Bom Truk Meledak di Afghanistan di Tengah Pembicaraan Damai, 15 Orang Tewas

Kompas.com - 04/10/2020, 08:14 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

KABUL, KOMPAS.com – Sebuah serangan bom truk meledak di Distrik Ghani Kel, Provinsi Nangarhar, Afghanistan sebelah utara, pada Sabtu (3/10/2020).

Setidaknya 15 orang meninggal dan lusinan orang lain mengalami luka-luka akibat bom tersebut sebagaimana dikatakan oleh pejabat provinsi.

Serangan tersebut menandai upaya kekerasan yang masih berlanjut meski pihak Pemerintah Afghanistan dan Taliban menggelar pembicaraan damai di Qatar.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi Nangarhar, Attaullah Khugyani, mengatakan mayoritas korban merupakan warga sipil.

Baca juga: Tawarkan Hubungan Damai kepada Pakistan, Afghanistan: Sudahi Retorika Basi dan Teori Konspirasi

Dia menambahkan laporan jumlah korban bisa saja bertambah akibat ledakan tersebut sebagaimana dilansir dari Reuters.

Anngota Dewan Provinsi Nangarhar, Obaidullah Shinwari, mengatakan sebanyak 52 orang terluka akibat ledakan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden berdarah tersebut.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Arian, menyalahkan pemberontak Taliban atas serangan itu.

Baca juga: Perjanjian Damai Taliban-Afghanistan, Ini Tuntutan Paling Pelik

Dia menambahkan dalam dua pekan terakhir, Taliban telah melancarkan 650 serangan yang menewaskan 69 warga sipil dan melukai 141 orang.

Taliban tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Negosiator pemerintah Afghanistan sedang mengadakan pembicaraan dengan Taliban di Ibu Kota Qatar, Doha, dalam upaya untuk mengakhiri konflik selama beberapa dekade terakhir.

Namun, seruan dari Pemerintah Afghanistan dan komunitas internasional agar melakukan gencatan senjata atau pengurangan kekerasan sejauh ini telah ditolak oleh Taliban.

Baca juga: Perang Afghanistan-Taliban Masih Berlanjut, Seorang Istri Hamil Besar Berharap Suami Keempatnya Tidak Tewas Lagi

Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan dalam sebuah unggahan di Twitter bahwa pasukan Afghanistan telah membunuh seorang anggota kunci Taliban.

Selain itu, sebanyak lima milisi Taliban juga berhasil ditangkan di Provinsi Balkh, Afghanistan.


Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KBRI Oslo Sambut Baik Kerja Sama Pascasarjana UGM dengan Universitas Agder

KBRI Oslo Sambut Baik Kerja Sama Pascasarjana UGM dengan Universitas Agder

Global
Jepang Akan Larang Penjualan Mobil Baru dengan BBM Mulai 2035

Jepang Akan Larang Penjualan Mobil Baru dengan BBM Mulai 2035

Global
Iran Keluarkan UU untuk Tingkatkan Kemampuan Nuklir dan Cegah Inspeksi PBB

Iran Keluarkan UU untuk Tingkatkan Kemampuan Nuklir dan Cegah Inspeksi PBB

Global
Ibu yang Kurung Anaknya Selama 28 Tahun di Apartemen Dibebaskan Polisi

Ibu yang Kurung Anaknya Selama 28 Tahun di Apartemen Dibebaskan Polisi

Global
Presiden Trump Rencanakan Beri Pengampunan Hukum untuk Anak, Menantu, dan Pengacara Pribadinya

Presiden Trump Rencanakan Beri Pengampunan Hukum untuk Anak, Menantu, dan Pengacara Pribadinya

Global
Donald Trump: Sampai Jumpa Empat Tahun Lagi

Donald Trump: Sampai Jumpa Empat Tahun Lagi

Internasional
Warga Brasil Punguti Uang yang Berserakan di Jalan Usai Insiden Perampokan Bank Bersenjata

Warga Brasil Punguti Uang yang Berserakan di Jalan Usai Insiden Perampokan Bank Bersenjata

Global
Iran Identifikasi Pembunuh Ilmuwan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh

Iran Identifikasi Pembunuh Ilmuwan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh

Global
Jaksa Agung AS: Tidak Ada Bukti Kecurangan Sistemik di Pilpres AS

Jaksa Agung AS: Tidak Ada Bukti Kecurangan Sistemik di Pilpres AS

Global
Korea Utara Tolak Bantuan Beras, Korsel Minta Ganti Uang ke WFP, Kenapa?

Korea Utara Tolak Bantuan Beras, Korsel Minta Ganti Uang ke WFP, Kenapa?

Global
Israel Kirim Lebih dari Rp 14,4 Triliun Dana Tertahan ke Palestina

Israel Kirim Lebih dari Rp 14,4 Triliun Dana Tertahan ke Palestina

Global
Italia Tawarkan Vaksinasi Covid-19 Gratis Dimulai dari Dokter dan Penghuni Panti Jompo

Italia Tawarkan Vaksinasi Covid-19 Gratis Dimulai dari Dokter dan Penghuni Panti Jompo

Global
PM Thailand Menangi Pertarungan Hukum dan Tetap Menjabat

PM Thailand Menangi Pertarungan Hukum dan Tetap Menjabat

Global
Lebih dari 900 Tentara Bayaran Suriah Pro-Turki Dipulangkan Usai Perang Azerbaijan-Armenia

Lebih dari 900 Tentara Bayaran Suriah Pro-Turki Dipulangkan Usai Perang Azerbaijan-Armenia

Global
Pria di India Diarak Telanjang karena Tuduh Saudara-saudaranya Berbuat Kriminal di Facebook Live

Pria di India Diarak Telanjang karena Tuduh Saudara-saudaranya Berbuat Kriminal di Facebook Live

Global
komentar
Close Ads X