Kompas.com - 06/10/2020, 17:53 WIB
Museum Batik Yogyakarta didirikan atas keprihatinan terhadap pemotongan batik di tengah situasi ekonomi yang buruk. MUSEUM BATIK YOGYAKARTA via ABC INDONESIAMuseum Batik Yogyakarta didirikan atas keprihatinan terhadap pemotongan batik di tengah situasi ekonomi yang buruk.

"Yang menjadi unik, seni sebagai bahasa yang dengan pikiran bisa dirasakan ... jadi saya tidak dengan 'meeting', tetapi saya melakukan tata cara kehidupan dia," tuturnya.

"Saya ikut berburu di hutan, upacara ... jadi saya bisa langsung mendapatkan motif dari sumber daya alam (di sana) dan menjadikannya motif tertentu."

'Workshop' dan kolaborasi Agus bersama suku Aborigin terus berlanjut hingga tahun 2005 di beberapa kawasan Australia lain, seperti Utopia dan Ernabella.

Baca juga: Video Viral Remaja Aborigin Ditendang Polisi, Pihak Kepolisian Lakukan Penyelidikan

Museum batik pertama di Indonesia berdiri sejak tahun 1973

Sementara itu, workshop batik juga masih diadakan dalam negeri, salah satunya di Museum Batik Yogyakarta yang sudah berdiri sejak tahun 1973.

Menurut Maria Carmelia yang bekerja di sana, latar belakang didirikannya museum tersebut adalah karena keprihatinan Hadi Nugroho dan istrinya, Dewi Sukaningsih di tengah "situasi ekonomi buruk".

"Pada masa itu, batik mengalami kesedihan, di tengah situasi ekonomi yang buruk sekali, jadi hampir sama seperti sekarang ketika Covid melanda," ungkap Maria.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Batik yang tadinya bernilai sangat tinggi menjadi turun karena orang menjadi tega untuk memotong kain batik dan diolah menjadi berbagai macam barang yang lebih lancar komoditasnya."

Akhirnya, pasangan tersebut mengumpulkan koleksi batik yang mereka miliki dan membuka museum yang diresmikan enam tahun setelahnya.

Baca juga: Video Viral Batik Disebut Kerajinan Tradisional China, Netizen Ramai Ribut di Twitter

Hingga saat ini, museum yang memiliki beragam koleksi batik dari daerah di Yogyakarta dan sekitaran Jawa tersebut memiliki beberapa kegiatan seperti pameran, pelatihan, dan toko batik.

Di dalam acara Facebook Live ABC Indonesia pekan lalu, Maria memperkenalkan beberapa batik yang tersimpan rapi dalam museum tersebut.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X