Fauci: Gedung Putih Superspreader Virus Corona, Pengobatan Trump Membingungkan

Kompas.com - 10/10/2020, 14:54 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan keterangan dari Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Anthony Fauci mengenai klorokuin, obat malaria yang dianggap bisa menyembuhkan virus corona, di Gedung Putih, Washington, pada 20 Maret 2020. AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/ALEX WONGPresiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan keterangan dari Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Anthony Fauci mengenai klorokuin, obat malaria yang dianggap bisa menyembuhkan virus corona, di Gedung Putih, Washington, pada 20 Maret 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump menyebut eksperimen pengobatan Covid-19 yang dijalaninya sebagai "obat", tetapi salah satu ilmuwan terkemuka pemerintah berkata itu justru menyebabkan "kebingungan".

Anthony Fauci Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional dalam wawancara dengan CBS News pada Jumat (9/10/2020) juga menyebut, wabah virus corona di Gedung Putih yang menginfeksi puluhan orang sebagai "superspreader".

Kemudian saat ditanya tentang pujian berlebihan Trump terhadap pengobatan antibodi Regeneron, Fauci menerangkan bahwa berbicara tentang "obat" bisa menyesatkan karena belum terbukti, dan obat yang sekarang tersedia baru terbukti memiliki sedikit hasil sampai sedang.

Baca juga: Gejala Trump Saat Positif Corona dan Menilik Bagaimana Pengobatannya...

"Kami tidak memiliki indikasi apa pun - saya pikr Anda benar-benar harus bergantung pada apa yang Anda maksud dengan obat, karena itulah kata yang menyebabkan banyak kebingungan," katanya dikutip dari AFP Sabtu (10/10/2020).

Pria 79 tahun itu kemudian menyebutkan beberapa obat yang saat ini direkomendasikan, atau sudah disetujui sementara untuk melawan virus corona.

Obat-obatan itu termasuk remdesivir yang terbukti memangkas waktu pemulihan pasien di rumah sakit, dan steroid dexamethasone yang mengurangi tingkat kematian pada pasien yang butuh oksigen tambahan.

Baca juga: Trump Diberi Dexamethasone, Obat Pasien Covid-19 yang Kritis

Sementara itu pengobatan dari Regeneron termasuk dalam kelas obat yang disebut antibodi monoklonal.

Fauci berujar, walau "menjanjikan dalam uji klinis", penelitiannya masih berlangsung dan belum ada hasil akhir yang dibuat.

Fauci juga ditanyai tentang rendahnya tingkat pemakaian masker di Gedung Putih saat ini serta pelajaran apa yang bisa diambil.

"Saya pikir - data yang berbicara," katanya tentang pemakaian masker.

Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X