Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mahathir: Meski Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia, Krisis Politik Takkan Berakhir

Kompas.com - 17/10/2020, 21:55 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memberikan keraguan kepada mantan wakilnya, Anwar Ibrahim.

Mahathir menyatakan, dia ragu jika Anwar mempunyai dukungan mayoritas seperti yang diklaimnya, maupun jika dia menjabat krisis politik akan berakhir.

Pada Selasa (13/10/2020), Anwar menemui Raja Malaysia Sultan Abdullah untuk membuktikan klaimnya dan membentuk pemerintahan baru.

Baca juga: Dirumorkan Kembali Dukung Anwar Ibrahim, Mahathir Mohamad Beri Jawaban

Pada pekan lalu, politisi 73 tahun itu mengaku sudah mendapatkan 121 dukungan, sokongan mayoritas yang kuat untuk membentuk pemerintahan sendiri.

Mahathir yang menjadi mentor politik sejumlah politisi terkenal "Negeri Jiran" menyatakan, negaranya masih rentan terhadap perubahan aliansi politik.

Bahkan jika Anwar Ibrahim menjadi PM Malaysia. Terutama menyangkut mantan partainya, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

"Situasi saat ini serba tidak pasti. Mungkin saja bakal ada situasi di mana tidak akan ada pemerintah di negara ini," ujar Mahathir Mohamad dikutip Reuters Jumat (16/10/2020.

Dengan dukungan Anwar, politisi berjuluk Dr Ma itu mengantarkan koalisi Pakatan Harapan menang atas aliansi Barisan Nasional pada 2018.

Baca juga: Sempat Umumkan Pensiun, Mahathir akan Kembali Maju pada Pemilu Berikutnya

Namun, Malaysia kemudian memasuki krisis politik pada akhir Februari setelah dia secara mendadak mengumumkan pengunduran diri.

Gonjang-ganjing politik itu berlangsung selama sepekan, sebelum Muhyiddin Yassin, Presiden di Partai Bersatu pimpinan Mahathir, menjadi PM Malaysia dengan dukungan UMNO.

Mantan PM berusia 95 tahun tersebut bersama kendaraan politik barunya, Partai Pejuang, mengajukan mosi tidak percaya kepada Muhyiddin.

Mahathir mengatakan terkait klaim mayoritas dari mantan wakilnya periode 1993 sampai 1998 itu, dia mengaku ini kali pertama mendengarnya.

Baca juga: Mahathir Mengaku Diabaikan Anwar Ibrahim sejak Diampuni Raja Malaysia

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Sudah tiga kali dia mengeklaim mendapat dukungan untuk menjadi perdana menteri, yang kemudian ternyata tak bisa dia buktikan kebenarannya," ujar dia.

Jika Anwar Ibrahim benar-benar membuktikan klaimnya dan menjadi PM Malaysia, ini akan menjadi akhir dari penantian selama 22 tahun.

Ini juga Malaysia bakal mendapatkan tiga kali pergantian perdana menteri jika Sultan Abdullah menyetujui dan merestui upaya Anwar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kim Jong Un Dorong Kesiapan Perang Korea Utara, Ini Strateginya

Kim Jong Un Dorong Kesiapan Perang Korea Utara, Ini Strateginya

Global
Viral Video Bayi Baru Lahir Selamat dari Puing-puing Bangunan Gempa Suriah, Sementara Ibunya Meninggal

Viral Video Bayi Baru Lahir Selamat dari Puing-puing Bangunan Gempa Suriah, Sementara Ibunya Meninggal

Global
AS Nyatakan Siap Bantu Suriah yang Dilanda Gempa, tapi...

AS Nyatakan Siap Bantu Suriah yang Dilanda Gempa, tapi...

Global
Warga Rusia Terpaksa Beli Makanan Kedaluwarsa Saat Harga Kebutuhan Melejit

Warga Rusia Terpaksa Beli Makanan Kedaluwarsa Saat Harga Kebutuhan Melejit

Global
Presiden Tokayev Jelaskan Alasan Kazakhstan Gelar Forum Internasional Astana Tahun Ini

Presiden Tokayev Jelaskan Alasan Kazakhstan Gelar Forum Internasional Astana Tahun Ini

Global
UPDATE Gempa Turkiye dan Suriah, 7.826 Orang Tewas, WHO Desak Pengiriman Bantuan

UPDATE Gempa Turkiye dan Suriah, 7.826 Orang Tewas, WHO Desak Pengiriman Bantuan

Global
[POPULER GLOBAL] Penyelamatan Gempa Turkiye | Zelensky Ditantang Ikut Tempur

[POPULER GLOBAL] Penyelamatan Gempa Turkiye | Zelensky Ditantang Ikut Tempur

Global
Cerita Korban Gempa Suriah: Kami Tidak Bisa Gerak karena Saking Kuatnya Gempa

Cerita Korban Gempa Suriah: Kami Tidak Bisa Gerak karena Saking Kuatnya Gempa

Global
Korban Gempa Turkiye: Ada 500 WNI di Lokasi, 3 Orang Luka-luka

Korban Gempa Turkiye: Ada 500 WNI di Lokasi, 3 Orang Luka-luka

Global
Derita Korban Gempa Turkiye: Kami Hanya Minum Teh dan Kopi, Tak Ada yang Lain

Derita Korban Gempa Turkiye: Kami Hanya Minum Teh dan Kopi, Tak Ada yang Lain

Global
Suriah Bantah Minta Bantuan Israel untuk Korban Gempa

Suriah Bantah Minta Bantuan Israel untuk Korban Gempa

Global
Gempa Bumi Paling Mematikan di Dunia sejak tahun 2000

Gempa Bumi Paling Mematikan di Dunia sejak tahun 2000

Global
Siswa Australia Raih Penghargaan Lottie Maramis dari Pelajaran Bahasa Indonesia

Siswa Australia Raih Penghargaan Lottie Maramis dari Pelajaran Bahasa Indonesia

Global
Abaikan Konflik, Swedia Kirim Bantuan ke Turkiye Usai Gempa

Abaikan Konflik, Swedia Kirim Bantuan ke Turkiye Usai Gempa

Global
Australia dan Selandia Baru Perkuat Hubungan dengan China

Australia dan Selandia Baru Perkuat Hubungan dengan China

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+