Iran Hadapi Gelombang Kematian Covid-19, Aturan Masker Mulai Diterapkan

Kompas.com - 16/10/2020, 13:21 WIB
Sepasang warga Iran berjalan mengenakan masker di Enghelab Square, Teheran, Iran, untuk meminimalkan risiko tertular virus corona. Gambar diambil pada 26 Maret 2020. WANA NEWS AGENCY VIA REUTERSSepasang warga Iran berjalan mengenakan masker di Enghelab Square, Teheran, Iran, untuk meminimalkan risiko tertular virus corona. Gambar diambil pada 26 Maret 2020.

TEHERAN, KOMPAS.com - Ibu kota Iran telah kehabisan tempat tidur perawatan intensif karena negara itu menghadapi gelombang baru infeksi virus corona yang memenuhi rumah sakit dan kuburan. Korban meninggal satu hari mencapai rekor tertinggi sebanayak 3 kali pekan ini.

Delapan bulan setelah pandemi Covid-19 pertama kali menyerbu Iran, menghantam ekonominya yang sudah melemah dan para pejabat di tingkat tertinggi pemerintahannya belum dapat mencegah penyebarannya.

Melansir Associated Press pada Kamis (15/10/2020), di negara yang hancur akibat sanksi Amerika, pemerintah Iran menganggap lockdown ekonomi seperti yang diberlakukan di Eropa dan Amerika Serikat, tidak mungkin dilakukan.

Pandemi tidak akan segera membaik di negara kita. Ini semakin buruk dari hari ke hari,” kata Mohadeseh Karim, seorang mahasiswi berusia 23 tahun di Teheran.

Di media sosial, orang Iran menggambarkan adegan kacau di rumah sakit yang kewalahan menanagani pasien Covid-19.

Di TV pemerintah, para penggali kubur dapat dilihat membuka lahan baru di kuburan yang luas untuk para korban virus corona, saat jumlah kematian harian memecahkan rekor pada Minggu-Senin (11-12/10/2020) dan Rabu (14/10/2020).

Baca juga: Jelang Berakhirnya Embargo Senjata, Iran Ejek AS

Seorang pejabat tinggi kesehatan Iran mengumumkan bahwa keseluruhan rawat inap di Teheran naik 12 persen lebih banyak daripada lonjakan virus corona sebelumnya.

Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah memerintahkan rumah sakit militer untuk meningkatkan kapasitas mereka.

“Situasinya sangat kritis,” kata Mino Mohraz, anggota satuan tugas virus corona negara yang mengatakan unit perawatan intensif di ibu kota sudah penuh. Tidak ada tempat tidur kosong untuk pasien baru.

Pesan dan tindakan kontradiktif telah mengganggu respons virus corona oleh pemerintah, membantu mendorong 29.600 korban meninggal yang dilaporkan di negara itu menjadi No. 1 di Timur Tengah.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Utara Dikabarkan Meretas Perusahaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Korea Utara Dikabarkan Meretas Perusahaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Global
Jasad Wanita Diduga WNI Ditemukan di Dalam Koper di Mekah, Arab Saudi

Jasad Wanita Diduga WNI Ditemukan di Dalam Koper di Mekah, Arab Saudi

Global
Sebuah Investigasi Klaim Presiden Putin Punya Anak Perempuan di Luar Nikah

Sebuah Investigasi Klaim Presiden Putin Punya Anak Perempuan di Luar Nikah

Global
Milisi Serang Persawahan Nigeria saat Petani Panen Padi, 40 Orang Tewas

Milisi Serang Persawahan Nigeria saat Petani Panen Padi, 40 Orang Tewas

Global
Dilaporkan Hampir Punah, Harimau Hitam di India Akhirnya Muncul

Dilaporkan Hampir Punah, Harimau Hitam di India Akhirnya Muncul

Global
Kekurangan Kasur, RS di Rusia Tempatkan Pasien Covid-19 di Bangsal Bobrok

Kekurangan Kasur, RS di Rusia Tempatkan Pasien Covid-19 di Bangsal Bobrok

Global
Ribuan Tank dan Pesawat Tempur Gambarkan Hebatnya Kekuatan Militer Uni Soviet Pada Masanya

Ribuan Tank dan Pesawat Tempur Gambarkan Hebatnya Kekuatan Militer Uni Soviet Pada Masanya

Global
Pria Pemerkosa Anak Dicambuk di Aceh, Ini Pemberitaan Media Asing

Pria Pemerkosa Anak Dicambuk di Aceh, Ini Pemberitaan Media Asing

Global
Jet Tempur Inggris Cegat 2 Pesawat Militer Rusia di Laut Utara

Jet Tempur Inggris Cegat 2 Pesawat Militer Rusia di Laut Utara

Global
Tinggal Bersama 480 Kucing dan 12 Anjing, Wanita Ini Habiskan Rp 109 Juta Per Bulan

Tinggal Bersama 480 Kucing dan 12 Anjing, Wanita Ini Habiskan Rp 109 Juta Per Bulan

Global
Anwar Ibrahim Minta 'Satu Minggu Lagi' untuk Buktikan Suara Mayoritas

Anwar Ibrahim Minta "Satu Minggu Lagi" untuk Buktikan Suara Mayoritas

Global
Awalnya Dituduh Mata-mata, Dosen Ini Rupanya Ditahan Iran karena Berkencan dengan Warga Israel

Awalnya Dituduh Mata-mata, Dosen Ini Rupanya Ditahan Iran karena Berkencan dengan Warga Israel

Global
Museum Ini Dibuka Kembali Setelah Dihancurkan ISIS, Begini Dalamnnya

Museum Ini Dibuka Kembali Setelah Dihancurkan ISIS, Begini Dalamnnya

Global
[UNIK GLOBAL] Aplikasi Error, 42 Driver Datang Barengan Antar Makanan ke 1 Rumah | SMP Jepang Wajibkan Pakaian Dalam Putih untuk Siswinya

[UNIK GLOBAL] Aplikasi Error, 42 Driver Datang Barengan Antar Makanan ke 1 Rumah | SMP Jepang Wajibkan Pakaian Dalam Putih untuk Siswinya

Global
Perayaan Ulang Tahun ke-99 Tahun jadi Sumber Penyebaran Infeksi Covid-19

Perayaan Ulang Tahun ke-99 Tahun jadi Sumber Penyebaran Infeksi Covid-19

Global
komentar
Close Ads X