Komentari Debat Capres AS, Biden: Trump Aib Nasional

Kompas.com - 01/10/2020, 15:06 WIB
Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, saat berpidato di Amtrak Johnstown Train Station, Rabu (20/9/2020). AP PHOTO/ANDREW HARNIKCalon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, saat berpidato di Amtrak Johnstown Train Station, Rabu (20/9/2020).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Calon presiden Amerika Serikat ( AS) Joe Biden mencap performa debat Donald Trump sebagai "aib nasional".

Biden beralasan, presiden tidak membahas kekhawatiran sehari-hari orang Amerika, dan tidak menyinggung kelompok supremasi kulit putih secara jelas.

"Mungkin saya tidak boleh mengatakan ini, tetapi presiden Amerika Serikat bersikap seperti yang dia lakukan - saya rasa itu aib nasional", kata Biden dikutip dari AFP Rabu (30/9/2020).

Baca juga: Trump Vs Joe Biden, Berikut Urutan Tahapan Pilpres di AS...

Ia mengucapkannya saat singgah di Alliance, Ohio, dalam bagian tur kereta api melintasi swing states Ohio dan Pennsylvania.

Trump dan Biden terlibat adu argumen yang sengit pada Selasa (29/9/2020) di Cleveland sata berhadapan di debat capres pertama.

Keduanya saling berbalas serangan verbal, tetapi Trump sangat sering memotong pembicaraan lawannya sampai Biden menyuruhnya "tutup mulut".

Baca juga: Lawan Trump di Pilpres AS 2020, Berikut Sepak Terjang Joe Biden

Dalam debat Trump enggan mengecam dan berkata tegas terhadap kelompok supremasi kulit putih atau Proud Boys, tapi justru membicarakan kelompok milisi dengan mengatakan mereka harus "mundur dan menyingkir", dan masalah sebenarnya adalah ekstremis "paling kiri".

Di Alliance, Biden menyerang pernyataan presiden ke-45 AS tersebut.

"Pesan saya kepada Proud Boys dan setiap kelompok supremasi kulit putih lainnya adalah: tahan dan berhentilah," kata Biden.

"Itu bukan kita. Ini bukan siapa kita sebagai orang Amerika."

Baca juga: Momen Menarik Trump dan Biden Bersilat Lidah dalam Debat Pertama Pilpres AS 2020

Biden yang merupakan wapres Barack Obama juga tampak bersemangat dengan mengkritik Trump, karena tidak menyinggung langsung penderitaan rakyat "Negeri Paman Sam" selama krisis Covid-19.

"Apakah presiden Anda tahu atau memahami apa yang Anda alami? Dan jika ya, apakah dia peduli pada Anda?" sindir Biden.

"Atau apakah dia mengabaikanmu, merendahkanmu, membohongimu?"

Performa debat Trump adalah "semua tentang dia," tambah Biden.

"Dia tidak pernah berbicara denganmu atau soal keprihatinanmu terhadap rakyat Amerika."

Baca juga: Debat Pilpres AS Panas dan Kacau! Trump Kerahkan Strategi Interupsi dan Bully untuk Cegat Biden


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Video Anjing Menangis Saat Mencari Sahabatnya yang Hilang Dicuri Orang

Viral Video Anjing Menangis Saat Mencari Sahabatnya yang Hilang Dicuri Orang

Global
Akhir Era Kanselir Jerman Angela Merkel Dimulai Saat CDU Memilih Pemimpin Partai Baru

Akhir Era Kanselir Jerman Angela Merkel Dimulai Saat CDU Memilih Pemimpin Partai Baru

Global
[Cerita Dunia] Sebelum Rentetan Kecelakaan Pesawat Terjadi, Ini Dia yang Pertama

[Cerita Dunia] Sebelum Rentetan Kecelakaan Pesawat Terjadi, Ini Dia yang Pertama

Global
Jajak Pendapat AS: Mayoritas Warga AS Tidak Ingin Trump Menjabat Lagi

Jajak Pendapat AS: Mayoritas Warga AS Tidak Ingin Trump Menjabat Lagi

Global
Berteman dengan China, Negara Kerajaan Ini Dapat 1 Juta Vaksin Sinovac Gratis

Berteman dengan China, Negara Kerajaan Ini Dapat 1 Juta Vaksin Sinovac Gratis

Global
Luo Lili, Sosialita yang Bunuh Diri Sambil Peluk Bayinya karena Depresi Hamil Tak Dinikahi

Luo Lili, Sosialita yang Bunuh Diri Sambil Peluk Bayinya karena Depresi Hamil Tak Dinikahi

Global
5 Racun Paling Mematikan di Dunia, Kena Sedikit Saja Langsung Tewas Seketika

5 Racun Paling Mematikan di Dunia, Kena Sedikit Saja Langsung Tewas Seketika

Global
Makin Kewalahan, Hampir 40 Persen Pasien Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit Brasil Meninggal Dunia

Makin Kewalahan, Hampir 40 Persen Pasien Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit Brasil Meninggal Dunia

Global
Pfizer Mengurangi Pengiriman Vaksin ke Eropa untuk Sementara Waktu

Pfizer Mengurangi Pengiriman Vaksin ke Eropa untuk Sementara Waktu

Global
Trump Akan Pindah ke Rumah Baru Tepat Saat Joe Biden Dilantik

Trump Akan Pindah ke Rumah Baru Tepat Saat Joe Biden Dilantik

Global
Pemerintah Trump Lanjutkan Eksekusi Mati Saat Sisa Jabatan Tinggal Hitungan Hari

Pemerintah Trump Lanjutkan Eksekusi Mati Saat Sisa Jabatan Tinggal Hitungan Hari

Global
Pemimpin Mayoritas Senat Minta Politisi Republik Pakai “Hati Nurani” Saat Putuskan Pemakzulan Trump

Pemimpin Mayoritas Senat Minta Politisi Republik Pakai “Hati Nurani” Saat Putuskan Pemakzulan Trump

Global
Kerusuhan Capitol Hill Dirancang Sejak Jauh-jauh Hari, Polisi Kecolongan

Kerusuhan Capitol Hill Dirancang Sejak Jauh-jauh Hari, Polisi Kecolongan

Global
Tolak Tes Covid-19, Pria Tua Ini Dilumpuhkan di Tanah oleh Para Petugas

Tolak Tes Covid-19, Pria Tua Ini Dilumpuhkan di Tanah oleh Para Petugas

Global
Wapres AS Mike Pence Dikabarkan Menghubungi Kamala Harris untuk Ucapkan Selamat

Wapres AS Mike Pence Dikabarkan Menghubungi Kamala Harris untuk Ucapkan Selamat

Global
komentar
Close Ads X