Perangkat Jet untuk Tenaga Kesehatan Terbang Selamatkan Nyawa

Kompas.com - 02/10/2020, 05:24 WIB
Perangkat jet tersebut punya dua mesin mini pada masing-masing lengan, dan satu mesin lainnya pada bagian punggung. GNAAS VIA BBC INDONESIAPerangkat jet tersebut punya dua mesin mini pada masing-masing lengan, dan satu mesin lainnya pada bagian punggung.

LONDON, KOMPAS.com - Sebuah perangkat jet yang dirancang agar tenaga kesehatan bisa terbang menghampiri pasien telah diuji coba sebuah lembaga amal di Inggris.

Andy Mawson, direktur operasional Great North Air Ambulance Service (GNAAS) yang pertama kali memunculkan gagasan tersebut, mengatakan "luar biasa" saat melihat uji coba berlangsung mulus.

Melalui uji coba tersebut, menurutnya, seorang tenaga kesehatan bisa "terbang" ke puncak gunung dalam 90 detik.

Baca juga: Hasil Undian Liga Champions, Kapan Duel Ronaldo Vs Messi Digelar?

Hal ini tentu dapat menghemat waktu ketimbang berjalan kaki selama 30 menit menuju lokasi yang sama, menurut yang dilansir dari BBC pada Rabu (30/9/2020).

"Ada puluhan pasien setiap bulan di kawasan pegunungan ini. Kami bisa melihat kebutuhannya. Yang kami tidak tahu secara pasti adalah bagaimana alat ini bisa berfungsi dalam kenyataan," ujar Mawson.

Baca juga: Sebut Virus Corona Hoaks, Politikus Ini Meninggal karena Covid-19

"Nah, kami telah melihatnya dan, jujur, luar biasa," lanjutnya.

Ditambahkannya, uji coba tersebut menunjukkan potensi pemakaian perangkat jet untuk melakoni layanan kritis.

Pengetesan perangkat jet terlaksana setelah GNAAS dan Gravity Industries melakukan pembicaraan selama setahun.

Baca juga: Anjing Pendeteksi Virus Corona di Bandara Finlandia, Bagaimana Cara Kerjanya?

Adapun uji coba dilaksanakan oleh Richard Browning, pendiri Gravity Industries.

Menurutnya, perangkat jet tersebut punya 2 mesin mini pada masing-masing lengan, dan 1 mesin lainnya pada bagian punggung, sehingga tenaga kesehatan bisa mengendalikan pergerakan hanya dengan menggerakkan tangan.

"Keuntungan terbesarnya adalah kecepatan," kata Mawson.

Baca juga: Tak Percaya Trump, New York Akan Uji Sendiri Vaksin Corona

Jika ide ini berhasil, tenaga kesehatan akan dilengkapi alat medis, dengan obat pereda nyeri bagi pelancong yang mungkin mengalami patah tulang, serta alat pemacu jantung bagi mereka yang mungkin mengalami serangan jantung.

"Dengan jet pack, perjalanan menjangkau pasien yang tadinya memerlukan satu jam mungkin hanya memerlukan beberapa menit, dan itu bisa jadi pembeda antara hidup dan mati," ujar Mawson.

Baca juga: Di Luar Dugaan, Angka Kematian Akibat Covid-19 di Benua Afrika Lebih Rendah dari Lainnya

 


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X