3 Minggu Jelang Pilpres AS Biden Perlebar Keunggulan atas Trump Jadi 2 Digit

Kompas.com - 13/10/2020, 14:29 WIB
Calon Presiden Partai Republik Presiden Petahana Donald Trump berdebat dengan Calon Presiden Partai Demokrat mantan Wakil Presiden Joe Biden di kampus Universitas Case Western Reserve, Cleveland, Ohio, Selasa malam (29/09/2020)  AFP via GETTY IMAGES/JIM WATSONCalon Presiden Partai Republik Presiden Petahana Donald Trump berdebat dengan Calon Presiden Partai Demokrat mantan Wakil Presiden Joe Biden di kampus Universitas Case Western Reserve, Cleveland, Ohio, Selasa malam (29/09/2020)

DETROIT, KOMPAS.com – Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Joe Biden semakin perkasa memimpin atas presiden petahana Donald Trump, dalam survei jelang pilpres AS 2020.

Rekapitulasi hasil survei sepekan terakhir oleh Kompas.com menunjukan eks wapres Barack Obama itu memperlebar jarak menjadi dua digit atas Trump di survei nasional.

Virus corona tenggelamkan Trump

Tiga survei nasional dengan metode live interview terhadap likely voters memberikan keunggulan telak 10 poin, 12 poin, dan 16 poin kepada Biden.

Survei Fox News menunjukan Senator Delaware 1973-2009 itu memimpin 53 persen berbanding 43 persen yang diraih Trump.

Baca juga: Intip Koleksi Arloji Joe Biden, Harga Seiko-nya Mengagetkan

Biden juga digdaya di survei ABC News/The Washington Post dengan keunggulan meyakinkan 55 persen berbanding 43 persen.

Angka yang mempertegas status favorit dan dominasi Biden adalah survei CNN yang merupakan keunggulan terbesar Biden sejak dia mencalonkan diri. Suami Jill Biden itu dipilih 57 persen calon pemilih. Hanya 41 persen yang menjawab akan memilih kembali Trump.

Faktor utama keperkasaan Biden adalah kepercayaan tinggi yang diberikan pemilih terhadapnya dalam penanganan pandemi Covid-19.

Sebanyak 59 persen menurut survei CNN menyatakan Biden jauh lebih kompeten menangani pandemi, dibandingkan dengan 38 persen yang percaya terhadap Trump.

Presiden berusia 74 tahun itu juga mendapat penilaian buruk di survei ABC News/The Washington Post.

Total 58 persen tidak setuju dengan kebijakan penanganan virus oleh Gedung Putih, sedangkan 66 persen atau duapertiga pemilih mengkritik Trump yang dinilai gagal mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk memperlambat penyebaran virus corona.

Baca juga: Donald Trump Negatif Covid-19 Jelang Kampanye di Florida

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Tengah Wabah Covid-19, Hukuman Mati di Negara Ini Meroket

Di Tengah Wabah Covid-19, Hukuman Mati di Negara Ini Meroket

Global
Model Ukraina yang Berpose Telanjang di Dubai Dideportasi, Dilarang Kembali selama 5 Tahun

Model Ukraina yang Berpose Telanjang di Dubai Dideportasi, Dilarang Kembali selama 5 Tahun

Global
Caroline Jurie Mundur dari Mrs World Setelah Copot Paksa Mahkota Mrs Sri Lanka

Caroline Jurie Mundur dari Mrs World Setelah Copot Paksa Mahkota Mrs Sri Lanka

Global
Gadis Kulit Hitam Ini Ditembak Mati Beberapa Menit sebelum Pembunuh George Floyd Divonis

Gadis Kulit Hitam Ini Ditembak Mati Beberapa Menit sebelum Pembunuh George Floyd Divonis

Global
Penularan Covid-19 di India Capai Tingkat Harian Tertinggi, Apa yang Bisa Dipelajari?

Penularan Covid-19 di India Capai Tingkat Harian Tertinggi, Apa yang Bisa Dipelajari?

Global
Rusia Pemerkan Pembuatan Awal Stasiun Luar Angkasanya Sendiri, Siap Luncur 2025

Rusia Pemerkan Pembuatan Awal Stasiun Luar Angkasanya Sendiri, Siap Luncur 2025

Global
Pria Ini Potong Ibunya Jadi 1.000 Bagian, dan Diumpankan ke Anjing

Pria Ini Potong Ibunya Jadi 1.000 Bagian, dan Diumpankan ke Anjing

Global
Tuntut Solidaritas, Ceko Minta Uni Eropa Usir Diplomat Rusia

Tuntut Solidaritas, Ceko Minta Uni Eropa Usir Diplomat Rusia

Global
Perempuan Berdaya: 7 Wanita Berpengaruh dari Zaman Keemasan Peradaban Islam

Perempuan Berdaya: 7 Wanita Berpengaruh dari Zaman Keemasan Peradaban Islam

Internasional
Junta Militer Myanmar Bertindak Brutal, Hampir 250.000 Orang Mengungsi

Junta Militer Myanmar Bertindak Brutal, Hampir 250.000 Orang Mengungsi

Global
Pangeran Harry Lewatkan Ulang Tahun Ratu Elizabeth II, Pilih Pulang ke AS

Pangeran Harry Lewatkan Ulang Tahun Ratu Elizabeth II, Pilih Pulang ke AS

Global
Pengadilan Spanyol Perintahkan European Super League Jalan Terus

Pengadilan Spanyol Perintahkan European Super League Jalan Terus

Global
Produsen China Jual Body Suit Badan Kekar, Bentuk Ototnya Realistis

Produsen China Jual Body Suit Badan Kekar, Bentuk Ototnya Realistis

Global
Peringatan WHO: Kematian Akibat Covid-19 Naik Cepat, Dunia Catat Infeksi Baru Terbesar Sejak Pandemi Dimulai

Peringatan WHO: Kematian Akibat Covid-19 Naik Cepat, Dunia Catat Infeksi Baru Terbesar Sejak Pandemi Dimulai

Global
Pensiunan Jenderal Israel Akui Tak Mudah Lumpuhkan Program Nuklir Iran

Pensiunan Jenderal Israel Akui Tak Mudah Lumpuhkan Program Nuklir Iran

Global
komentar
Close Ads X