Trump Positif Covid-19, Ini Beragam Risiko Kesehatan yang Dihadapinya...

Kompas.com - 02/10/2020, 21:57 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. TRUMP via BBC INDONESIAPresiden Amerika Serikat Donald Trump.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan istrinya, Melania, positif terkena Covid-19 dan tengah menjalani karantina, namun kapan dan di mana ia tertular masih sulit dijawab.

Di tengah pengumuman ini, Wakil Presiden Mike Pence dan istrinya, Karen, mengatakan sudah melakukan tes dan hasilnya negatif.

Yang menjadi pertanyaan, kapan dan di mana Presiden Trump tertular virus corona?

Baca juga: Trump Terinfeksi Virus Corona, Joe Biden Akan Dites Covid-19

Pertanyaan ini sulit terjawab karena Trump memiliki jadwal sangat padat menjelang pemilihan presiden pada 3 November dan biasanya tidak menggunakan masker.

Namun, menurut kantor berita Associated Press, Trump menyatakan bahwa ia melakukan kontak dekat dengan para pejabat militer atau para penegak hukum dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis (1/10/2020).

"Mereka (para pejabat) ingin merangkul dan mereka ingin mencium," kata Trump.

Dalam pesan yang direkam sebelumnya untuk acara amal pada Kamis malam (1/10/2020), Presiden Trump mengatakan "akhir dari pandemi sudah dekat."

Beberapa jam setelah pesan itu diputar pada acara tahunan Al Smith Dinner di kota New York, presiden mengeluarkan cuitan yang disebut CBS News sebagai "pengumuman yang mengguncang Bumi", cuitan yang menyebut ia dan istrinya positif Covid-19.

Amerika Serikat mencatat angka kasus tertinggi di dunia dengan angka kematian mendekati 208.000 orang.

Baca juga: Donald Trump Positif Covid-19, RI Dinilai Bakal Kena Imbas

Trump dan Melania dites positif Covid-19 setelah Hope Hicks, salah satu asisten terdekat Trump, dinyatakan positif terkena virus corona.

Hicks, yang berusia 31 tahun itu bepergian bersama Trump di pesawat kepresidenan Air Force One menuju acara debat capres di Ohio.

Risiko Covid-19 seperti apa yang dihadapi Trump?

Analisis dari James Gallagher, wartawan kesehatan dan sains BBC News.

Donald Trump memiliki faktor risiko yang jelas, termasuk usianya, berat badan dan juga karena berjenis kelamin laki-laki. Semua ini meningkatkan risiko terkena virus corona yang parah.

Trump berusia 74 tahun dengan indeks massa tubuh, Body Mass Index (BMI) lebih dari 30, definisi klinis untuk obesitas.

Umur adalah ukuran jelas untuk kemungkinan terkena penularan serius, dengan kemungkinan perawatan rumah sakit dan dalam sejumlah kasus menyebabkan kematian.

"Namun sebagian besar orang yang tertular juga membaik," kata Dr Bharat Pankhania, dari fakultas kedokteran Universitas Exeter, kepada BBC.

Baca juga: Wapres AS Mike Pence Negatif Virus Corona, Langsung Dijauhkan dari Trump

Analisa awal dari lebih 100 studi, berdasarkan data dari seluruh dunia, menunjukkan risiko pada anak-anak dan orang muda kecil.

Namun untuk orang pada usia 75 tahun, diperkirakan 1 dari 25 orang yang terkena virus corona meninggal.

Pola yang sama juga dilihat oleh pusat pengendalian penyakit AS, Centers for Disease Control (CDC). Badan ini menyatakan 8 dari 10 kematian akibat Covid-19 terjadi pada mereka yang berusia di atas 65 tahun.

Mereka yang berusia sepantar Trump, risiko untuk dirawat di rumah sakit lima kali lebih tinggi dan kemungkinan meninggal 90 kali lebih besar dibandingkan mereka yang berusia 20-an tahun.

Trump sendiri mengumumkan berita dia terkena virus corona, dalam cuitan terbarunya dengan menulis, "Kami akan melalui ini bersama-sama."

Para pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengirimkan pesan cepat pulih untuk Trump dan Melania.

Presiden Trump banyak dikritik karena kurang mempedulikan parahnya virus corona pada tahap awal pandemi dan ia menghadiri berbagai pertemuan yang diadakan tanpa aturan jaga jarak atau tanpa penggunaan masker secara ketat.

Dokter pribadi Trump, Sean Conley, merilis pernyataan bahwa presiden dan ibu negara "dalam kondisi baik saat ini dan mereka berencana tinggal di kediaman di dalam Gedung Putih selama masa pemulihan".

"Saya mengharapkan presiden bisa menjalankan tugas-tugasnya tanpa gangguan selagi pemulihan, dan saya akan memberitahu Anda perkembangan apa pun pada masa mendatang," sebut Conley dalam pernyataannya.

Baca juga: Dokter Sebut Usia dan Berat Badan Trump Tingkatkan Risiko Komplikasi Covid-19

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Global
Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Global
PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

Global
UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

Global
Kanada Luncurkan Paket Bantuan Ekonomi Terbesar sejak Perang Dunia II

Kanada Luncurkan Paket Bantuan Ekonomi Terbesar sejak Perang Dunia II

Global
Misi Sukses, China Bawa Sampel Material Bulan ke Bumi

Misi Sukses, China Bawa Sampel Material Bulan ke Bumi

Global
Pindahkan Pengungsi Rohingya, Pemerintah Bangladesh Tuai Kontroversi

Pindahkan Pengungsi Rohingya, Pemerintah Bangladesh Tuai Kontroversi

Global
Datang dalam Keadaan Duduk, Jenazah Pria Ini Ditolak di Pemakamannya

Datang dalam Keadaan Duduk, Jenazah Pria Ini Ditolak di Pemakamannya

Global
Hampir 2.800 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Perang Lawan Armenia di Nagorno-Karabakh

Hampir 2.800 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Perang Lawan Armenia di Nagorno-Karabakh

Global
Perempuan Amazon, Pelindung Hutan Hujan Ribuan Hektar dari Pengeboran Minyak Bumi

Perempuan Amazon, Pelindung Hutan Hujan Ribuan Hektar dari Pengeboran Minyak Bumi

Global
Aturan Visa Baru di AS, Seperempat Penduduk China Terancam Kena Cekal

Aturan Visa Baru di AS, Seperempat Penduduk China Terancam Kena Cekal

Global
Foto Viral Polisi Pukul Petani Tua dalam Aksi Protes di India

Foto Viral Polisi Pukul Petani Tua dalam Aksi Protes di India

Global
Kisah Misteri: 6 Kasus Pembunuhan Misterius yang Belum Terpecahkan Sepanjang Masa

Kisah Misteri: 6 Kasus Pembunuhan Misterius yang Belum Terpecahkan Sepanjang Masa

Internasional
Inovasi Hotel di Barcelona Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Inovasi Hotel di Barcelona Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Global
Boeing 737 MAX Uji Terbang Lagi, Keluarga Korban Lontarkan Kritik

Boeing 737 MAX Uji Terbang Lagi, Keluarga Korban Lontarkan Kritik

Global
komentar
Close Ads X