Turki Diancam Keras AS, Jika Terkonfirmasi Uji Coba Rudal S-400 Buatan Rusia

Kompas.com - 17/10/2020, 12:22 WIB
Sistem pertahanan anti-serangan udara bikinan Rusia, S-400. Sputnik/Alexey MalgavkoSistem pertahanan anti-serangan udara bikinan Rusia, S-400.

" Turki telah ditangguhkan dari program F-35 dan S-400 yang berkelanjutan menjadi penghalang untuk kemajuan (pengembangan rudal) di tempat lain dalam hubungan bilateral," kata juru bicara Pentagon.

Kementerian pertahanan Turki mengatakan tidak akan menyangkal atau mengkonfirmasi uji coba rudal.

Washington bereaksi tahun lalu dengan menangguhkan Turki dari program jet F-35 dan mengancam akan menjatuhkan sanksi.

Baca juga: Pastor Sekaligus Aktivis Anti-Rudal Ini Bobol Pangkalan Militer AL AS, Dipenjara 2,9 Tahun

Analis pertahanan Turan Oguz mengatakan penilaian awal terhadap warna, intensitas, sudut dan rute asap dalam video tersebut bertepatan dengan rudal S-400. Sudut kolom mengarah target "tidak boleh terlalu tinggi," tambahnya.

Pada 2019, militer melakukan tes radar pertahanan permukaan ke udara, yang merupakan salah satu yang paling canggih di dunia dan dapat menemukan serta melacak pesawat yang masuk pada jarak menengah dan jauh.

Turki menandatangani kesepakatan S-400 dengan Rusia pada 2017. Pengiriman 4 baterai rudal pertama, senilai 2,5 miliar dollar AS (Rp 36,9 tiliun), dimulai pada Juli 2019.

Senator AS Jim Risch, ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat, menyebut tes itu sebagai "perilaku yang tidak dapat diterima" dari sekutu NATO.

Baca juga: Kapan Korut Uji Coba Rudal Raksasa Barunya? Tergantung Hasil Pilpres AS

Dalam sebuah pernyataan, Risch mengatakan langkah itu merusak aliansi dan menimbulkan ancaman langsung terhadap F-35 dan sistem sekutu AS dan NATO lainnya.

“Undang-undang AS mewajibkan sanksi terhadap negara-negara yang terus memperdalam hubungan pertahanan mereka dengan Rusia, dan pemerintah harus mengirimkan sinyal kuat bahwa Turki harus melepaskan S-400-nya,” katanya.

Senator AS Bob Menendez, pejabat Demokrat di Komite Hubungan Luar Negeri Senat, mengatakan kedekatan Presiden Donald Trump dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan merupakan ancaman serius bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

"Turki harus segera diberi sanksi atas pembelian dan penggunaan sistem ini," kata Menendez dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Azerbaijan Klaim Hancurkan Situs Rudal yang Dipakai Armenia Serang Warganya

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bunuh Hakim Saat Sidang Perceraian, Seorang Pria Dihukum Mati

Bunuh Hakim Saat Sidang Perceraian, Seorang Pria Dihukum Mati

Global
Jelang Pelantikan Joe Biden Seluruh Penjara Federal AS Lockdown

Jelang Pelantikan Joe Biden Seluruh Penjara Federal AS Lockdown

Global
Niat Hati Beli Burger, Ujungnya Dicegat Polisi dan Didenda Hampir Rp 4 Juta

Niat Hati Beli Burger, Ujungnya Dicegat Polisi dan Didenda Hampir Rp 4 Juta

Global
Mengaku Curi Laptop Ketua DPR AS dan Hendak Dijual ke Rusia, Wanita Ini Diburu FBI

Mengaku Curi Laptop Ketua DPR AS dan Hendak Dijual ke Rusia, Wanita Ini Diburu FBI

Global
Eks Tentara Cari Kucingnya yang Hilang Sambil Todongkan Senapan, 1 Wanita Disekap

Eks Tentara Cari Kucingnya yang Hilang Sambil Todongkan Senapan, 1 Wanita Disekap

Global
Tawa dan Lega, Suasana Transisi Kekuasaan di Gedung Putih Jelang Pelantikan Biden

Tawa dan Lega, Suasana Transisi Kekuasaan di Gedung Putih Jelang Pelantikan Biden

Global
Brasil Setujui Penggunaan Dua Vaksin Ini tapi Tangguhkan Sputnik V Rusia, Kenapa?

Brasil Setujui Penggunaan Dua Vaksin Ini tapi Tangguhkan Sputnik V Rusia, Kenapa?

Global
Suntikkan Jamur Ajaib ke Pembuluh Darah, Seorang Pria Hampir Mati

Suntikkan Jamur Ajaib ke Pembuluh Darah, Seorang Pria Hampir Mati

Global
WHO: Dunia di Ambang 'Bencana Moral' dalam Distribusi Vaksin Covid-19

WHO: Dunia di Ambang "Bencana Moral" dalam Distribusi Vaksin Covid-19

Global
Tingkatkan Kemampuan, Sniper Rusia Latihan di Suhu Minus 35 Derajat Celsius

Tingkatkan Kemampuan, Sniper Rusia Latihan di Suhu Minus 35 Derajat Celsius

Global
Diduga Diperkosa Kakeknya, Bocah 11 Tahun Meninggal karena Komplikasi Kehamilan

Diduga Diperkosa Kakeknya, Bocah 11 Tahun Meninggal karena Komplikasi Kehamilan

Global
 Nenek 70 Tahun Tertangkap Kamera Racuni Suami dengan Zat Pembunuh Serangga

Nenek 70 Tahun Tertangkap Kamera Racuni Suami dengan Zat Pembunuh Serangga

Global
Tempuh 2.000 Km demi Gadis yang Ditemui secara Online, Pria Ini Diciduk Polisi

Tempuh 2.000 Km demi Gadis yang Ditemui secara Online, Pria Ini Diciduk Polisi

Global
Bayi Trump yang Jadi Simbol Protes Dimuseumkan di London

Bayi Trump yang Jadi Simbol Protes Dimuseumkan di London

Global
Pekerja Tambang Emas China yang Terjebak Kirim Catatan Sepekan Kemudian, Apa Isinya?

Pekerja Tambang Emas China yang Terjebak Kirim Catatan Sepekan Kemudian, Apa Isinya?

Global
komentar
Close Ads X