China Desak Negara ASEAN Bersatu Tangkal AS di Laut China Selatan

Kompas.com - 14/10/2020, 06:47 WIB
Kapal perusak milik Angkatan Laut AS yang dilengkapi misil kendali, USS Higgins. Kapal tersebut menjadi satu dari dua kapal militer AS yang dilaporkan terlihat berlayar di wilayah Laut China Selatan, Minggu (27/5/2018). SCMP / US NAVYKapal perusak milik Angkatan Laut AS yang dilengkapi misil kendali, USS Higgins. Kapal tersebut menjadi satu dari dua kapal militer AS yang dilaporkan terlihat berlayar di wilayah Laut China Selatan, Minggu (27/5/2018).

BEIJING, KOMPAS.com -  Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak agar negara-negara tetangganya mewaspadai ambisi Amerika Serikat ( AS) di wilayah Asia.

Diplomat tingkat atas China tersebut juga menyerukan kerja sama regional untuk menggagalkan provokasi pihak asing di Laut China Selatan.

Seruan itu disampaikan Wang dalam konferensi pers bersama dengan mitranya dari Malaysia sebagaimana dilansir dari RT, Selasa (13/10/2020).

Dia menambahkan bahwa anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara ( ASEAN) harus bekerja sama untuk memastikan keamanan di wilayah tersebut.

Baca juga: China Sebut Intervensi Langsung AS di Laut China Selatan Mengandung Kepentingan Politik

Diplomat tersebut berpendapat bahwa Laut China Selatan seharusnya tidak menjadi area bagi kekuatan besar yang bergulat dengan kapal perang.

Wang menambahkan bahwa China dan ASEAN memiliki kapasitas dan kebijaksanaan penuh serta tanggung jawab untuk menjaga perdamaian dan kententraman di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Wang yang mengunjungi Malaysia sebagai bagian dari tur ke Asia Tenggara, menyerukan kerja sama di antara negara-negara ASEAN untuk menghilangkan gangguan eksternal di Laut China Selatan.

Dia meminta mitra regional China untuk tetap waspada terhadap strategi "Indo-Pasifik" dari Washington.

Baca juga: China Luncurkan Rudal di Laut China Selatan, Pentagon Ungkit Perjanjian 2002

Itu karena menurutnya, strategi tersebut menghadirkan "risiko keamanan" yang jelas untuk Asia Timur.

"Apa yang (AS) kejar adalah untuk meneriakkan mentalitas perang dingin kuno dan memulai konfrontasi di antara berbagai kelompok dan blok, dan memicu persaingan geopolitik," kata Wang.

Halaman:

Sumber www.rt.com
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Biden Dilantik, Korea Selatan Ingin AS Lanjutkan Pembicaraan dengan Korea Utara

Setelah Biden Dilantik, Korea Selatan Ingin AS Lanjutkan Pembicaraan dengan Korea Utara

Global
Intelijen AS Sebut Peneliti Lab Wuhan Alami Gejala Covid-19 di Musim Gugur 2019

Intelijen AS Sebut Peneliti Lab Wuhan Alami Gejala Covid-19 di Musim Gugur 2019

Global
Tantangan Mi Instan Beku Viral pada Musim Dingin di Rusia

Tantangan Mi Instan Beku Viral pada Musim Dingin di Rusia

Global
AS Kirim Pengebom B-52 ke Timur Tengah, Iran Beri Kritik Pedas

AS Kirim Pengebom B-52 ke Timur Tengah, Iran Beri Kritik Pedas

Global
Seorang Pramugari Bagikan Informasi tentang Apa yang Seharusnya Tidak Pernah Dikonsumsi di Pesawat

Seorang Pramugari Bagikan Informasi tentang Apa yang Seharusnya Tidak Pernah Dikonsumsi di Pesawat

Global
Maling Kaget Ada Anak Kecil di Mobil Curiannya, Balik Lagi lalu Ceramahi Ibunya

Maling Kaget Ada Anak Kecil di Mobil Curiannya, Balik Lagi lalu Ceramahi Ibunya

Global
10 'Kejahatan' yang Bisa Membuat Donald Trump Dijebloskan ke Penjara

10 "Kejahatan" yang Bisa Membuat Donald Trump Dijebloskan ke Penjara

Global
Sejumlah Pimpinan Negara Berupaya “Membendung Kekuatan” Perusahaan Media Sosial Setelah “Sensor” Trump

Sejumlah Pimpinan Negara Berupaya “Membendung Kekuatan” Perusahaan Media Sosial Setelah “Sensor” Trump

Global
Foto-foto Washington DC bak Zona Perang Jelang Pelantikan Joe Biden

Foto-foto Washington DC bak Zona Perang Jelang Pelantikan Joe Biden

Global
RS di Portugal Kewalahan Tangani Pasien Covid-19 yang Terus Melonjak

RS di Portugal Kewalahan Tangani Pasien Covid-19 yang Terus Melonjak

Global
Meski Wajahnya Penuh Cakaran, Bocah Ini Tetap Sayang Kucing Peliharaannya

Meski Wajahnya Penuh Cakaran, Bocah Ini Tetap Sayang Kucing Peliharaannya

Global
Misteri Menghilangnya Huang Yanling, yang Disebut 'Pasien Nol Covid-19'

Misteri Menghilangnya Huang Yanling, yang Disebut "Pasien Nol Covid-19"

Global
 Ledakan Bahan Kimia di Pelabuhan Beirut Diduga Terkait dengan Pengusaha Suriah

Ledakan Bahan Kimia di Pelabuhan Beirut Diduga Terkait dengan Pengusaha Suriah

Global
Jelang Pelantikan Biden, Demonstran Bersenjata Bermunculan di Beberapa Negara Bagian

Jelang Pelantikan Biden, Demonstran Bersenjata Bermunculan di Beberapa Negara Bagian

Global
FBI Cek Personel Garda Nasional, Cegah Adanya Pembangkang Saat Pelantikan Biden

FBI Cek Personel Garda Nasional, Cegah Adanya Pembangkang Saat Pelantikan Biden

Global
komentar
Close Ads X