Kompas.com - 15/10/2020, 12:48 WIB
Dalam foto yang dirilis Selasa, 13 Oktober 2020 di halaman Facebook resmi Kepresidenan Suriah, Presiden Suriah Bashar Assad, kedua dari kiri, mengenakan masker untuk membantu mencegah penyebaran virus corona, berbicara dengan orang-orang selama kunjungannya ke provinsi pesisir Latakia, Suriah. Assad melakukan kunjungan publik yang jarang ke Latakia di mana dia mengunjungi daerah-daerah yang mengalami kerusakan parah akibat kebakaran hutan yang mematikan minggu lalu. APDalam foto yang dirilis Selasa, 13 Oktober 2020 di halaman Facebook resmi Kepresidenan Suriah, Presiden Suriah Bashar Assad, kedua dari kiri, mengenakan masker untuk membantu mencegah penyebaran virus corona, berbicara dengan orang-orang selama kunjungannya ke provinsi pesisir Latakia, Suriah. Assad melakukan kunjungan publik yang jarang ke Latakia di mana dia mengunjungi daerah-daerah yang mengalami kerusakan parah akibat kebakaran hutan yang mematikan minggu lalu.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Presiden Suriah Bashar Al Assad mengumumkan bencana nasional pada Selasa (13/10/2020) atas kebakaran hutan mematikan yang melanda wilayah sabuk pantai Mediterania negaranya.

Dilaporkan media Perancis AFP, PBB mencatat sebanyak 25.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Kebakaran terjadi dalam kondisi yang sangat kering pada hari Jumat pekan lalu telah menghancurkan lebih dari 9.000 hektar lahan pertanian dan hutan di provinsi pesisir Latakia dan Tartus, serta pedalaman Homs.

Baca juga: Presiden Suriah Assad Akui Ada Milisi Negaranya di Perang Armenia-Azerbaijan

Menurut Kantor Urusan Kemanusiaan PBB, di provinsi Latakia yang paling terpukul, sebanyak tiga orang tewas dan 70 orang dirawat di rumah sakit, kata kantor urusan kemanusiaan PBB.

Assad menjanjikan dukungan untuk penduduk daerah yang terkena dampak, terutama petani yang kehilangan hasil panen mereka.

"Ini adalah bencana nasional... kemanusiaan, ekonomi dan lingkungan," kata Assad. "Negara akan menanggung beban ini," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Trump Mengaku Ingin Bunuh Presiden Suriah Bashar al-Assad

Kebakaran hutan sering terjadi di Suriah pada akhir musim panas, seperti yang terjadi juga di negara tetangganya, Israel, Lebanon, dan Siprus.

Tapi kebakaran minggu ini terjadi dalam skala yang lebih besar dari biasanya, kata penduduk.

Melansir Associated Press (AP), pada hari Sabtu, shalat minta hujan dilakukan di masjid-masjid di berbagai wilayah Suriah, dengan harapan hujan akan meredakan kekeringan dan menghentikan kebakaran.

Baca juga: Tak Cukup Assad dan Istrinya, Putra Remaja Presiden Suriah Ini Juga Dikenai Sanksi AS

Kunjungan publik Assad ke daerah-daerah sekitar Suriah jarang terjadi sejak perang negara itu dimulai pada Maret 2011.

Perang tersebut telah menewaskan hampir 400.000 orang dan membuat setengah dari populasi Suriah mengungsi termasuk lebih dari lima juta yang menjadi pengungsi sebagian besar di negara-negara tetangga.

Baca juga: AS Beri Sanksi kepada Istri Presiden Suriah Bashar Assad

Kantor berita negara SANA mengatakan Assad mengunjungi desa Ballouran untuk memeriksa kerusakan dan bertemu dengan penduduk setempat selama tur ke beberapa daerah yang terkena dampak kebakaran, yang berhasil dikendalikan pada hari Minggu lalu.

