Filipina Usulkan Batas Usia Boleh Berhubungan Seks secara Legal adalah 16 Tahun

Kompas.com - 13/10/2020, 15:20 WIB
Ilustrasi ISTOCKIlustrasi

MANILA, KOMPAS.com - Di banyak negara berhubungan seks dengan seorang anak berusia 13 tahun akan secara otomatis dianggap tidak pemerkosaan.

Namun di Filipina orang dewasa boleh mengadakan hubungan seksual dengan anak berusia 12 tahun, dan bisa dianggap suka sama suka.

Sekarang Filipina sedang menggodok aturan untuk menaikkan pembatasan usia menjadi 16 tahun guna melindungi anak-anak dari predator seksual yang terkadang menimbulkan korban kematian.

Baca juga: Hati-hati, Tinder Jadi Lahan Bagi Predator Seksual

Salah seorang diantaranya adalah Rosario Baluyot yang menderita selama tujuh bulan sebelum akhirnya meninggal.

Luka bagian dalam yang dialaminya karena tindak pemerkosaan mengakibatkan infeksi di saluran kandungan dekat vagina membuatnya mengalami pendarahan dan kemudian meninggal.

Di nisan makamnya di Olongapo, di pinggiran kota Manila tertulis Rosario berusia 11 tahun ketika dia menghembuskan napas terakhir pada 1987.

Namun karena dia tidak memiliki akte kelahiran dan juga bukti lain yang menunjukkan usianya menjadi salah satu faktor bagi pengadilan guna membebaskan pelakunya, karena di Filipina batas usia untuk boleh berhubungan seksual adalah 12 tahun.

Kasusnya kemudian menjadi sebuah buku berjudul Rosario is Dead dan berakhir dengan adanya perubahan hukum penting di Filipina.

Kemudian di 1992 muncul aturan untuk memberikan perlindungan lebih kuat bagi anak-anak dari pelecehan dan eksploitasi seksual.

Baca juga: 5 Remaja di Cianjur Jadi Tersangka Kasus Pemerkosaan Anak

Namun batas usia tetap tidak berubah, tetap 12 tahun, dan itu tercantum resmi dalam Kitab UU Pidana Filipina yang dibuat pada 1930.

Sekarang parlemen negara tersebut sedang membahas RUU untuk menaikkan batas usia menjadi 16 tahun.

Pembuktian bahwa seseorang berusia 12 tahun

Heinrich Stefan Ritter seorang dokter asal Austria pada awalnya dinyatakan bersalah dalam kasus Rosaria dengan tuduhan "pemerkosaan berakhir kematian".

Dia diputuskan harus membayar "denda dan hukuman moral" dan diusir pulang dan tidak boleh kembali lagi ke Filipina.

Dalam kasus banding pengacara Dr Ritter mengatakan bahwa Rosario berusia 13 tahun sehingga berusia di atas ambang yang diperbolehkan.

Juga bahwa Rosario adalah pelacur jalanan yang menjual dirinya bagi siapa saja yang mau membayar.

Baca juga: Dugaan Pemerkosaan Anak di P2TP2A dan Urgensi RUU PKS Menurut Komnas Perempuan

Di banyak negara berhubungan seks dengan seorang anak berusia 13 tahun sudah otomatis dinyatakan sebagai tindak pemerkosaan.

Namun di Filipina orang dewasa bisa memiliki hubungan seksual resmi dengan anak berusia 12 tahun dan mengatakan itu hubungan suka sama suka.

Ini adalah pembatasan usia terendah di Asia dan batasan usia kedua terendah di dunia setelah Nigeria dimana batas usia adalah 11 tahun.

Di beberapa negara Timur Tengah dan Afrika, tidak ada batasan usia namun ada larangan hubungan seksual di luar pernikahan.

Dalam kasus Rosario, Mahkamah Agung Filipina memutuskan bahwa adalah tugas pihak penuntut untuk membuktikan bahwa Rosario berusia di bawah 12 tahun ketika tindak hubungan seksual terjadi.

