Presiden Trump Merasa Layak Mendapatkan Nobel Perdamaian

Kompas.com - 09/10/2020, 10:09 WIB
Presiden Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Portico Utara Gedung Putih, Senin, 7 September 2020, di Washington. AP/Patrick SemanskyPresiden Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Portico Utara Gedung Putih, Senin, 7 September 2020, di Washington.

KOMPAS.com - Penghargaan bergengsi di dunia, Hadiah Nobel Perdamaian akan diumumkan hari ini, Jumat (9/10/2020).

Penghargaan yang diinisiasi oleh Afred Nobel pada tahun 1895 ini merupakan satu 6 penghargaan lain yang meliputi bidang fisika, kimia, sastra, kedokteran atau psikologi dan ilmu ekonomi.

Sebelumnya, menurut TIME, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kerap mengatakan beberapa kali bahwa dia yakin dan pantas memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian.

Baca juga: Trump Dinominasikan Mendapat Nobel Perdamaian pada 2021

Pada rapat umum bulan Januari tahun ini di Toledo, Ohio, presiden Trump memberi tahu audiensnya bahwa Hadiah Nobel 2019 yang diberikan kepada Presiden Ethiopia, Abiy Ahmed seharusnya diberikan kepadanya.

Pada tahun 2018, Trump mengatakan bahwa dia pantas mendapatkan penghargaan itu atas upayanya meyakinkan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un untuk menyerahkan senjata nuklir.

Namun, laporan rahasia PBB baru-baru ini menunjukkan bahwa Korea Utara masih terus melanjutkan program senjata nuklirnya.

Baca juga: Mantan Direktur CIA: AS dalam Bahaya, jika Trump Terpilih Jadi Presiden Lagi

Tahun ini, Gedung Putih mengatakan Trump dinominasikan atas perannya sebagai perantara dalam Kesepakatan Abraham antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel yang kontroversial.

Sebuah upacara penandatanganan pada bulan September lalu memungkinkan Trump untuk mempresentasikan “Rencana Perdamaian Timur Tengah” sebagai kemenangan, meskipun gagal untuk memajukan solusi bagi konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Abraham Accords atau Kesepakatan Abraham meresmikan dinamika pergeseran kekuatan yang sudah berlangsung di Timur Tengah, kata para analis, tetapi apakah dinamika tersebut mengarah pada stabilitas yang lebih atau kurang masih merupakan pertanyaan.

Baca juga: Tandatangani Kesepakatan Damai, Menlu Bahrain dan UEA Tiba di Gedung Putih

Trump juga dilaporkan akan dinominasikan sebagai kandidat peraih Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2021 mendatang.

Pengusulnya, Christian Tybiring-Gjedde adalah politisi sayap kanan sekaligus Ketua Dewan Parlemen Organisasi Kerja Sama Atlantik Utara (NATO).

Dalam pernyataannya yang dikutip Fox News, Tybring-Gjedde mengatakan dia mencalonkan Trump atas jasanya dalam kesepakatan Israel dan Uni Emirat Arab.


Sumber Time
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X