Mikrofon Bisa Dimatikan Moderator, Trump Tolak Debat Capres Virtual

Kompas.com - 09/10/2020, 17:32 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengacungkan jempol ketika berjalan menuju ke Marine One untuk berangkat ke Rumah Sakit Militer Walter Reed setelah mengumumkan dia positif Covid-19 pada 2 Oktober 2020. Trump menyatakan dia akan menghabiskan beberapa hari ke depan untuk menjalani perawatan sembari tetap bekerja. AFP PHOTO/SAUL LOEBPresiden Amerika Serikat Donald Trump mengacungkan jempol ketika berjalan menuju ke Marine One untuk berangkat ke Rumah Sakit Militer Walter Reed setelah mengumumkan dia positif Covid-19 pada 2 Oktober 2020. Trump menyatakan dia akan menghabiskan beberapa hari ke depan untuk menjalani perawatan sembari tetap bekerja.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Donald Trump mengecam perubahan format acara debat kedua yang dijadwalkan pada tanggal 15 Oktober menjadi debat vitual.

"Saya tidak akan membuang waktu saya untuk debat virtual. Bukan itu yang dimaksud dengan debat," kata Trump dalam wawancara telepon dalam siaran Fox Business Jumat (9/10).

"Anda duduk di belakang komputer dan berdebat - itu konyol, lalu mereka memotong Anda kapan pun mereka mau."

Baca juga: Kamala Harris Garang di Debat Cawapres AS, Pamannya Kasihan ke Mike Pence

Donald Trump sebelumnya mengatakan kepada Fox News bahwa dia merasa "sangat baik" dan akan kembali melakukan kampanye Sabtu malam (10/10/2020) di Florida. Dia mengatakan kemungkinan akan dites Covid-19 lagi pada Jumat (9/10/2020).

Dokter kepresidenan komandan Angkatan Laut Sean Conley mengatakan dalam sebuah pernyataan, Presiden Trump kini sudah pulih dan dapat "kembali terlibat dengan publik".

Conley menerangkan, Trump telah menyelesaikan terapi dan aman untuk kembali melakukan pertemuan publik.

Baca juga: Debat Lanjutan Capres AS Trump Vs Biden Masih Belum Pasti

Dokter Angkatan Laut AS Sean Conley.REUTERS/ERIN SCOTT via DW INDONESIA Dokter Angkatan Laut AS Sean Conley.
Peralihan format jadi debat virtual karena alasan kesehatan

Ketua komisi debat Frank Fahrenkopf mengatakan kepada kantor berita AP, bahwa peralihan ke format virtual dilakukan karena alasan kesehatan untuk mencegah penyebaran penyakit, mengingat Presiden Trump baru saja tertular Covid-19, penyakit yang diketahui sangat agresif dalam penularan.

Keputusan Trump untuk tidak berpartisipasi dalam debat virtual berarti debat terakhir antara kedua kandidat presiden akan berlangsung pada 22 Oktober mendatang.

Komisi Debat mengatakan, mereka belum menentukan format debat dan akan mencermati kondisi aktual menjelang jadwal debat.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X