PBB: Warga Gaza Mengais Sampah Demi Mendapatkan Makanan

Kompas.com - 13/10/2020, 12:52 WIB
Pelajar Palestina di Gaza menyaksikan bangunan yang dihancurkan oleh serangan udara Israel di dekat sekolah mereka yang rusak, Selasa (7/5/2019). (REUTERS/Mohammed Salem)
MOHAMMED SALEMPelajar Palestina di Gaza menyaksikan bangunan yang dihancurkan oleh serangan udara Israel di dekat sekolah mereka yang rusak, Selasa (7/5/2019). (REUTERS/Mohammed Salem)

GAZA CITY, KOMPAS.com - Saking miskinnya, sejumlah warga di Gaza sampai mengais sampah demi mendapat makanan sebagaimana dilaporkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa ( PBB).

Di seluruh Lebanon, Suriah, Yordania, Gaza, dan tempat lain, pengungsi Palestina juga menderita karena pandemi virus corona.

Kepala Badan Bantuan PBB untuk Palestina ( UNRWA) Philippe Lazzarini mengatakan warga Gaza terus menghadapi keputusasaan.

"Di Gaza, orang-orang mengais sampah. Semakin banyak orang yang berjuang untuk menyediakan satu atau dua makanan sehari untuk keluarga mereka,” kata Lazzarini.

Baca juga: PBB: Israel Hancurkan Lebih dari 500 Bangunan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada 2020

Dia mengatakan kondisi memprihatinkan yang dialami warga Gaza mengacu pada laporan UNRWA di daerah kantong tersebut.

Lazzarini ditunjuk sebagai komisaris jenderal UNRWA pada April dan memimpinnya pada saat badan tersebut mengalami krisis yang parah.

UNRWA dihadapkan dengan ancaman kehancuran finansial yang tampaknya permanen sebagaimana dilansir dari The Guardian, Senin (12/10/2020).

Selain itu, mereka juga mengalami kerenggangan dengan donator terbesarnya, Amerika Serikat ( AS), yang mengklaim badan tersebut “cacat dan tak dapat diperbaiki”.

Baca juga: Israel Bom Gaza Setelah Diserang Menggunakan 2 Roket

Ancaman virus corona juga turut mengguncang kamp-kamp pengungsi di Timur Tengah, tempat tinggal bagi 5,6 juta orang Palestina yang didukung oleh UNRWA.

Sementara itu, kemungkinan aneksasi Israel atas Tepi Barat yang diduduki tampak mengancam akan melumpuhkan pekerjaan UNRWA di sana.

Di sisi lain, UNRWA juga dihantam skandal nepotisme yang membuat mantan kepala UNRWA mengundurkan diri tahun lalu.

Baca juga: Gaza Kian Membara, Israel dan Hamas Terus Adu Tembak 3 Minggu Terakhir

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X