Dilahirkan Bidan yang Tidak Lulus Tes, Bayi Ini Alami Kerusakan Otak Parah

Kompas.com - 11/10/2020, 20:24 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

LONDON, KOMPAS.com - Seorang bayi perempuan menderita kerusakan otak parah akibat dilahirkan oleh bidan yang "dihukum karena tidak kompeten".

Barts Healt Trust di London, Inggris, terancam membayar kompensasi jutaan poundsterling setelah akhirnya mengakui kesalahannya mengizinkan bidan itu membantu persalinan.

Sophie Addo bidan yang mengurusi persalinan itu seharusnya tidak bertugas, karena telah "dikeluarkan dari pekerjaan di semua area rumah sakit" beberapa hari sebelumnya.

Penyebabnya adalah gagal dalam kursus pelatihan ulang tentang cara membaca monitor detak jantung.

Baca juga: Berbulan-bulan Tidak Ganti Masker, Dokter Muda Meninggal karena Pendarahan Otak

Akan tetapi bidan berusia 58 tahun itu mengaku tidak diberitahu tentang hukumannya, dan anehnya staf di unit persalinan rumah sakit pun juga tidak tahu.

Sebelum insiden di Barts Helth Trust, Addo juga tersandung kasus serupa di Rumah Sakit Universitas Newham, London, yang menyebabkan bayi baru lahir menderita kerusakan otak serius.

Diberitakan Daily Mail pada Minggu (11/10/2020), Addo adalah pegawai outsourcing yang sudah pensiun. Dia mendapat larangan kerja akibat tidak lulus tes di kursus pelatihan ulang kardiotografi pada 21 Februari 2017.

Meski begitu dia mendapat panggilan tugas di unit bersalin rumah sakit pada 3 Maret 2017, ketika seorang ibu berusia 29 tahun tiba untuk melahirkan anak pertamanya.

Baca juga: Duduk Perkara di Balik Kematian Dokter Muda yang Berbulan-bulan Tak Ganti Masker

Tidak diketahui persis bagaimana prosedur bayi itu dilahirkan lewat operasi darurat, tapi dia harus diresusitasi dan kemudian mengalami kerusakan otak parah yang berakibat kelainan  cerebral palsy.

Keluarga lalu mengajukan tuntutan perdata ke pengadilan, dan Paul McNeil dari firma hukum Fieldsheir mengatakan, sang ibu yang sekarang berusia 33 tahun merasa hancur dan pelajaran harus diambil agar tidak terjadi kasus serupa.

Halaman:

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selesai Dilantik, Biden Langsung Teken 3 Keppres

Selesai Dilantik, Biden Langsung Teken 3 Keppres

Global
Jungkat-jungkit Pink di Tembok Perbatasan AS-Meksiko Menang Penghargaan Desain

Jungkat-jungkit Pink di Tembok Perbatasan AS-Meksiko Menang Penghargaan Desain

Global
Bagaimana Pengamanan di Gedung Capitol Pasca Pelantikan Joe Biden

Bagaimana Pengamanan di Gedung Capitol Pasca Pelantikan Joe Biden

Global
Gagal Pecahkan Kasus Pramugari Christine Dacera, Kepala Polisi Makati Akan Dipecat

Gagal Pecahkan Kasus Pramugari Christine Dacera, Kepala Polisi Makati Akan Dipecat

Global
Gempa M 7,0 Guncang Filipina Selatan, Bersamaan dengan Sulawesi Utara

Gempa M 7,0 Guncang Filipina Selatan, Bersamaan dengan Sulawesi Utara

Global
WHO Bocorkan Calon Vaksin Covid-19 Generasi Baru: Ada yang Lewat Hidung dan Cukup 1 Suntikan

WHO Bocorkan Calon Vaksin Covid-19 Generasi Baru: Ada yang Lewat Hidung dan Cukup 1 Suntikan

Global
Netizen Ramai Bicarakan “Sanitizer in Chief” dalam Pelantikan Presiden AS, Siapakah dia?

Netizen Ramai Bicarakan “Sanitizer in Chief” dalam Pelantikan Presiden AS, Siapakah dia?

Global
WHO: Jangan Panik, Semua Akan Kebagian Vaksin Covid-19

WHO: Jangan Panik, Semua Akan Kebagian Vaksin Covid-19

Global
Begini Analisa Ahli Soal Pilihan Kata Dalam Pidato Pelantikan Biden

Begini Analisa Ahli Soal Pilihan Kata Dalam Pidato Pelantikan Biden

Global
Selama Jadi Presiden Trump 30.000 Kali Berbohong, Rata-rata 21 Kali Per Hari

Selama Jadi Presiden Trump 30.000 Kali Berbohong, Rata-rata 21 Kali Per Hari

Global
Misteri Tewasnya Nora Quoirin, Orangtua Akan Gugat Putusan Koroner Malaysia

Misteri Tewasnya Nora Quoirin, Orangtua Akan Gugat Putusan Koroner Malaysia

Global
Pipa Minyak Keystone XL Jadi Topik Telepon Pertama Biden dengan Pemimpin Asing

Pipa Minyak Keystone XL Jadi Topik Telepon Pertama Biden dengan Pemimpin Asing

Global
Piagam Ekstremis Besutan Presiden Perancis Ditolak 3 Kelompok Muslim

Piagam Ekstremis Besutan Presiden Perancis Ditolak 3 Kelompok Muslim

Global
Badan Intelijen AS untuk Pertama Kalinya Dipimpin Seorang Wanita, Ini Pilihan Biden

Badan Intelijen AS untuk Pertama Kalinya Dipimpin Seorang Wanita, Ini Pilihan Biden

Global
Baru Dilantik, Biden Langsung Bawa AS Kembali Ikuti Perjanjian Paris

Baru Dilantik, Biden Langsung Bawa AS Kembali Ikuti Perjanjian Paris

Global
komentar
Close Ads X