Bocah "Pemulung" 5 Hari Tertimbun Longsoran Sampah Setinggi 30 Meter di India

Kompas.com - 01/10/2020, 22:19 WIB
Operator excavator bersama dengan Layanan Kebakaran & Darurat Ahmedabad dan personel Polisi Gujarat melakukan pekerjaan pencarian setelah Neha Vasava yang berusia 12 tahun terkubur di bawah tumpukan sampah pada 26 September, ketika dia mengumpulkan bahan-bahan yang dapat didaur ulang, di tempat pembuangan sampah Pirana di pinggiran kota. di Ahmedabad pada 29 September 2020. Tim penyelamat dengan panik mengais-ngais pada 28 September untuk mencari seorang gadis 12 tahun yang diyakini terkubur selama dua hari di bawah tumpukan sampah besar yang runtuh saat dia sedang bekerja memulung. SAM PANTHAKY / AFPOperator excavator bersama dengan Layanan Kebakaran & Darurat Ahmedabad dan personel Polisi Gujarat melakukan pekerjaan pencarian setelah Neha Vasava yang berusia 12 tahun terkubur di bawah tumpukan sampah pada 26 September, ketika dia mengumpulkan bahan-bahan yang dapat didaur ulang, di tempat pembuangan sampah Pirana di pinggiran kota. di Ahmedabad pada 29 September 2020. Tim penyelamat dengan panik mengais-ngais pada 28 September untuk mencari seorang gadis 12 tahun yang diyakini terkubur selama dua hari di bawah tumpukan sampah besar yang runtuh saat dia sedang bekerja memulung.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Tim penyelamat sedang melalukan pencarian seorang gadis berusia 12 tahun yang tertimbun longsoran sampah setinggi 100 kaki (30 meter) yang terjadi pada Sabtu (27/9/2020), di salah satu tempat pembuangan sampah terbesar di India.

Saat operasi pencarian hari ini memasuki hari kelima, harapan memudar dengan cepat untuk menemukannya gadis itu hidup-hidup.

Neha Vasava, menurut laporan yang dilansir dari Daily Mail pada Rabu (30/9/2020), berada di puncak gunung sampah setinggi 100 kaki di tempat pembuangan sampah terbesar di Ahmedabad.

Baca juga: Terjadi Lagi, dalam Seminggu 2 Gadis Kasta Rendah Tewas Diperkosa di India

Di tempat itu, ia dan keluarganya sedang berjuang keras mencari nafkah, ketika tiba-tiba tumpukan sampah itu longsor pada Sabtu malam waktu setempat.

Tim penyelamat telah memilah-milah berton-ton sampah busuk dan anjing liar juga dikerahkan untuk menemukan jejak anak itu di lahan sekitar 80 hektar.

Melansir Daily Mail, diperkirakan ada 4 juta orang India yang banyak dari mereka adalah anak-anak yang bekerja dalam kondisi kotor dan berbahaya sebagai " pemulung", memilah sampah logam dan bahan lain untuk dijual.

Baca juga: Gadis Kasta Dalit Tewas Diperkosa, Aktivis yang Berunjuk Rasa Ditangkap Aparat India

"Kemungkinan dia masih hidup bukan jadi prioritas, tapi kami akan melanjutkan pencarian sampai kami menemukannya," kata petugas pemadam kebakaran Naitik Bhatt, pada Rabu (30/9/2020).

Dia mengatakan 6 alat penggerak tanah telah dikerahkan dalam pencarian gila-gilaan, yang menjadi lebih sulit karena hujan.

"Beberapa jam setelah dia dikubur, ada hujan yang menyebabkan lebih banyak sampah jatuh dari atas," kata Bhatt kepada AFP.

Baca juga: Pembunuh 20 Orang di India Suap Polisi Rp 10 Miliar agar Dibebaskan

Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun, yang sedang mengais-ngais sampah bersama Vasava, diselamatkan tak lama setelah ambruk.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Daily Mail
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ilmuwan Temukan Jalur Lain yang Digunakan Virus Covid-19 untuk Masuki Sel Manusia

Ilmuwan Temukan Jalur Lain yang Digunakan Virus Covid-19 untuk Masuki Sel Manusia

Global
Paus Fransiskus secara Gamblang Dukung Serikat Sipil untuk Kaum Homoseksual

Paus Fransiskus secara Gamblang Dukung Serikat Sipil untuk Kaum Homoseksual

Global
Mesir Buka Restoran Wisata Pertama di Piramida Giza

Mesir Buka Restoran Wisata Pertama di Piramida Giza

Global
Usai Dicoret dari Daftar Hitam, Sudan Diharapkan Berdamai dengan Israel

Usai Dicoret dari Daftar Hitam, Sudan Diharapkan Berdamai dengan Israel

Global
Raja Belanda Minta Maaf Telah Berlibur di Tengah Aturan Lockdown Covid-19 di Negaranya

Raja Belanda Minta Maaf Telah Berlibur di Tengah Aturan Lockdown Covid-19 di Negaranya

Global
[POPULER GLOBAL] Temuan Terowongan Bawah Tanah Tembus Israel | 9 Anggota Keluarga Meninggal Setelah Makan Mie

[POPULER GLOBAL] Temuan Terowongan Bawah Tanah Tembus Israel | 9 Anggota Keluarga Meninggal Setelah Makan Mie

Global
Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Global
2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel

2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel

Global
Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Global
Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Global
9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

Global
Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Global
Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Global
Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Global
Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Global
komentar
Close Ads X