IAEA: Buat 1 Bom Nuklir Saja, Iran Tak Punya Cukup Uranium

Kompas.com - 12/10/2020, 09:59 WIB
Foto yang dirilis pada 9 April 2019 oleh kantor kepresidenan Iran, menampilkan Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) saat mengunjungi fasilitas teknologi nuklir Iran di Teheran. AFP PHOTO / HANDOUTFoto yang dirilis pada 9 April 2019 oleh kantor kepresidenan Iran, menampilkan Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) saat mengunjungi fasilitas teknologi nuklir Iran di Teheran.

ZURICH, KOMPAS.com - Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengatakan Iran tak punya cukup uranium meski hanya untuk membuat satu bom nuklir.

Pernyatan itu disampaikan IAEA kepada media Austria, Die Presse, yang diterbitkan pada Sabtu (10/10/2020) di situs web mereka.

“Orang Iran terus memperkaya uranium, dan pada tingkat yang jauh lebih tinggi daripada yang telah mereka janjikan. Dan jumlah ini meningkat dari bulan ke bulan,” kata kepala IAEA, Rafael Grossi, kepada Die Presse sebagaimana dilansir dari Reuters.

Ditanya tentang berapa lama Iran perlu membangun senjata nuklir, Grossi mengatakan Iran tidak punya cukup uranium.

Baca juga: Ini Balasan Iran, Setelah Diancam Kasar Trump Dont F... With Us

“Kami melihat pada kuantitas yang signifikan, jumlah minimum uranium atau plutonium yang diperkaya yang dibutuhkan untuk membuat bom atom. Iran tidak memiliki jumlah yang signifikan saat ini,” kata Grossi.

Dia menambahkan pihaknya tidak mengetahui kapan tepatnya Iran dapat membuat bom nuklir sendiri.

Beberapa waktu lalu, negara-negara barat terutama Amerika Serikat (AS) khawatir Iran akan mengembangkan senjata nuklir.

Iran terus membantah tuduhan tersebut dan menyangkal pernah memiliki program senjata nuklir.

Baca juga: Bahas Soal Nuklir, Trump Ancam Iran: Dont F*** With Us

Negara tersebut menyatakan program nuklirnya murni untuk tujuan energi.

Laporan IAEA triwulanan terbaru tentang Iran, yang diterbitkan bulan lalu, mengatakan negara itu memiliki 2.105,4 kg uranium yang diperkaya.

Jumlah tersebut jauh di atas batas 202,8 kg dalam kesepakatan nuklir 2015 yang ditandatangani negara-negara besar.

Namun, sebagian kecil dari uranium yang diperkaya telah dimiliki Iran sebelum kesepakatan.

Baca juga: China Dukung Iran di Perjanjian Nuklir, Serukan Forum Baru di Timur Tengah

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pangeran Harry Lewatkan Ulang Tahun Ratu Elizabeth II, Pilih Pulang ke AS

Pangeran Harry Lewatkan Ulang Tahun Ratu Elizabeth II, Pilih Pulang ke AS

Global
Pengadilan Spanyol Perintahkan European Super League Jalan Terus

Pengadilan Spanyol Perintahkan European Super League Jalan Terus

Global
Produsen China Jual Body Suit Badan Kekar, Bentuk Ototnya Realistis

Produsen China Jual Body Suit Badan Kekar, Bentuk Ototnya Realistis

Global
Peringatan WHO: Kematian Akibat Covid-19 Naik Cepat, Dunia Catat Infeksi Baru Terbesar Sejak Pandemi Dimulai

Peringatan WHO: Kematian Akibat Covid-19 Naik Cepat, Dunia Catat Infeksi Baru Terbesar Sejak Pandemi Dimulai

Global
Pensiunan Jenderal Israel Akui Tak Mudah Lumpuhkan Program Nuklir Iran

Pensiunan Jenderal Israel Akui Tak Mudah Lumpuhkan Program Nuklir Iran

Global
Gadis Kulit Hitam Ditembak Mati Polisi, Bertepatan dengan Putusan Sidang George Floyd

Gadis Kulit Hitam Ditembak Mati Polisi, Bertepatan dengan Putusan Sidang George Floyd

Global
200.000 Infeksi Baru Covid-19 Setiap Hari, PM India Tetap Larang Lockdown

200.000 Infeksi Baru Covid-19 Setiap Hari, PM India Tetap Larang Lockdown

Global
Ketegangan Meningkat, Duta Besar AS untuk Rusia Tinggalkan Moskwa

Ketegangan Meningkat, Duta Besar AS untuk Rusia Tinggalkan Moskwa

Global
Ulang Tahun Ratu Elizabeth II Hari Ini Akan Berlalu Tanpa Kemeriahan

Ulang Tahun Ratu Elizabeth II Hari Ini Akan Berlalu Tanpa Kemeriahan

Global
Ustaz Malaysia Kini Banjir Dukungan Usai Jelaskan Pandangannya atas Kontroversi Foto Bareng Selebgram Seksi

Ustaz Malaysia Kini Banjir Dukungan Usai Jelaskan Pandangannya atas Kontroversi Foto Bareng Selebgram Seksi

Global
Penindasan Kelompok Agama Minoritas di China dan Myanmar Terparah di Dunia

Penindasan Kelompok Agama Minoritas di China dan Myanmar Terparah di Dunia

Global
Mahathir Mohamad Desak Raja Malaysia Cabut Darurat Nasional

Mahathir Mohamad Desak Raja Malaysia Cabut Darurat Nasional

Global
Dinyatakan Bunuh George Floyd, Derek Chauvin Terancam Dipenjara 75 Tahun

Dinyatakan Bunuh George Floyd, Derek Chauvin Terancam Dipenjara 75 Tahun

Global
Joe Biden Lega Derek Chauvin Dinyatakan Bersalah dalam Kematian George Floyd

Joe Biden Lega Derek Chauvin Dinyatakan Bersalah dalam Kematian George Floyd

Global
Tangis Kebahagiaan Setelah Sidang Pembunuhan George Floyd Berakhir Manis

Tangis Kebahagiaan Setelah Sidang Pembunuhan George Floyd Berakhir Manis

Global
komentar
Close Ads X