Demonstran Serukan Protes Besar Terbaru, Pemerintah Thailand Tak Khawatir

Kompas.com - 12/10/2020, 17:45 WIB
Para demonstran pro-demokrasi mengibarkan bendera nasional di lapangan Sanam Luang, saat berdemo di Bangkok, Thailand, Sabtu (19/9/2020). Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan hari itu untuk mendukung para mahasiswa yang berunjuk rasa mendesak digelarnya pemilu baru dan merombak sistem kerajaan. AP PHOTO/WASON WANICHAKORNPara demonstran pro-demokrasi mengibarkan bendera nasional di lapangan Sanam Luang, saat berdemo di Bangkok, Thailand, Sabtu (19/9/2020). Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan hari itu untuk mendukung para mahasiswa yang berunjuk rasa mendesak digelarnya pemilu baru dan merombak sistem kerajaan.

BANGKOK, KOMPAS.com - Pemerintah Thailand tak khawatir ihwal seruan terbaru dari para mahasiswa yang akan menggelar protes besar lagi pada Rabu (14/10/2020).

Para pemimpin mahasiswa di Thailand terus berusaha meningkatkan tekanan mereka untuk menuntut konstitusi baru dan menggulingkan Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha.

Aksi protes di Thailand sudah berlangsung selama berbulan-bulan. Selama tiga bulan terakhir, aktivis anti-pemerintah juga melanggar tabu dengan menyerukan reformasi terhadap monarki.

Para pengunjuk rasa mengatakan mereka berencana untuk berkumpul pada Rabu di Monumen Demokrasi Bangkok sebelum pindah ke Rumah Dinas Perdana Mentei Thailand dan akan berkemah di sana semalaman.

Baca juga: Menteri Jerman Larang Raja Thailand Memerintah dari Negara Mereka

Wakil Perdana Menteri Thailand Prawit Wongsuwan mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak memprediksi adanya jumlah pengunjuk rasa dalam jumlah besar dalam aksi pada Rabu.

“Kami siap dan tidak khawatir. Saya pikir, kami bisa mengatasinya,” kata Prawit pada Senin (12/10/2020) sebagaimana dilansir dari Reuters.

Para pemimpin protes, yang berorganisasi di bawah panji baru bernama Gerakan Rakyat, mengatakan fokus mereka adalah perubahan konstitusi di hadapan parlemen yang duduk pada 1 November 2019

“Kami juga ingin mengusir Prayuth,” kata Panusaya Sithijirawattanakul, salah satu pemimpin protes.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Ubah Phuket Thailand jadi Pulau Hantu

Panusaya menambahkan bahwa dia mengharapkan lebih banyak orang yang berpartisipasi daripada pada protes bulan lalu di Bangkok.

Para pengunjuk rasa mengatakan konstitusi telah direkayasa untuk memastikan bahwa Prayuth, yang pertama kali merebut kekuasaan dalam kudeta 2014, terus menjabat setelah pemilihan umum tahun lalu.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[Biografi Tokoh Dunia] Penjahat Seksual dan Pembunuh Berantai, Jeffrey Dahmer

[Biografi Tokoh Dunia] Penjahat Seksual dan Pembunuh Berantai, Jeffrey Dahmer

Internasional
Gaji Karyawan Ini Dipotong Rp 3 Juta karena Kelamaan di Toilet

Gaji Karyawan Ini Dipotong Rp 3 Juta karena Kelamaan di Toilet

Global
Akhir Dinasti Castro, Raul Mengundurkan Diri dari Partai Komunis Kuba

Akhir Dinasti Castro, Raul Mengundurkan Diri dari Partai Komunis Kuba

Global
Belajar dari Tsunami Kasus Covid-19 di India: Terlena Pangkal Petaka

Belajar dari Tsunami Kasus Covid-19 di India: Terlena Pangkal Petaka

Global
Begini Cara Pangeran William dan Kate Middleton Bantu Tiga Anaknya Berkabung atas Pangeran Philip

Begini Cara Pangeran William dan Kate Middleton Bantu Tiga Anaknya Berkabung atas Pangeran Philip

Global
Penerima Vaksin Pfizer Mungkin Butuh Dosis Ketiga Setelah 6-12 Bulan

Penerima Vaksin Pfizer Mungkin Butuh Dosis Ketiga Setelah 6-12 Bulan

Global
Rusia Blokir Laut Hitam, NATO Tak Terima

Rusia Blokir Laut Hitam, NATO Tak Terima

Global
Pelaku Penembakan Indianapolis Mantan Pegawai FedEx, Bermotif Rasial atau Etnik

Pelaku Penembakan Indianapolis Mantan Pegawai FedEx, Bermotif Rasial atau Etnik

Global
Persiapan Pemakaman Pangeran Philip: William-Harry Dipisah, Ratu Duduk Sendiri

Persiapan Pemakaman Pangeran Philip: William-Harry Dipisah, Ratu Duduk Sendiri

Global
Pihak Berwenang AS Sudah Diperingatkan Soal Potensi Serangan Pelaku Penembakan Indianapolis Tahun Lalu

Pihak Berwenang AS Sudah Diperingatkan Soal Potensi Serangan Pelaku Penembakan Indianapolis Tahun Lalu

Global
Penembakan Indianapolis: Gedung Putih Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Penembakan Indianapolis: Gedung Putih Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Global
Penembakan Indianapolis 8 Tewas, Pelaku Teridentifikasi Berusia 19 Tahun

Penembakan Indianapolis 8 Tewas, Pelaku Teridentifikasi Berusia 19 Tahun

Global
[POPULER GLOBAL] Covid-19 Memburuk di Brasil | Jet Rusia Cegat Pesawat AS

[POPULER GLOBAL] Covid-19 Memburuk di Brasil | Jet Rusia Cegat Pesawat AS

Global
Cerita Anak-anak Indonesia, Mengenang Jasa Pangeran Philip dalam Hidup Mereka

Cerita Anak-anak Indonesia, Mengenang Jasa Pangeran Philip dalam Hidup Mereka

Global
6 Makhluk Mitologi Populer dari Zaman Kuno

6 Makhluk Mitologi Populer dari Zaman Kuno

Internasional
komentar
Close Ads X