SANA melaporkan bahwa Assad didampingi oleh menteri pemerintah daerah dan pertanian dan berjanji untuk membantu warga menanami kembali area yang terbakar.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Penyebab Atlet Belarus Diusir Tim Olimpiade Negaranya Sendiri hingga Dilindungi Jepang

Ini Penyebab Atlet Belarus Diusir Tim Olimpiade Negaranya Sendiri hingga Dilindungi Jepang

Global
Pria Berusia 100 Tahun Diadili Sebagai Mantan Pejabat Kamp Konsentrasi Nazi

Pria Berusia 100 Tahun Diadili Sebagai Mantan Pejabat Kamp Konsentrasi Nazi

Global
Covid-19 Kembali, Wuhan Bakal Periksa Seluruh Penduduknya

Covid-19 Kembali, Wuhan Bakal Periksa Seluruh Penduduknya

Global
Sejumlah Ibu Kota Provinsi Jatuh di Tangan Taliban, Presiden Afghanistan Salahkan AS Buru-buru Tarik Pasukan

Sejumlah Ibu Kota Provinsi Jatuh di Tangan Taliban, Presiden Afghanistan Salahkan AS Buru-buru Tarik Pasukan

Global
Presiden Afghanistan Salahkan Negara Barat Penyebab Taliban Merajalela

Presiden Afghanistan Salahkan Negara Barat Penyebab Taliban Merajalela

Global
Sekitar 50 Mayat Orang Tigray Ditemukan Mengambang di Sungai Sudan

Sekitar 50 Mayat Orang Tigray Ditemukan Mengambang di Sungai Sudan

Global
AS Tolak Rencana Pemilu yang Ditawarkan Junta Militer Myanmar

AS Tolak Rencana Pemilu yang Ditawarkan Junta Militer Myanmar

Global
Yunani Dilanda Gelombang Panas Terburuk Sejak 1987, Picu Kebakaran Hutan Luas

Yunani Dilanda Gelombang Panas Terburuk Sejak 1987, Picu Kebakaran Hutan Luas

Global
POPULER GLOBAL: Jepang Lindungi Atlet Belarus yang Diusir | Temuan Ratusan Ribu Tulang Hewan dan Manusia Berusia Ribuan Tahun

POPULER GLOBAL: Jepang Lindungi Atlet Belarus yang Diusir | Temuan Ratusan Ribu Tulang Hewan dan Manusia Berusia Ribuan Tahun

Global
Biografi Tokoh Dunia: Profil: Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Lebih Berkuasa dari Presiden

Biografi Tokoh Dunia: Profil: Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Lebih Berkuasa dari Presiden

Global
Viral Foto Pejabat Filipina Lebih Besar dari Peraih Emas Olimpiade, Apakah Asli?

Viral Foto Pejabat Filipina Lebih Besar dari Peraih Emas Olimpiade, Apakah Asli?

Global
Investigasi Partai Republik AS Coba Buktikan Covid-19 Berasal dari Kebocoran Lab Wuhan

Investigasi Partai Republik AS Coba Buktikan Covid-19 Berasal dari Kebocoran Lab Wuhan

Global
Lamont Jacobs, 'One of Fastest Man Alive', Peraih Emas 100 Meter Putra Olimpiade

Lamont Jacobs, "One of Fastest Man Alive", Peraih Emas 100 Meter Putra Olimpiade

Global
Yulimar Rojas, Peraih Medali Emas Wanita Pertama Venezuela, Berterima Kasih pada Facebook

Yulimar Rojas, Peraih Medali Emas Wanita Pertama Venezuela, Berterima Kasih pada Facebook

Global
Kronologi Atlet Belarus Dilindungi Jepang Saat Dipaksa Pulang dari Olimpiade Tokyo

Kronologi Atlet Belarus Dilindungi Jepang Saat Dipaksa Pulang dari Olimpiade Tokyo

Global
komentar
Close Ads X