Mengenal Carlo Acutis, Santo Pelindung Internet

Kompas.com - 12/10/2020, 15:13 WIB
Carlo Acutis diberi gelar Beato oleh Paus Fransiskus di Assisi, Italia, Minggu (11/10/2020) dan hari kematiannya, 12 Oktober akan selalu diperingati setiap tahun. @SClareOfAssisiCarlo Acutis diberi gelar Beato oleh Paus Fransiskus di Assisi, Italia, Minggu (11/10/2020) dan hari kematiannya, 12 Oktober akan selalu diperingati setiap tahun.

Antonia mengatakan, putranya itu sudah mempunyai cinta yang khusus kepada Tuhan. Sangat kontras jika dibandingkan dirinya.

Sang ibu menuturkan selama ini, dia hanya mengikuti misa saat menerima komuni pertama, Sakramen Krisma, hingga ketika menikah.

Sebaliknya setelah mendapatkan komuni pertama, Carlo selalu menyiapkan momen hening sebelum dan sesudah misa, serta suka berdoa rosario.

Saat duduk di bangku SD, dia belajar coding dari buku sains komputer untuk mahasiswa, dan secara otodidak mengedt video dan membuat animasi.

Baca juga: Basilika Santo Petrus di Vatikan Mulai Dibuka untuk Wisatawan

2. Berkat melalui internet

Dia mendapatkan gelar tak resmi sebagai Santo pelindung internet, karena semasa hidup, dia membuat sejumlah program yang berguna untuk umat Katolik.

Di antaranya adalah katalog bagi mereka yang mengalami mukjizat hingga menangani sejumlah situs milik organisasi Katolik setempat.

Dalam homili (khotbah), Kardinal Vallini mengatakan si remaja melihat dunia maya sebagai tempat untuk bertanggung jawab, bukan diperbudak.

"Carlo menggunakan internet untuk melakukan pelayanan, dan menjangkau sebanyak mungkin orang," ujar Kardinal Vallini di Basilika Santo Fransiskus Assisi.

Di situs mukjizat Ekaristi yang dia bangun, dia menyatakan "semakin sering kita Ekaristi, semakin kita akan menjadi seperti Yesus, sehingga di Bumi kita akan merasakan Surga."

Baca juga: Jelang Malam Natal, Petugas Gabungan Periksa Keamanan Gereja Katolik Santo Barnabas Pamulang

3. Jatuh sakit, persembahkan penderitaan untuk Tuhan dan Gereja

Ketika remaja, Carlo Acutis sudah didiagnosa terkena leukemia. Saat itu, dia menyatakan mempersembahkan penderitaannya untuk Tuhan dan gereja.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X