Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Inilah Rudal Balistik Antar Benua Terbaru Korea Utara

Kompas.com - 10/10/2020, 20:54 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

Sumber AFP,Yonhap

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara menunjukkan rudal balistik antar benua (ICBM) yang baru, dalam parade militer untuk merayakan 75 tahun Partai Korea.

ICBM itu dibawa dengan kendaraan transporter erector launche (TEL) mengitari Lapangan Kim Il Sung di Pyongyang, dalam acara yang diduga digelar pada dini hari itu.

TEL yang dipakai untuk mengangkut rudal terbaru itu mempunyai 22 roda, mengindikasikan senjata ini merupakan yang terbesar yang dipunyai Korea Utara.

Baca juga: Korea Utara Bangun Fasilitas untuk Simpan Rudal Balistik

Bahkan, Ankit Panda dari Federasi Ilmuwan AS menyatakan misil itu merupakan "senjata berbahan bakar cair terbesar yang bisa dipindahkan".

Sebagai perbandingan, Hwasong-15 yang merupakan rudal balistik antar benua terbaik Korut saat ini digerakkan oleh TEL sepanjang 18 roda.

Baik pejabat dan ilmuwan setempat mengeklaim seperti diberitakan Yonhap Sabtu (10/10/2020), semakin panjang misil maka semakin jauh terbangnya.

Hwasong-15 dilaporkan mempunyai daya jangkauan hingga 12.874 kilometer, sehingga mampu menjangkau semua daratan utama AS.

Pyongyang juga mempnunyai dua tipe ICBM lain, yakni Hwasong-13 yang bisa melaju hingga 5.500 km dan Hwasong-14 dengan jangkauan 10.058.

Hanya saja berdasarkan keterangan pakar, misil yang dipamerkan di parade militer tersebut tidak bisa mengangkut berbagai jenis hulu ledak.

Baca juga: Korea Utara Diduga Tembakkan Rudal Balistik Saat AS Rayakan Thanksgiving

Itu terlihat dari ujungnya yang lancip. Untuk mengangkut hulu ledak berbeda, pakar menyebut bahwa bentuk senjata tersbeut haruslah lebih bulat.

"Analisa lebih dalam haruslah dilakukan untuk menentukan apakah itu pengembangan terbaru dari Hwasong-15, atau malah Hwasong-16," ujar Kantor Staf Gabungan Korea Selatan.

Selain ICBM, Korea Utara juga memamerkan rudal balistik diluncurkan dari kapal selam (SLBM), yang diberi nama Pukguksong-4.

Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un dalam pidato Tahun Baru sudah menyatakan, mereka bakal memperkenalkan "senjata strategis baru".

Kim yang saat itu mengenakan setelan abu-abu, mengatakan bahwa mereka akan terus memperkuat diri demi "pertahanan mandiri dan pencegahan".

"Jika Anda tidak mempunyai kekuatan, Anda harus mengelap air mata dan darah yang mengalir dengan kepala tinju Anda," kata Kim dikutip AFP.

Baca juga: AS Modernisasi Rudal Balistik Nuklir Antar-benua, Pengganti Minuteman 3

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber AFP,Yonhap
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Viral Insiden Berebut Kursi dalam Kereta, Wanita Ini Tak Segan Duduki Penumpang Lain

Viral Insiden Berebut Kursi dalam Kereta, Wanita Ini Tak Segan Duduki Penumpang Lain

Global
7 Tahun Dikira Jantan, Kuda Nil di Jepang Ini Ternyata Betina

7 Tahun Dikira Jantan, Kuda Nil di Jepang Ini Ternyata Betina

Global
Perusahaan Asuransi AS Ungkap Pencurian Data Kesehatan Pribadi Warga AS dalam Jumlah Besar

Perusahaan Asuransi AS Ungkap Pencurian Data Kesehatan Pribadi Warga AS dalam Jumlah Besar

Global
China Kecam AS karena Tuduh Beijing Pasok Komponen ke Rusia untuk Perang di Ukraina

China Kecam AS karena Tuduh Beijing Pasok Komponen ke Rusia untuk Perang di Ukraina

Global
Serangan Udara Rusia di Odessa Ukraina Lukai 9 Orang Termasuk 4 Anak

Serangan Udara Rusia di Odessa Ukraina Lukai 9 Orang Termasuk 4 Anak

Global
AS Klaim Tak Terapkan Standar Ganda soal Israel dan HAM, Apa Dalihnya?

AS Klaim Tak Terapkan Standar Ganda soal Israel dan HAM, Apa Dalihnya?

Global
Kecelakaan 2 Helikopter Malaysia Jatuh Terjadi Usai Rotornya Bersenggolan

Kecelakaan 2 Helikopter Malaysia Jatuh Terjadi Usai Rotornya Bersenggolan

Global
Kata Raja dan PM Malaysia soal Tabrakan 2 Helikopter Angkatan Laut yang Tewaskan 10 Orang

Kata Raja dan PM Malaysia soal Tabrakan 2 Helikopter Angkatan Laut yang Tewaskan 10 Orang

Global
Arab Saudi Jadi Ketua Komisi Perempuan, Picu Kecaman Pegiat HAM

Arab Saudi Jadi Ketua Komisi Perempuan, Picu Kecaman Pegiat HAM

Global
Malaysia Minta Video Tabrakan 2 Helikopter Angkatan Laut Tak Disebarluaskan

Malaysia Minta Video Tabrakan 2 Helikopter Angkatan Laut Tak Disebarluaskan

Global
Puluhan Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Ditangkap di Kampus-kampus AS

Puluhan Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Ditangkap di Kampus-kampus AS

Global
Rangkuman Hari Ke-789 Serangan Rusia ke Ukraina: Situasi Garis Depan Ukraina | Perjanjian Keamanan

Rangkuman Hari Ke-789 Serangan Rusia ke Ukraina: Situasi Garis Depan Ukraina | Perjanjian Keamanan

Global
Secara Ekonomi, Cukup Kuatkah Iran Menghadapi Perang dengan Israel?

Secara Ekonomi, Cukup Kuatkah Iran Menghadapi Perang dengan Israel?

Internasional
AS Tak Mau Disebut Terapkan Standar Ganda pada Rusia dan Israel

AS Tak Mau Disebut Terapkan Standar Ganda pada Rusia dan Israel

Global
Serangan Israel ke Iran Sengaja Dibatasi Cakupannya

Serangan Israel ke Iran Sengaja Dibatasi Cakupannya

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com