Rangkuman Debat Cawapres AS: Duel soal Pajak hingga Vaksin

Kompas.com - 08/10/2020, 15:45 WIB
Senator California Kamala Harris dan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence. REUTERS/JONATHAN DRAKE & AP/TONY DELAK via DW INDONESIASenator California Kamala Harris dan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence.

SALT LAKE CITY, KOMPAS.com - Kamala Harris dan Mike Pence berselisih tentang respons negara menangani pandemi Covid-19, dalam debat cawapres AS yang diselenggarakan di Universitas Utah di Salt Lake City, pada Rabu (07/10) malam waktu setempat.

Debat keduanya sarat kebijakan dan sangat kontras bila dibandingkan dengan debat Capres AS pekan lalu antara Donald Trump dan Joe Biden. Harris melancarkan serangan pada topik-topik terkait perawatan kesehatan, ekonomi, perubahan iklim dan kebijakan luar negeri.

“Rakyat Amerika telah menyaksikan kegagalan terbesar dari pemerintahan kepresidenan mana pun dalam sejarah negara kita,” ujar Harris di awal debat.

Baca juga: Beban Berat Mike Pence, Pilar Penopang Olengnya Pemerintahan Trump

Pence menanggapinya dengan membela kebijakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Dia menyebut upaya Trump memerangi pandemi Covid-19 telah dilakukan dengan baik, termasuk soal keputusan membatasi perjalanan dari dan ke Cina pada Januari akhir lalu, saat awal penyebaran wabah.

“Saya ingin rakyat Amerika tahu bahwa sejak hari pertama, Presiden Donald Trump telah mengutamakan kesehatan Amerika,” kata Pence.

Kedua kandidat duduk dengan jarak 3,6 meter dan dipisahkan oleh pelindung plexiglass.

Baca juga: Profil Kamala Harris, Wanita Blasteran India yang Jadi Sorotan di Debat Cawapres AS

Cawapres AS Kamala Harris dan Wapres Mike Pence.REUTERS/MORRY GASH via DW INDONESIA Cawapres AS Kamala Harris dan Wapres Mike Pence.
Harris menyerang pemerintahan Trump yang mencoba membatalkan undang-undang perawatan kesehatan Affordable Care Act di masa pandemi.

Ia juga “menyentil” Trump karena dilaporkan hanya membayar USD 750 (Rp 11 juta) per tahun untuk pajak penghasilan federalnya sebagai presiden.

''Ketika saya pertama kali mendengarnya, saya benar-benar berkata, Maksud Anda USD 750.000?'' ungkap Haris, merujuk pada laporan investigasi dari New York Times. ''Dan ternyata, 'Tidak - USD 750','' tambahnya.

Baca juga: Debat Cawapres AS, Kamala Harris Olok-olok Trump Kegagalan Bersejarah

“Duel” soal pajak hingga vaksin

Kemudian Pence berusaha melawan serangan Harris dengan mengalihkannya ke pembahasan ekonomi dan kebijakan pajak, yang ia sebut akan dilakukan oleh capres AS Joe Biden bila memenangi pilpres. Pence berucap: “Pada hari pertama (menjabat), Joe Biden akan menaikkan pajak Anda.”

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Selatan dan China Saling Berjanji untuk Berkerjasama Tangani Berbagai Masalah

Korea Selatan dan China Saling Berjanji untuk Berkerjasama Tangani Berbagai Masalah

Global
Israel Sudah Bersiap jika Trump Menyerang Iran Sebelum Lengser dari Gedung Putih

Israel Sudah Bersiap jika Trump Menyerang Iran Sebelum Lengser dari Gedung Putih

Global
800 Hari Ditahan di Penjara Iran, Akademisi Ini Alami Penderitaan Traumatis

800 Hari Ditahan di Penjara Iran, Akademisi Ini Alami Penderitaan Traumatis

Global
Pembelot Korea Utara Lompati Pagar Setinggi 3,6 Meter untuk Kabur ke Negara Ini

Pembelot Korea Utara Lompati Pagar Setinggi 3,6 Meter untuk Kabur ke Negara Ini

Global
Meski Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Trump Serukan Masyarakat AS Berkumpul Selama Liburan Thanksgiving

Meski Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Trump Serukan Masyarakat AS Berkumpul Selama Liburan Thanksgiving

Global
'La glottophobie', Diskriminasi Berdasarkan Aksen Akan Dilarang dalam UU Perancis

"La glottophobie", Diskriminasi Berdasarkan Aksen Akan Dilarang dalam UU Perancis

Global
China Pasang Ratusan Juta CCTV, Bagaimana Cara Warganya Menghindari Kamera Pengawas Itu?

China Pasang Ratusan Juta CCTV, Bagaimana Cara Warganya Menghindari Kamera Pengawas Itu?

Global
PM Etiopia Perintahkan Serangan Terakhir untuk Menggempur Ibu Kota Tigray

PM Etiopia Perintahkan Serangan Terakhir untuk Menggempur Ibu Kota Tigray

Global
[VIDEO] Dokter AS Simulasikan Apa yang Dilihat Pasien Covid-19 Saat Sekarat

[VIDEO] Dokter AS Simulasikan Apa yang Dilihat Pasien Covid-19 Saat Sekarat

Global
Mantan PM Sudan Sadiq Al-Mahdi Meninggal Setelah Terinfeksi Covid-19

Mantan PM Sudan Sadiq Al-Mahdi Meninggal Setelah Terinfeksi Covid-19

Global
Dalang Pelecehan Seksual Chatroom Berbayar di Korea Selatan Dihukum 40 Tahun Penjara

Dalang Pelecehan Seksual Chatroom Berbayar di Korea Selatan Dihukum 40 Tahun Penjara

Global
Biden Berseru untuk Serius Perang Lawan Covid-19, Bukan 'Satu Sama Lain'

Biden Berseru untuk Serius Perang Lawan Covid-19, Bukan "Satu Sama Lain"

Global
Di Argentina Ada Agama yang Didirikan Khusus untuk Memuja Diego Maradona

Di Argentina Ada Agama yang Didirikan Khusus untuk Memuja Diego Maradona

Global
Foto Seksual Sineenat Selir Raja Thailand Bocor ke Publik

Foto Seksual Sineenat Selir Raja Thailand Bocor ke Publik

Global
Thanksgiving, Biden Sarankan Warga AS Tahan Diri untuk Tidak Berkumpul dalam Acara Besar

Thanksgiving, Biden Sarankan Warga AS Tahan Diri untuk Tidak Berkumpul dalam Acara Besar

Global
komentar
Close Ads X