Kehilangan Cakar, Kumis, dan Induknya, Anak Singa Ini Berisiko Dibebaskan di Alam Liar

Kompas.com - 05/10/2020, 05:30 WIB
Kapten Cal memiliki berat hanya 1,7 kilogram ketika dia ditemukan Oakland Zoo via Sky NewsKapten Cal memiliki berat hanya 1,7 kilogram ketika dia ditemukan

OAKLAND, KOMPAS.com - Anak singa gunung tidak dikembalikan ke alam liar karena kehilangan cakar, kumis, dan induk yang dapat melatih keterampilannya untuk berburu dan bertahan hidup.

Anak singa yatim piatu itu berusia 4-6 minggu, saat ditemukan oleh petugas pemadam kebakaran hutan California di dekat Redding yang pada 27 September mengalami kebakaran parah dan menewaskan 4 orang.

Dengan berat hanya 1,7 kilogram anak singa itu dibawa ke Kebun Binatang Oakland, di mana dokter hewan merawat luka-lukanya, seperti yang dilansir dari Sky News pada Minggu (4/10/2020).

Baca juga: Disiarkan Netflix, Pria Pembunuh Istri dan Anak-anaknya Mengaku Sangat Malu

Para perawatnya di Kebun Binatang Oakland kemudian menamainya, Kapten Cal. Kapten Cal ini bereaksi baik dengan pengobatan yang diberikan di sana.

Anak itu terbakar parah saat dibawa ke Kebun Binatang Oakland, terutama cakarnya, dan kumisnya benar-benar hangus oleh api. Dia juga mengalami iritasi mata yang parah.

Kondisinya membaik, setelah dibersihkan dan diberi antibiotik, cairan pendukung, obat pereda nyeri, dan susu formula anak kucing melalui spuit.

Baca juga: Kocak, Tamu Pernikahan Disuguhi Kripik Jajanan Anak

Dokter hewan juga mengatakan dia mendapatkan sinar-X untuk memastikan dia tidak mengalami kerusakan pada paru-paru atau tulangnya.

Dr Alex Herman mengatakan anak singa itu mulai dapat makan sendiri dan "bertingkah laku, yang keduanya menjadi tanda yang menjanjikan untuk kesembuhannya".

Dia menambahkan, "Sayangnya, singa dengan ukuran ini terlalu kecil untuk dilepaskan kembali ke alam liar, tapi kami berharap di bawah perawatan kebun binatang, ia akan mendapat kesempatan kedua sebagai duta besar untuk spesiesnya.

Baca juga: Memilukan, Balita Dikurung di Kandang dan Dikelilingi Hewan Terlantar

"Kami sangat optimis bahwa anak ini sekarang akan bertahan dan berkembang," ujarnya.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Global
Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Global
PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

Global
UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

Global
Kanada Luncurkan Paket Bantuan Ekonomi Terbesar sejak Perang Dunia II

Kanada Luncurkan Paket Bantuan Ekonomi Terbesar sejak Perang Dunia II

Global
Misi Sukses, China Bawa Sampel Material Bulan ke Bumi

Misi Sukses, China Bawa Sampel Material Bulan ke Bumi

Global
Pindahkan Pengungsi Rohingya, Pemerintah Bangladesh Tuai Kontroversi

Pindahkan Pengungsi Rohingya, Pemerintah Bangladesh Tuai Kontroversi

Global
Datang dalam Keadaan Duduk, Jenazah Pria Ini Ditolak di Pemakamannya

Datang dalam Keadaan Duduk, Jenazah Pria Ini Ditolak di Pemakamannya

Global
Hampir 2.800 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Perang Lawan Armenia di Nagorno-Karabakh

Hampir 2.800 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Perang Lawan Armenia di Nagorno-Karabakh

Global
Perempuan Amazon, Pelindung Hutan Hujan Ribuan Hektar dari Pengeboran Minyak Bumi

Perempuan Amazon, Pelindung Hutan Hujan Ribuan Hektar dari Pengeboran Minyak Bumi

Global
Aturan Visa Baru di AS, Seperempat Penduduk China Terancam Kena Cekal

Aturan Visa Baru di AS, Seperempat Penduduk China Terancam Kena Cekal

Global
Foto Viral Polisi Pukul Petani Tua dalam Aksi Protes di India

Foto Viral Polisi Pukul Petani Tua dalam Aksi Protes di India

Global
Kisah Misteri: 6 Kasus Pembunuhan Misterius yang Belum Terpecahkan Sepanjang Masa

Kisah Misteri: 6 Kasus Pembunuhan Misterius yang Belum Terpecahkan Sepanjang Masa

Internasional
Inovasi Hotel di Barcelona Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Inovasi Hotel di Barcelona Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Global
Boeing 737 MAX Uji Terbang Lagi, Keluarga Korban Lontarkan Kritik

Boeing 737 MAX Uji Terbang Lagi, Keluarga Korban Lontarkan Kritik

Global
komentar
Close Ads X