Dianggap Mnegandung Konten Tak Senonoh, TikTok Dilarang Pakistan

Kompas.com - 11/10/2020, 13:47 WIB
Ilustrasi TikTok androidpolice.comIlustrasi TikTok

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Pemerintah Pakistan memutuskan melarang aplikasi TikTok karena menganggap kontennya " tak senonoh dan amoral".

Berdasarkan otoritas komunikasi setempat (PTA), larangan diberlakukan setelah mereka menerima keluhan dari berbagai elemen masyarakat.

"Keluhan itu menyangkut kontek tidak senonoh dan tak bermoral yang muncul dalam aplikasi berbagi video itu," jelas pemerintah lokal.

Baca juga: Hakim AS Tangguhkan Upaya Trump Larang Aplikasi TikTok

Saat ini di Pakistan, jumlah pengguna TikTok mencapai 20 juta, dan menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh ketiga setelah WhatsApp dan Facebook.

Pada Juli, Islamabad sempat mengeluarkan peringatan terakhir kepada aplikasi buatan ByteDance itu karena kontennya dianggap provokatif.

Keputusan untuk melarangnya muncul setelah Perdana Menteri Amir Khan untuk memerhatikan secara detil isu ini, dilansir Sky News Sabtu (10/10/2020).

Seorang pejabat Pakistan menyatakan, PM Khan sudah meminta kepada ofisial bidang telekomunikasi untuk memastikan konten yang jadi permasalahan diblokir.

Seiring dengan semakin populer dan menjamurnya penggunanya di seluruh dunia, aplikasi asal China tersebut juga mulai menjadi polemik.

Pemerintah Australia dan AS, misalnya. Mereka ramai-ramai aplikasi itu dianggap masalah keamanan nasional karena diduga berhubungan dengan Beijing.

Baca juga: Fakta Video TikTok Masjid Setel Lagu Kencang, Diedit oleh Mahasiswa, Pelaku Terancam 6 Tahun Penjara

Kemudian Juni, India yang notabene pangsa terbesar juga melarang karena pada saat itu, mereka terlibat konflik perbatasan dengan "Negeri Panda".

Halaman:

Sumber Sky News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X