Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sempat Umumkan Pensiun, Mahathir akan Kembali Maju pada Pemilu Berikutnya

Kompas.com - 06/10/2020, 16:39 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com – Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, akan kembali mencalonkan diri pada pemilu berikutnya yang digelar paling lambat Mei 2023.

Berbicara pada wawancara eksklusif dengan The Straits Times, Mahathir menceritakan pendukungnya masih ingin dia terus melanjutkan karir politik yang sudah dijalaninya selama hampir 75 tahun.

Pernyataan politisi berjuluk Dr M itu bertolakbelakang dengan apa yang disampaikannya pada akhir September lalu, ketika dia mengumumkan rencana pensiun dengan tidak maju lagi di daerah pemilihan (dapil) Langkawi yang diwakilinya di Dewan Rakyat.

Baca juga: Mahathir Mengaku Diabaikan Anwar Ibrahim sejak Diampuni Raja Malaysia

Berdasarkan klaimnya, para pendukungnya sedih ketika dia menyatakan tidak akan kembali bertarung pada General Elction (Pemilihan Umum) ke-14, tiga tahun dari sekarang.

Dia mengaku, biasanya seseorang yang sudah berusia hingga 95 tahun, mereka tidak akan lagi bisa menjalankan fungsi secara normal.

“Saya cukup beruntung. Saya masih aktif. Pendukung saya juga tidak merasa kondisi saya akan merosot ketika usia saya terus menua. Mereka tidak ingin mendengar saya tidak maju lagi.” tutur Mahathir.

Politisi senior yang akan berusia 98 tahun jika pemilu digelar pada 2023 ini akan terus melanjutkan kampanyenya melawan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin menggunakan kendaraan politik barunya Partai Pejuang Tanah Air.

Pemilu dapat digelar lebih dini jika Muhyiddin memutuskan untuk membubarkan parlemen di tengah isu dia telah kehilangan mayoritas tipisnya.

Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim sedang menunggu kabar tanggal bertemu dengan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah untuk membuktikan klaim mayoritas besar yang disampaikannya dua pekan lalu.

Baca juga: Mahathir Tak Ingin Mencalonkan Diri karena Dia Bakal Berumur 98 Tahun di Pemilu Malaysia Selanjutnya

Mahathir tolak rekonsiliasi dengan Muhyiddin

Pada wawancara yang sama, Mahathir juga menegaskan tidak akan pernah berekonsiliasi dengan Muhyiddin yang merupakan mantan sekutu politiknya di Partai Pribumi Bersatu Malaysia.

“Bagaimana mungkin saya dapat menerima lagi Muhyiddin. Dia telah bersedia bekerja sama dengan Najib yang korup.” kecam Mahathir, merujuk ke mantan Perdana Menteri Najib Razak yang dikalahkannya pada pemilu May 2018.

Suami Siti Hasmah itu mengkritik pedas Muhyiddin Yassin yang menurutnya telah menggunakan cara-cara politik kotor seperti Najib untuk membungkam lawan politiknya.

Mahathir juga menyebut korupsi yang diperanginya telah kembali merajalela di bawah pemerintahan Muhyiddin yang baru berusia 7 bulan.

Baca juga: Mahathir Tidak Akan Calonkan Diri di Pemilu Malaysia Selanjutnya

Misalnya pemberian puluhan posisi di BUMN Malaysia kepada anggota parlemen dari koalisi Perikatan Nasional pimpinan Muhyiddin.

Sosok yang berkuasa total 24 tahun sebagai orang nomor satu "Negeri Jiran” ini membantah tuduhan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) ketika dia berkuasa.

“Pemerintahan saya menolong banyak rakyat, kenal atau tidak kenal. Ribuan dari mereka tertolong. Namun ada juga yang memanfaatkan situasi politik. Ketika mereka sukses, muncul tuduhan mereka adalah kroni saya.” Mahathir membela dirinya.

Mahathir tetap dihormati sebagai negarawan yang telah membangun Malaysia modern. Namun popularitasnya anjlok ketika dia berkuasa untuk kedua kalinya selama 22 bulan sebagai PM dari koalisi Pakatan Harapan.

Baca juga: Anwar Ibrahim Mengaku Kantongi Suara Mayoritas, Ini Respons Mahathir Mohamad

Koalisi pimpinannya kerap dilanda konflik internal terutama mengenai rencana suksesi kekuasaan kepada mantan musuh bebuyutan politiknya Anwar Ibrahim.

Mahathir disebut-sebut tidak pernah menginginkan Anwar menggantikannya seperti yang telah disepakati dan terus mengulur-ulur tanggal penyerahan kekuasaan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Reputasinya yang tinggi di mata pemilih Melayu juga terjun bebas setelah dia dinilai gagal mengumumkan kebijakan yang pro-Melayu karena tuduhan tersandera oleh Partai Aksi Demokratik (DAP) yang didominasi suku Tionghoa Malaysia.

Tentunya pertanyaan besar adalah apakah Mahathir masih relevan di mata pemilih pada pemilu berikutnya mengingat usianya yang semakin senja dan juga fakta politik Pejuang hanya memiliki 5 parlementarian termasuk dirinya.

Baca juga: Dituduh Mahathir Memecah Dukungan Melayu, Ini Jawaban Syed Saddiq

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+