Aktivis Lingkungan Greta Thunberg Minta Publik AS Pilih Joe Biden

Kompas.com - 10/10/2020, 23:16 WIB
Aktivis lingkungan Greta Thunberg (16), asal Swedia, berbicara dalam KTT Perubahan Iklim di Markas PBB, New York, Senin (23/9/2019). AFP / SPENCER PLATTAktivis lingkungan Greta Thunberg (16), asal Swedia, berbicara dalam KTT Perubahan Iklim di Markas PBB, New York, Senin (23/9/2019).

STOCKHOLM, KOMPAS.com - Aktivis lingkungan Swedia Greta Thunberg menyatakan, dia meminta kepada publik AS untuk memilih kandidat presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Greta menyatakan, siapa pun yang akan menjadi pemenang dalam Pilpres AS di 3 November mendatang bakal memengaruhi upaya melawan perubahan iklim.

Pendiri gerakan Fridays for Future itu dalam kicauannya di Twitter mengatakan, sebelumnya dia tidak pernah bersinggungan dengan partai politik.

Baca juga: Absen Berbulan-bulan, Aktivis Lingkungan Greta Thunberg Kembali Turun ke Jalan

Tetapi, Greta Thunberg mengatakan bahwa Pilpres AS merupakan agenda paling penting menggunakan kacamata perspektif iklim.

Remaja berusia 17 tahun itu melanjutkan, dia memahami betul jika banyak publik AS masih ada yang mendukung petahana Donald Trump.

"Tapi, maksud saya... Anda tahu... Sial! Kalian atur dan pastikan semuanya untuk memilih #Biden," kata Greta dikutip AFP Sabtu (10/10/2020).

Joe Biden berusaha melawan Trump, petahana yang tidak hanya menampik bahaya perubahan iklim. Namun juga merendahkan si aktivis.

Presiden 74 tahun itu pernah berkicau di Twitter bahwa Greta harus menangani problem emosionalnya, seraya menyarankan agar dia menonton film bersama teman.

"Dia nampak seperti gadis muda bahagia yang tengah menatap masa depan yang begitu indah dan membahagiakan," jelas sang presiden.

Trump menanggapi pernyataan Greta di Sidang Umum PBB, di mana dia dengan marah memberikan pernyataan terkenal "beraninya kalian".

Biden, di sisi lain, berusaha menjangkau Greta dan memuji si remaja atas perjuangannya dalam menyadarkan publik akan bahaya perubahan iklim.

Bahkan pada September lalu, majalah Scientific American menyerukan kepada pembacanya untuk mendukung mantan Senator Delaware tersebut.

"Pikirkan bagaimana pilihan ini bias menyelamatkan ilmu pengetahuan daripada menghancurkannya," ujar editor majalah terkenal itu.

Baca juga: Dapat Hadiah Rp 17 Miliar, Aktivis Greta Thunberg Donasikan Semuanya


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

21 Pekerja Terjebak di Tambang Banjir di Xinjiang China

Global
St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

Global
Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Ada Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Australia Atur Ulang Vaksinasi Covid-19

Global
Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Kisah Peter Whitford, Musisi Australia yang Cinta Indonesia dan Mengidolai The Rollies

Global
Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Dua Tahun Tak Bertemu, Pangeran William dan Harry Akan Ambil Bagian dalam Prosesi Pemakaman Pangeran Philip

Global
Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Video Viral Kucing BAB Saat Majikannya Lamaran lalu Kabur dan Hilang

Global
Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Kecelakaan Kereta Mesir, KA Ternyata Melaju Tanpa Masinis dan Asisten

Global
Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Pasukan Garuda di Bangui Afrika Obati Kerinduan pada Tanah Air dengan Siraman Rohani

Global
Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Internasional
Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Rusia Tegaskan Tak Akan Perang dengan Ukraina, tapi...

Global
[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

Internasional
Diaspora Indonesia Luncurkan Program Mengajar dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Diaspora Indonesia Luncurkan Program Mengajar dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Global
Pemuda Myanmar Sebar “Molotov” Lawan Pemutusan Internet Junta

Pemuda Myanmar Sebar “Molotov” Lawan Pemutusan Internet Junta

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

Internasional
Terjadi Kecelakaan di Fasilitas Nuklir Iran, Kedua Kalinya di Natanz sejak 2020

Terjadi Kecelakaan di Fasilitas Nuklir Iran, Kedua Kalinya di Natanz sejak 2020

Global
komentar
Close Ads X