Buntut Kasus Pemerkosaan Gadis Dalit, 5 Polisi India Diskors

Kompas.com - 03/10/2020, 19:42 WIB
Seorang aktivis India berdebat dengan seorang petugas polisi sebelum ditahan oleh polisi selama protes di New Delhi, India, Rabu, 30 September 2020. Pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan sekelompok pria terhadap seorang gadis dari kasta terendah Dalit di India telah memicu kemarahan di seluruh dunia. Negara dengan beberapa politisi dan aktivis menuntut keadilan dan pengunjuk rasa berunjuk rasa di jalanan. AP/Altaf QadriSeorang aktivis India berdebat dengan seorang petugas polisi sebelum ditahan oleh polisi selama protes di New Delhi, India, Rabu, 30 September 2020. Pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan sekelompok pria terhadap seorang gadis dari kasta terendah Dalit di India telah memicu kemarahan di seluruh dunia. Negara dengan beberapa politisi dan aktivis menuntut keadilan dan pengunjuk rasa berunjuk rasa di jalanan.

NEW DELHI, KOMPAS.com – Lima petugas kepolisian telah diskors karena penanganan mereka terhadap kasus pemerkosaan gadis remaja berusia 19 tahun.

Pemerkosaan tersebut memicu kemarahan di seluruh India dan menimbulkan aksi protes di seluruh negeri selama berhari-hari.

Korban berasal dari kasta Dalit dan insiden keji tersebut berlangsung pada pertengahan September di sebuah desa Negara Bagian Uttar Pradesh, India.

Karena terluka parah, gadis tersebut akhirnya meninggal dunia di rumah sakit New Delhi setelah menjalani perawatan intensif.

Polisi telah menangkap empat pria dari kasta tinggi atas tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan secara berkelompok.

Baca juga: Gadis Kasta Dalit Tewas Diperkosa, Aktivis yang Berunjuk Rasa Ditangkap Aparat India

Kendati demikian, polisi menghadapi kritik karena mengkremasi tubuh korban di tengah malam, bahkan dilaporkan menggunakan bensin.

Kremasi tubuh korban bertentangan dengan keinginan keluarga dan aturan agamanya sebagaimana dilansir dari AFP, Sabtu (3/10/2020).

Pada Kamis (1/10/2020), seorang polisi senior memicu kemarahan lebih lanjut setelah mengklaim bahwa laporan forensik dan autopsi menunjukkan bahwa korban tidak diperkosa.

Hal itu bertentangan dengan pernyataan korban, pernyataan ibu korban, dan temuan rumah sakit yang dilaporkan.

Sementara para ahli mengatakan tes forensik dilakukan terlalu lama setelah serangan itu.

Baca juga: Gadis Kasta Dalit Diperkosa dan Dianiaya hingga Lumpuh, Tersangka dari Kasta di Atasnya

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Facebook dan Instagram akan Hapus Semua Klaim Palsu Soal Vaksin Covid-19

Facebook dan Instagram akan Hapus Semua Klaim Palsu Soal Vaksin Covid-19

Global
76 Masjid di Perancis yang Diduga Promosikan Separatisme Terancam Ditutup

76 Masjid di Perancis yang Diduga Promosikan Separatisme Terancam Ditutup

Global
Kepala Intelijen AS: China Ancaman Terbesar Bagi Kebebasan

Kepala Intelijen AS: China Ancaman Terbesar Bagi Kebebasan

Global
170 Gajah Hidup Dijual Namibia Setelah Dilanda Kekeringan dan Konflik dengan Manusia

170 Gajah Hidup Dijual Namibia Setelah Dilanda Kekeringan dan Konflik dengan Manusia

Global
China Berhasil Masuki Area Bulan yang Belum Terjamah Manusia

China Berhasil Masuki Area Bulan yang Belum Terjamah Manusia

Internasional
Pemimpin Oposisi Belarus Tikhanovskaya Umumkan Siap Memimpin di Masa Transisi

Pemimpin Oposisi Belarus Tikhanovskaya Umumkan Siap Memimpin di Masa Transisi

Global
Azerbaijan Umumkan 2.783 Tentaranya Tewas dalam Perang di Nagorno-Karabakh Lawan Armenia

Azerbaijan Umumkan 2.783 Tentaranya Tewas dalam Perang di Nagorno-Karabakh Lawan Armenia

Internasional
Perang Yaman: 11 Anak Terbunuh dalam 3 Hari, termasuk Bayi Umur 1 Bulan

Perang Yaman: 11 Anak Terbunuh dalam 3 Hari, termasuk Bayi Umur 1 Bulan

Global
AS Bikin Aturan Baru soal Visa, Bisa Cekal 270 Juta Warga China

AS Bikin Aturan Baru soal Visa, Bisa Cekal 270 Juta Warga China

Internasional
[POPULER GLOBAL] Selir Raja Thailand Terancam Digulingkan Lagi | Jenazah Pria Ditolak di Pemakamannya

[POPULER GLOBAL] Selir Raja Thailand Terancam Digulingkan Lagi | Jenazah Pria Ditolak di Pemakamannya

Global
Tak Boleh Ada Penjualan Mobil Baru Berbahan Bakar Bensin di Jepang Mulai 2035

Tak Boleh Ada Penjualan Mobil Baru Berbahan Bakar Bensin di Jepang Mulai 2035

Internasional
Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Global
Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Global
PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

Global
UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

Global
komentar
Close Ads X