Pihak penuntut tidak bisa membuktikan hal tersebut dan Dr Ritter asal Austria ini dibebaskan dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan.

Baca juga: ICJR Desak Aparat Usut Tuntas Dugaan Pemerkosaan Anak oleh Kepala P2TP2A

Menaikkan batas usia menjadi 16 tahun

Sekarang 33 tahun setelah kematian Rosario, politisi Filipina sedang mempertimbangkan untuk menaikkan batas usia hubungan seksual dari 12 tahun menjadi 16 tahun.

"Reformasi hukum ini mendesak dilakukan karena di Filipina angka kekerasan terhadap anak-anak tinggi," kata Kepala Urusan Perlindungan Anak badan dunia PBB UNICEF Patrizia Benvenuti.

""UNICEF dan komunitas hak anak-anak sudah melakukan lobi dan berkampanye secara aktif selama bertahun-tahun untuk isu ini."

RUU yang diperkirakan akan lolos dalam sidang Kongres Parlemen Filipina pada November akan menyatakan bahwa orang dewasa yang memiliki hubungan seksual dengan mereka yang berusia di bawah 16 tahun akan otomatis dinyatakan bersalah melakukan pemerkosaan.

Baca juga: Kekerasan Seksual di Mesir, Melawan Budaya Diam

Orang dewasa ini tidak lagi bisa menggunakan alasan bahwa hubungan itu berdasarkan suka sama suka.

Bernadette Madrid, direktur Unit Perlindungan Anak-anak Filipina mengatakan aturan baru ini akan mengurangi jumlah kasus pelecehan terhadap anak-anak.

"Dari berbagai studi yang ada, semakin tinggi batas usia, jumlah kasus pelecehan seksual menurun," katanya.

"Jadi ada hubungan langsung antara faktor usia dan penurunan kasus pemerkosaan."

Statistik menunjukkan bahwa angka pemerkosaan terhadap anak-anak dan juga pelecehan seksual di negara tersebut mengejutkan.

Rerata seorang perempuan atau anak diperkosa tiap empat jam menurut Centre for Women's Resources.

Sekitar tujuh dari 10 korban adalah anak-anak.

Baca juga: Bayi Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Rekamannya Disebar, Polisi Buru Pelaku

Dan banyak diantara korban pemerkosaan itu adalah anak laki-laki.

Penelitian secara nasional menemukan bahwa satu dari lima anak-anak berusia antara 13 sampai 17 tahun pernah mengalami kekerasan seksual.

Namun angka untuk anak laki-laki lebih tinggi yaitu 24,5 persen dibandingkan anak perempuan yaitu 18,2 persen.

Sampai sekarang kelompok pelindung hak anak-anak mengatakan pelaku tindak kekerasan terhadap anak laki-laki mendapat hukuman lebih ringan dibandingkan hukuman terhadap pemerkosaan terhadap anak perempuan.

Diharapkan dalam perubahan UU ini, anak-anak laki-laki juga akan mendapat perlindungan yang sama.

Pelaku bisa dikenai hukuman maksimum 40 tahun penjara bila dinyatakan bersalah.

Baca juga: Kementerian PPPA: Sejak Januari hingga Juli 2020 Ada 2.556 Anak Korban Kekerasan Seksual


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Philip Meninggal Dunia | Penganggur Dapat Rp 13 Juta Sebulan di Finlandia

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Pangeran Philip Meninggal Dunia | Penganggur Dapat Rp 13 Juta Sebulan di Finlandia

Global
21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

Global
St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

Global
Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Global
Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Global
Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Global
Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Global
Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Global
Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Global
Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Internasional
Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Global
[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

Internasional
Diaspora Indonesia Luncurkan Program Mengajar dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Diaspora Indonesia Luncurkan Program Mengajar dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Global
Pemuda Myanmar Sebar “Molotov” Lawan Pemutusan Internet Junta

Pemuda Myanmar Sebar “Molotov” Lawan Pemutusan Internet Junta

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

Internasional
komentar
Close Ads X