Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Halloween, Pemerintah Jepang Larang Yakuza Beri Permen untuk Anak-anak

Kompas.com - 12/10/2020, 17:45 WIB
Miranti Kencana Wirawan

Penulis

TOKYO, KOMPAS.com - Jelang Halloween di akhir bulan Oktober tahun ini, pemerintah Jepang melarang kelompok Yakuza untuk memberikan permen kepada anak-anak.

Melansir SoraNews24, majelis prefektur Hyogo dengan suara bulat menyepakati proposal untuk merevisi Organized Crime Exclusion Ordinances pada Senin (12/10/2020).

Ketentuan baru ditambahkan dalam aturan itu bahwa Yamaguchi-gumi, salah satu klan yakuza terbesar di Jepang dilarang memberikan permen kepada anak-anak selama Halloween di markas mereka di Kobe, Jepang.

Baca juga: Komik Gokushufudo: Yakuza Alih Profesi Jadi Bapak Rumah Tangga?

Selama ini diketahui bahwa klan Yamaguchi-gumi telah memberikan permen kepada anak-anak di markas mereka selama Halloween sejak tahun 2013 silam.

Melansir Telegraph, anak-anak di Jepang juga dilarang memasuki kantor mereka. Anggota Yakuza itu juga dilarang memberikan uang mau pun hadiah berbentuk apapun kepada anak-anak.

Termasuk menghubungi anak-anak di bawah umur melalui telepon dan surel, serta mendorong anak-anak untuk bergabung dengan kelompok bawah tanah itu.

Baca juga: Jumlah Yakuza di Jepang Terus Menurun selama 14 Tahun Terakhir

Peraturan baru itu diperkirakan akan mulai berlaku pada 26 Oktober mendatang. Peraturan itu sudah didiskusikan sejak Juli lalu karena adanya peningkatan kasus kekerasan geng di prefektur Hyogo sejak tahun lalu.

Mereka yang melanggar akan menghadapi sanksi penjara sampai 6 bulan lamanya serta membayar denda 500.000 yen Jepang atau sekitar Rp 70 juta.

Menurut Jake Adelstein, penulis "Tokyo Vice: An American Reporter on the Police Beat in Japan", pihak berwenang sengaja memberlakukan aturan itu untuk mengucilkan Yamaguchi-gumi dari hubungan baik bersama masyarakat.

Baca juga: Bantu Penangkapan Anggota Yakuza, Seekor Anjing Diberi Penghargaan

 

Karena, agenda pemberian permen itu mampu menarik kaum muda untuk bergabung dengan mereka.

"Mereka telah mencoba untuk mengucilkan geng ini dari masyarakat selama beberapa tahun dan ini hanyalah langkah terbaru untuk melakukan itu."

Otoritas Jepang juga menjauhkan orang-orang dari fasilitas geng mana pun untuk mencegah mereka terluka atau terbunuh dalam perseteruan yang sedang berlangsung antara kelompok yakuza saingan Yamaguchi-gumi.

Baca juga: 12 Yakuza Dibekuk Terkait Kasus Pembunuhan 5 Tahun Silam

"Dengan menekan seperti ini, mereka berharap untuk menghilangkan darah baru mereka karena usia rata-rata seorang 'yakuza' sekarang adalah 50 dan mereka berjuang untuk menarik anggota baru," tambah Adelstein.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Invasi Rusia ke Ukraina Menimbulkan Emisi Karbon yang Besar

Invasi Rusia ke Ukraina Menimbulkan Emisi Karbon yang Besar

Internasional
Rangkuman Hari Ke-841 Serangan Rusia ke Ukraina: Komitmen Keamanan Biden-Zelensky | Bank Rusia Kehabisan Mata Uang Asing

Rangkuman Hari Ke-841 Serangan Rusia ke Ukraina: Komitmen Keamanan Biden-Zelensky | Bank Rusia Kehabisan Mata Uang Asing

Global
Tank-tank Israel Terus Menembus Rafah, Warga Palestina Tak Henti Melarikan Diri

Tank-tank Israel Terus Menembus Rafah, Warga Palestina Tak Henti Melarikan Diri

Global
Inilah Poin-poin Perdebatan dalam Negosiasi Gencatan Senjata Israel-Hamas

Inilah Poin-poin Perdebatan dalam Negosiasi Gencatan Senjata Israel-Hamas

Internasional
Tentara Israel Lakukan 5.698 Pelanggaran Berat pada Anak-anak

Tentara Israel Lakukan 5.698 Pelanggaran Berat pada Anak-anak

Global
Hezbollah Luncurkan Roket dan Drone Langsung ke Pangkalan Militer Israel

Hezbollah Luncurkan Roket dan Drone Langsung ke Pangkalan Militer Israel

Global
 [POPULER GLOBAL] 2.600 Polisi KTT G7 Berjejal Tidur di Kapal Rusak | Warga Gaza Bandingkan Kondisi dengan Hamas

[POPULER GLOBAL] 2.600 Polisi KTT G7 Berjejal Tidur di Kapal Rusak | Warga Gaza Bandingkan Kondisi dengan Hamas

Global
Isi Bantal Leher dengan Barang demi Hindari Biaya Bagasi, Penumpang Ini Dilarang Terbang

Isi Bantal Leher dengan Barang demi Hindari Biaya Bagasi, Penumpang Ini Dilarang Terbang

Global
Warga Gaza Kritik Pemimpin Hamas, Ingin Perang Segera Usai

Warga Gaza Kritik Pemimpin Hamas, Ingin Perang Segera Usai

Global
Wanita Jepang Siapkan Makan Sebulan untuk Suaminya Sebelum Melahirkan

Wanita Jepang Siapkan Makan Sebulan untuk Suaminya Sebelum Melahirkan

Global
Houthi Gunakan Drone Perahu untuk Serang Kapal Komersial

Houthi Gunakan Drone Perahu untuk Serang Kapal Komersial

Global
Tinggal 20 Persen Pohon Sehat di Jerman, Indonesia Bagaimana?

Tinggal 20 Persen Pohon Sehat di Jerman, Indonesia Bagaimana?

Global
Selesaikan Wajib Militer, Jin BTS Langsung Bawakan Hit KPop 'Dynamite'

Selesaikan Wajib Militer, Jin BTS Langsung Bawakan Hit KPop "Dynamite"

Global
Ada Penyiksa dan Pembunuh di Antara Pasukan Penjaga Perdamaian PBB

Ada Penyiksa dan Pembunuh di Antara Pasukan Penjaga Perdamaian PBB

Global
Di Kafe Ini Dilarang Bawa Ponsel, Hanya Boleh Ngobrol dan Bermain Mainan Papan

Di Kafe Ini Dilarang Bawa Ponsel, Hanya Boleh Ngobrol dan Bermain Mainan Papan

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com