Mahathir Mengaku Diabaikan Anwar Ibrahim sejak Diampuni Raja Malaysia

Kompas.com - 03/10/2020, 19:12 WIB
Pemimpin Oposis Malaysia Anwar Ibrahim dan Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad menghadiri konferensi pers Pakatan Harapan pada 21 Februari 2020 di Yayasan Perdana, Putrajaya. MALAY MAIL/AHMAD ZAMZAHURIPemimpin Oposis Malaysia Anwar Ibrahim dan Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad menghadiri konferensi pers Pakatan Harapan pada 21 Februari 2020 di Yayasan Perdana, Putrajaya.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Politisi gaek Mahathir Mohamad menyatakan, dia sudah diabaikan oleh Anwar Ibrahim sejak menerima pengampunan dari Raja Malaysia.

Tak hanya itu. Mantan perdana menteri "Negeri Jiran" tersebut juga mengaku Anwar "dingin dan kritis" kepadanya ketika masih di koalisi Pakatan Harapan.

Anwar Ibrahim mendapatkan pengampunan dari Raja Malaysia saat itu, Yang di-Pertuan Agong Muhammad V dari Kelantan atas kasus tuduhan sodomi.

Baca juga: Anwar Ibrahim Mengaku Kantongi Suara Mayoritas, Ini Respons Mahathir Mohamad

Ampunan itu diberikan setelah Mahathir Mohamad membawa koalisi Pakatan Harapan memenangkan pemilihan Malaysia pada Mei 2018.

Kepada Malaysia Gazette, politisi berjuluk Dr Ma itu mengungkapkan, setelah keluar dari penjara Anwar langsung mengunjungi semua orang.

Namun, tidak dengan dirinya. Dr M mengklaim saat itu mantan wakilnya periode 1993-1998 itu tak bertemu untuk menunjukkan terima kasih.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dikutip Free Malaysia Today Kamis (1/10/2020), Presiden Partai Keadilan Rakyat itu juga "kritis" kepadanya selama memerintah.

Sikap itu, diakui Mahathir, membuatnya sulit untuk mengembalikan Anwar ke dalam pemerintahan, dengan memberikannya jabatan menteri.

"Jika saya harus mencabut satu menteri dari kabinet dan menunjuknya, tentu saya harus berpikir. Keuntungan apa yang asya dapat?" kata dia.

Baca juga: Mahathir Tidak Akan Calonkan Diri di Pemilu Malaysia Selanjutnya

Mantan PM berusia 95 tahun tersebut mengakui, dia memang berjanji kepadanya bakal menyerahkan jabatan PM setelah dua tahun menjabat.

Adapun hingga mengundurkan diri di Februari lalu, Mahathir sama sekali tidak memberikan kepastian kapan dia akan turun takhta.

"Tentu kita harus mengingat, jika kita ingin menunjuk seseorang sebagai PM, itu harus atas seirin parlemen," kilah Mahathir.

Dia kemudian melontarkan sindiran mengenai klaim Anwar Ibrahim bahwa dia mendapatkan mayoritas dukungan di parlemen pekan lalu.

Baca juga: Disebut Paling Gembira karena Anwar Ibrahim Tak Menggantikannya, Ini Jawaban Mahathir

Kini, yang Anwar butuhkan adalah restu dari Raja Malaysia Abdullah dari Pahang untuk membentuk pemerintahan menggantikan PM Muhyiddin Yassin.

Mahathir Mohamad menuturkan, Anwar pernah melakukan aksi serupa di masa lalu yang ternyata tidak pernah terbukti kebenarannya.

"Hanya saja untuk kali ini, saya tidak tahu. Jika benar demikian klaimnya, maka Muhyiddin jelas harus lengser," papar Dr M.

Muhyiddin pun, kata Dr M, hanya mempunyai dua kursi mayoritas di pemerintahannya. "Jika dua itu sakit perut, maka hilanglah sudah," ujar dia.

Baca juga: Mahathir Disebut Sangat Senang dengan Langkah Sheraton yang Jatuhkan Pakatan Harapan


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Tersenyum, Pria Ini Gagal Selundupkan Emas yang Dicetak Jadi Gigi Palsu

Gara-gara Tersenyum, Pria Ini Gagal Selundupkan Emas yang Dicetak Jadi Gigi Palsu

Global
Unit Kedua PLTN Barakah Tersambung Jaringan Listik UEA

Unit Kedua PLTN Barakah Tersambung Jaringan Listik UEA

Global
Video Penembakan di Universitas Rusia, Mahasiswa Panik Lompat dari Jendela

Video Penembakan di Universitas Rusia, Mahasiswa Panik Lompat dari Jendela

Global
Saat Wanita Afghanistan Marah dan Kecewa Dilarang Taliban Bekerja...

Saat Wanita Afghanistan Marah dan Kecewa Dilarang Taliban Bekerja...

Global
Penembakan di Kampus Rusia, Mahasiswa Bersenjata Tewaskan 8 Orang

Penembakan di Kampus Rusia, Mahasiswa Bersenjata Tewaskan 8 Orang

Global
Korut Sebut Pakta Keamanan AS-Inggris-Australia Picu Perlombaan Senjata Nuklir

Korut Sebut Pakta Keamanan AS-Inggris-Australia Picu Perlombaan Senjata Nuklir

Global
Partai Putin Klaim Raih Suara Mayoritas 2/3 di Pemilu Parlemen Rusia

Partai Putin Klaim Raih Suara Mayoritas 2/3 di Pemilu Parlemen Rusia

Global
Ada Jenazah Ditemukan, Diduga Gadis Bernama Gabby Petito yang Menghilang

Ada Jenazah Ditemukan, Diduga Gadis Bernama Gabby Petito yang Menghilang

Global
Kerap Disebut Tertinggi di Dunia, Orang-orang Negara Ini Kini Semakin Pendek

Kerap Disebut Tertinggi di Dunia, Orang-orang Negara Ini Kini Semakin Pendek

Global
Jalalabad Diguncang Ledakan Kelima, Targetkan Kendaraan Taliban

Jalalabad Diguncang Ledakan Kelima, Targetkan Kendaraan Taliban

Global
Australia, Inggris dan Amerika Serikat – Di mana Indonesia?

Australia, Inggris dan Amerika Serikat – Di mana Indonesia?

Global
Korut Ejek Uji Coba Rudal Balistik Kapal Selam Korsel, Disebut Kikuk dan Belum Sempurna

Korut Ejek Uji Coba Rudal Balistik Kapal Selam Korsel, Disebut Kikuk dan Belum Sempurna

Global
Momen Menegangkan Berjalan di Seutas Tali Sepanjang 600 Meter dari Menara Eiffel

Momen Menegangkan Berjalan di Seutas Tali Sepanjang 600 Meter dari Menara Eiffel

Global
Hari Terakhir Kampanye Pemilu Kanada, PM Justin Trudeau Sindir Pesaingnya

Hari Terakhir Kampanye Pemilu Kanada, PM Justin Trudeau Sindir Pesaingnya

Global
TNI AL Bakal Punya Dua Fregat Arrowhead 140 Baru, Dibangun PT PAL

TNI AL Bakal Punya Dua Fregat Arrowhead 140 Baru, Dibangun PT PAL

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.