Dijarah Nazi 87 Tahun Lalu, Lukisan Ini Akhirnya Kembali kepada Pemiliknya

Kompas.com - 17/10/2020, 12:12 WIB
Winter atau Musim Dingin lukisan karya seniman Amerika Gari Melchers, dipajang selama upacara repatriasi, Kamis, 15 Oktober 2020, di Albany, NY dikembalikan ke pemilik aslinya, keluarga Mosse. AP/Michael HillWinter atau Musim Dingin lukisan karya seniman Amerika Gari Melchers, dipajang selama upacara repatriasi, Kamis, 15 Oktober 2020, di Albany, NY dikembalikan ke pemilik aslinya, keluarga Mosse.

ALBANY, KOMPAS.com - Sebuah lukisan bergambar dua pemain skater muda abad 19 yang dijarah Nazi Jerman dari sebuah keluarga Yahudi tahun 1933 baru-baru ini ditemukan di museum kecil bagian utara New York.

Melansir Associated Press (AP) lukisan itu dikembalikan pada Kamis (15/10/2020) setelah 87 tahun terpisah dari pemiliknya.

Lukisan bernama 'Musim Dingin' itu adalah karya dari seniman Amerika, Gari Melchers, adalah satu dari 1.000 karya seni dan artefak yang disita dari keluarga Mosse, warga Yahudi terkemuka dan kaya di Berlin dan menjadi sasaran awal Partai Nazi.

Baca juga: Lukisan Mahakarya Belanda Two Laughing Boys Berusia Hampir 400 Tahun Dicuri untuk Ketiga Kalinya, Kok Bisa?

Ahli warisnya telah dengan gigih berupaya memulihkan bagian yang hilang selama dekade terakhir.

“Keluarga Mosse kehilangan hampir semuanya karena mereka adalah orang Yahudi. Tapi mereka tidak kehilangan harapan,” kata penjabat Pengacara AS untuk Distrik Utara New York Antoinette Bacon pada upacara repatriasi di kantor FBI Albany.

"Meskipun hal ini tentu tidak menghilangkan rasa sakit yang dialami oleh keluarga Mosse, saya berharap hal ini memberi keadilan pada keluarga."

Proyek Restitusi Seni Mosse dimulai pada tahun 2011 untuk mencari dan mengembalikan karya seni yang dicuri atas nama ahli waris Mosse.

Baca juga: Terungkap, Detik-detik Lukisan van Gogh Seharga Rp 49,7 Miliar Dicuri Saat Lockdown

 

Mereka telah menyelesaikan puluhan restitusi yang mencakup lebih dari 50 benda dari museum publik dan swasta serta individu swasta di Jerman, Austria, Swiss, Israel, dan Amerika Serikat.

Lukisan "Musim Dingin", kadang-kadang dikenal sebagai "Skaters" atau "Snow", dibeli pada tahun 1900 oleh raja penerbitan Rudolf Mosse, yang memajangnya di sebuah kediaman besar di Berlin yang sarat dengan seni rupa.

Mosse meninggal pada tahun 1920 dan putrinya Felicia Lachmann-Mosse adalah pewarisnya. Dia dan suaminya, Hans Lachmann-Mosse menjalankan surat kabar Berliner Tageblatt, suara kritis selama Partai Nazi naik ke tampuk kekuasaan.

Berperan sebagai simbol sosok tertinggi dari "pers Yahudi," pasangan itu dianiaya dan melarikan diri dari Jerman pada tahun 1933. Nazi menyita aset keluarga, termasuk karya seni.

Baca juga: Pukul Lukisan Pablo Picasso, Pria Ini Harus Rela Mendekam di Penjara

"Itu adalah salah satu penyitaan besar-besaran pertama yang dilakukan oleh Nazi, sebuah pola yang sayangnya menjadi mesin yang diminyaki dengan baik," kata Roger Strauch, presiden Yayasan Mosse dan cicit tiri Rudolf Mosse. Dia berpartisipasi dalam upacara tersebut melalui tautan video.

Lukisan "Musim Dingin" dijual di lelang pada Mei 1934 kepada pembeli yang tidak dikenal. Lima bulan kemudian, lukisan itu berada di galeri Kota New York, di mana itu menarik perhatian Bartlett Arkell, seorang kolektor kaya dan presiden perusahaan Beech-Nut Packing Co. di Canajoharie.

Arkell mengirimkan lukisan itu ke bagian utara New York, di mana lukisan itu menjadi bagian dari koleksi museum di dekat Sungai Mohawk.

Tidak ada bukti bahwa Arkell mengetahui sejarah kelam lukisan itu, kata Bacon.

Friedlander mengatakan pada upacara tersebut bahwa museum mengambil tanggung jawab untuk memperbaiki keadaan dengan serius.

Baca juga: [Hari Ini dalam Sejarah] Lukisan Mona Lisa Hilang karena Salah Paham

Otoritas federal dihubungi saat manajer Proyek Pemulihan Seni Mosse J. Eric Bartko sedang bekerja untuk mengembalikan lukisan itu dari museum.

Agen FBI menemukan lukisan itu pada September 2019. Penyerahan resmi kepada keluarga ditunda karena pandemi virus corona.

“Pertempuran ini tidak akan pernah berakhir,” kata Bartko baru-baru ini. “Ini adalah cara yang sangat terlihat untuk mengingatkan orang-orang bahwa kejahatan ini terjadi di masa lalu dan mereka masih ditangani saat ini.”


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Global
Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Global
Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Global
Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Global
Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Global
Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Global
Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Global
Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
komentar
Close Ads X