Usai Lihat Tarian Seksi, Pria Dimutilasi Sepasang Gadis, Rekeningnya Dibobol Rp 1 Miliar

Kompas.com - 04/10/2020, 11:03 WIB
Pembunuhan. ThinkstockPembunuhan.

LISBON, KOMPAS.com – Sepasang gadis dituduh membunuh dan memutilasi pekerja hotel di Portugal. Mereka juga menggunakan jari korban untuk mengakses rekening korban dan membobolnya.

Kedua tersangka tersebut bernama Maria Malveiro (19), seorang pekerja keamanan, dan Mariana Fonseca (23), seorang perawat.

Dilansir dari Mirror, korban didentifikasi bernama Diogo Goncalves (21). Korban dibunuh dengan cara dicekik pada 18 Maret.

Pasangan itu diduga menyimpan kepala, lengan, tangan, dan kaki korban selama lima hari setelah membunuhnya dan melemparkan tubuhnya ke laut.

Mereka kemudian diduga menunggu 24 jam lagi untuk membuang sisa tubuh korban.

Baca juga: Pengakuan Twitter Killer, Bunuh 9 Orang via Media Sosial dan Mutilasi Korbannya

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagian-bagian tubuh tersebut diklaim telah disimpan di dua mobil, termasuk mobil Mercedes milik korban, sebelum para tersangka diduga membuangnya dari air terjun Pego do Inferno, dekat Kota Algarve, Portugal.

Rincian mengerikan tentang pembunuhan Diogo dan pembuangan bagian tubuhnya muncul pada Senin (28/9/2020) pekan lalu ketika jaksa bersiap untuk mengadili Malveiro dan Fonseca.

Surat kabar Portugis Correio da Manha melaporkan para tersangka dituduh memotong jari korban untuk mengakses rekening bank korban dari ponselnya.

Dengan menggunakan sidik jari korban, tersangka membobol rekening dan merampok warisan senilai 60.000 euro (Rp 1 miliar).

Korban menerima warisan setelah ibunya tewas dalam sebuah kecelakaan pada Juli 2016 di Guia, dekat Albufeira, Portugal.

Baca juga: Mutilasi dan Buang Potongan Jenazah Istri di Toilet, Pria Ini Ditangkap

Malveiro dilaporkan telah mengaku kepada hakim Algarve yang menanyainya atas kasus bahwa mereka terinspirasi oleh serial TV dari AS, Dexter.

Serial yang dibintangi Michael C Hall ini menceritakan seorang teknisi ilmu forensik menjalani kehidupan ganda sebagai pembunuh berantai.

Surat dakwaan mengatakan mereka menghabiskan tiga hari antara 20 dan 23 Maret mengirim pesan dari akun Facebook korban untuk membodohi kolega dan teman Diogo agar percaya bahwa dia masih hidup.

Para tersangka akan diadili atas serangkaian kejahatan termasuk pembunuhan, memutilasi tubuh, penipuan komputer, dan menggunakan kendaraan curian.

Surat kabar Portugis Jornal de Noticias melaporkan Diogo awalnya menawari Malveiro untuk meminum jus jeruk yang diberi diazepam setelah menjanjikan tarian seksi di rumahnya.

Baca juga: Terilhami Serial TV, Mahasiswa Mutilasi Profesornya ke Larutan Asam

Setelah itu, Malveiro malah mengikat Diogo ke kursi lalu mendekiknya. Bersama Fonseca, Malveiro memutilasi korban yang sudah tak bernyawa.

Lebih banyak laporan pada saat itu mengklaim para tersangka diduga berusaha agar korban terlihat seolah-olah telah bunuh diri dengan meninggalkan mobil yang menghadap ke laut di Cape St Vincent, Sagres.

Laporan mengatakan para penyelidik mencurigai pembunuh Diogo melakukan kecerobohan setelah melemparkan tubuh dari puncak tebing.

Mayat itu dikatakan gagal mencapai air dan meninggalkan petunjuk penting setelah jatuh di tanah kering.

Baca juga: Terlibat Pembunuhan Breonna Taylor, Detektif Hankison Mengaku Tak Bersalah

Badan polisi investigasi kriminal nasional Portugal, Policia Judiciaria (PJ), mengatakan dua wanita telah ditahan karena dicurigai melakukan kejahatan pembunuhan.

“Kejahatan itu terjadi di wilayah Algarve antara 20 dan 25 Maret. Para tahanan berusia 19 dan 23 tahun dan memiliki catatan kriminal yang bersih,” kata juru bicara PJ.


Sumber Mirror
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X