Kompas.com - 13/10/2020, 13:46 WIB
Ilustrasi rudal. SHUTTERSTOCKIlustrasi rudal.

Sementara senjata ketiga adalah sensor eksternal untuk F-16 yang memungkinkan transmisi citra dan data real-time dari pesawat yang dikirimkan ke stasiun di darat.

Baca juga: Taiwan Gelontorkan Uang Hampir Rp 13,3 Triliun untuk Lawan Serangan Udara China

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS mengatakan tidak akan mengomentari kabar penjualan senjata kepada Taiwan tersebut.

"Sebagai urusan kebijakan, AS tidak mengkonfirmasi atau mengomentari penjualan atau transfer pertahanan yang diusulkan sampai secara resmi diberitahukan kepada Kongres,” kata juru bicara tersebut.

Komite Hubungan Luar Negeri dari Senat AS dan DPR memiliki hak untuk meninjau dan memblokir penjualan senjata di bawah proses peninjauan informal sebelum Kementerian Luar Negeri AS mengirimkan pemberitahuan resminya ke cabang legislatif.

Di sisi lain, Kantor Perwakilan Taiwan di Washington mengatakan tidak bersedia memberikan komentar terkait kabar tersebut.

Kementerian Pertahanan Taiwan juga menolak untuk berkomentar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Anggaran Militer Taiwan Naik Rp 18 Triliun, tetapi Belum Cukup untuk Lawan China

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X