Akan Pulang ke Rusia, Alexei Navalny Ancam Putin

Kompas.com - 01/10/2020, 20:26 WIB
Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny saat berorasi menuntut pembebasan demonstran yang dipenjara, karena menuntut keadilan pemilu. Foto diambil pada 29 September 2019 di Moskwa, Rusia. REUTERS/SHAMIL ZHUMATOVPemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny saat berorasi menuntut pembebasan demonstran yang dipenjara, karena menuntut keadilan pemilu. Foto diambil pada 29 September 2019 di Moskwa, Rusia.

BERLIN, KOMPAS.com - Kritikus Kremlin Alexei Navalny berjanji segera pulang ke Rusia setelah pulih sepenuhnya dari keracunan, dan memberi ancaman ke Putin.

"Tidak pulang berarti Putin mencapai tujuannya. Dan tugas saya sekarang adalah bertahan jadi orang yang tidak takut," katanya kepada mingguan Der Spiegel di wawancara pertamanya usai siuman dari koma, yang diterbitkan Kamis (1/10/2020).

"Saya tidak akan membawakan Putin hadiah dengan tidak kembali ke Rusia," lanjutnya seraya menambahkan bahwa "tugasku adalah pulih secepat mungkin sehingga saya bisa pulang."

Baca juga: Keracunan Novichok, Alexei Navalny Tuduh Putin Dalangnya

Dalam wawancara yang berlangsung hampir 2 jam, pria 44 tahun itu memberikan rincian mencekam tentang bagaimana dia pingsan dalam penerbangan dari Tomsk ke Moskwa, setelah diracuni oleh racun saraf Novichok era Soviet, dalam temukan dokter-dokter di Barat.

Dia menjelaskan kepada awak kabin bahwa dia telah diracuni sebelum tumbang ke lantai.

"Lalu aku mendengar suara-suara yang semakin pelan, seorang wanita berteriak, 'Jangan pingsan!' Begitulah. Aku tahu aku sudah mati. Baru kemudian aku menyadari aku salah," tuturnya dikutip dari AFP.

Baca juga: Navalny: Ada Racun Novichok di Dalam dan Luar Tubuhku

Terlepas dari pengalamannya yang nyaris berujung maut, dia mengatakan akan melanjutkan aktivitasnya setelah pulang ke Rusia.

"Saya akan terus bepergian melintasi Rusia, tinggal di hotel dan minum air yang ada di kamar. Apa yang bisa saya lakukan sebaliknya? Orang tidak bisa berbuat banyak untuk melawan para pembunuh tak terlihat dari Putin."

Diberitakan AFP, untuk saat ini Navalny tinggal di Berlin bersama istri dan putranya, karena menjalani proses rehabilitasi yang panjang.

Baca juga: Mengaku Pencipta Racun Novichok, Ilmuwan Ini Minta Maaf ke Navalny

"Aku jalan-jalan pagi di taman, itu tugasku, lalu aku senam dengan dokter, lalu malam hari aku jalan lagi," terangnya.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mesir Buka Restoran Wisata Pertama di Piramida Giza

Mesir Buka Restoran Wisata Pertama di Piramida Giza

Global
Usai Dicoret dari Daftar Hitam, Sudan Diharapkan Berdamai dengan Israel

Usai Dicoret dari Daftar Hitam, Sudan Diharapkan Berdamai dengan Israel

Global
Raja Belanda Minta Maaf Telah Berlibur di Tengah Aturan Lockdown Covid-19 di Negaranya

Raja Belanda Minta Maaf Telah Berlibur di Tengah Aturan Lockdown Covid-19 di Negaranya

Global
[POPULER GLOBAL] Temuan Terowongan Bawah Tanah Tembus Israel | 9 Anggota Keluarga Meninggal Setelah Makan Mie

[POPULER GLOBAL] Temuan Terowongan Bawah Tanah Tembus Israel | 9 Anggota Keluarga Meninggal Setelah Makan Mie

Global
Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Global
2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel

2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel

Global
Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Global
Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Global
9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

Global
Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Global
Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Global
Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Global
Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Global
Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Global
Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Global
komentar
Close Ads X