Kasus Covid-19 Bertambah 6, China Akan Uji 9 Juta Penduduk Kota

Kompas.com - 12/10/2020, 16:48 WIB
Salah seorang pasien virus corona yang mendapatkan penanganan tim medis di China. Reuters via BBCSalah seorang pasien virus corona yang mendapatkan penanganan tim medis di China.

QINGDAO, KOMPAS.com - China berencana menguji lebih dari 9 juta penduduk kota pelabuhan Qingdao dalam lima hari ke depan, setelah muncul penyebaran kecil wabah virus corona.

Keterangan itu disampaikan pejabat kesehatan pada Senin (12/10/2020), dan merupakan pengujian massal pertama dalam beberapa bulan.

Pada Minggu (11/10/2020) enam kasus dikonfirmasi di Qingdao yang berpenduduk 9,4 juta. Kasus-kasus itu berasal dari rumah sakit, kata komisi kesehatan Qingdao dalam pernyataannya hari ini.

Baca juga: Belum Selesai Virus Corona, China Kini Diserang Norovirus

Lima distrik akan diuji dalam tiga hari, dan semua penduduk kota dites dalam lima hari menurut pernyataan itu. Namun, para pejabat tidak memberikan angka pasti berapa orang yang akan dites.

Diberitakan AFP, China memiliki kemampuan tes cepat dan ekstensif. Komisi Kesehatan mengatakan, lebih dari 140.000 karyawan "institusi medis, pasien,dan personal yang baru dirawat" sudah dites di Qingdao sejak kasus-kasus itu dikonfirmasi.

Sebelumnya pada Juni sebagian besar wilayah ibu kota Beijing menggelar tes massal, setelah kota berpenduduk lebih dari 20 juta itu mendeteksi kasus virus corona yang terkait dengan pasar makanan.

Baca juga: Update Covid-19 di Dunia: Kematian di Brasil Capai 150.000 | Gerak Cepat China

"Negeri Panda" kini telah bangkit sejak virus bernama resmi SARS-CoV-2 itu muncul akhir tahun lalu, yang membuat salah satu negara poros perekonomian dunia itu harus lockdown.

Ratusan juta orang bepergian ke seluruh China dalam liburan Golden Week pekan lalu, sementara cepatnya tes dan lockdown berkontribusi menekan munculnya wabah Covid-19 gelombang kedua.

China juga sangat berambisi menjadi yang pertama menghasilkan vaksin corona. Beberapa perusahaan kini sudah memasuki uji coba tahap akhir.

Meski belum terbukti manjur, vaksin telah disuntikkan ke ratusan ribu pekerja dan tentara.

Baca juga: China Tuduh Taiwan Kirim Mata-mata, Taipei Berang

Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X