukul Wajah Lawannya, Seorang Pria Ditangkap dan Didenda

Langgar Lockdown demi Pukul Wajah Lawannya, Seorang Pria Ditangkap dan Didenda

Global
komentar
Close Ads X