Pemimpin Hezbollah: Perancis Jangan Bertindak Layaknya Penguasa Lebanon

Kompas.com - 30/09/2020, 06:34 WIB
Pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah. ReutersPemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah.

BEIRUT, KOMPAS.com – Pemimpin Hezbollah, Sayyed Hassan Nasrallah, menyambut usaha Perancis untuk membantu Lebanon keluar dari krisis.

Namun demikian, dia mengatakan itu tidak berarti Presiden Perancis dapat bertindak layaknya penguasa Lebanon.

Melalui siaran televisi, Nasrallah mengatakan tetap siap berdialog di bawah peta jalan Perancis untuk menarik negara keluar dari krisis keuangan.

Di sisi lain, dia berseru untuk meninjau ulang apa yang dia sebut “perilaku menggurui" dari pihak Perancis sebagaimana dilansir dari Reuters, Selasa (29/9/2020).

Baca juga: Baru Ditunjuk Jadi PM Lebanon, Mustapha Adib Mengundurkan Diri, Ada Apa?

Sebelumnya, Macron menegur para pemimpin sektarian Lebanon karena gagal menyetujui pemerintahan yang baru sesegera mungkin.

Hal itu merupakan syarat pertama yang diajukan Perancis agar dana segar untuk Lebanon dapat segera dicairkan, sebuah dana yang sangat dibutuhkan Lebanon keluar dari krisis.

Macron bahkan menyatakan malu terhadap politikus Lebanon dan menganggap keputusan mereka sebagai pengkhianatan terhadap inisiatifnya.

Macron mengkritik dua partai utama Syiah di Lebanon, Hezbollah dan sekutunya Amal, yang menuntut penunjukan beberapa menteri, khususnya jabatan menteri keuangan.

Baca juga: Partai Kristen Lebanon Bentuk Kabinet Baru untuk Selesaikan Krisis Terburuk

“Siapa bilang itu pengkhianatan? Kami tidak berkomitmen untuk menyetujui (usulan pembaruan) pemerintah (dari Perancis) dalam wujud atau bentuk apa pun,” kata Nasrallah, Selasa.

“Kami menyambut Presiden (Perancis) Macron ketika dia mengunjungi Lebanon dan kami menyambut inisiatif Perancis, tetapi tidak untuk dia menjadi hakim, juri, algojo, dan penguasa Lebanon,” sambung Nasrallah.

Halaman:

Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Orang Tuanya Meninggal, 2 Anak Ini Terlantar 3 Hari di Rumah | Berkat Tombol 'Mute' Debat Trump-Biden Lebih Tertib

[POPULER GLOBAL] Orang Tuanya Meninggal, 2 Anak Ini Terlantar 3 Hari di Rumah | Berkat Tombol "Mute" Debat Trump-Biden Lebih Tertib

Global
7 Bulan Terisolasi di Panti Jompo, Nenek Ini Memohon dapat Bertemu Keluarga Sebelum Meninggal

7 Bulan Terisolasi di Panti Jompo, Nenek Ini Memohon dapat Bertemu Keluarga Sebelum Meninggal

Global
Balas Dendam Diceraikan Suami, Istri Tega Buang 2 Anaknya ke Sungai sampai Tewas

Balas Dendam Diceraikan Suami, Istri Tega Buang 2 Anaknya ke Sungai sampai Tewas

Global
Jusuf Kalla Bertemu Paus Fransiskus, Ini yang Dibahas Selama 70 Menit

Jusuf Kalla Bertemu Paus Fransiskus, Ini yang Dibahas Selama 70 Menit

Global
Ribuan Foto Wanita Bugil Hasil Editan Beredar di Internet, Pakaiannya Dihapus dengan AI

Ribuan Foto Wanita Bugil Hasil Editan Beredar di Internet, Pakaiannya Dihapus dengan AI

Global
Anak Ditinggal 3 Hari di Rumah Ternyata Orang Tuanya Meninggal

Anak Ditinggal 3 Hari di Rumah Ternyata Orang Tuanya Meninggal

Global
Menlu AS ke Jakarta, Pengamat: Untuk Dekati Indonesia Tangkal Pengaruh China

Menlu AS ke Jakarta, Pengamat: Untuk Dekati Indonesia Tangkal Pengaruh China

Global
Menikmati Kerja, 3 WNI di Australia Belum Pensiun di Usia 70 Tahun

Menikmati Kerja, 3 WNI di Australia Belum Pensiun di Usia 70 Tahun

Global
Saad Hariri jadi Perdana Menteri Lebanon Lagi untuk Bentuk Kabinet Reformasi

Saad Hariri jadi Perdana Menteri Lebanon Lagi untuk Bentuk Kabinet Reformasi

Global
Ucapan Paus Fransiskus Soal Ikatan Sipil Sesama Jenis Tuai Kontroversi Dunia

Ucapan Paus Fransiskus Soal Ikatan Sipil Sesama Jenis Tuai Kontroversi Dunia

Global
Putin: Korban Tewas Perang Azerbaijan-Armenia Hampir 5.000 Orang

Putin: Korban Tewas Perang Azerbaijan-Armenia Hampir 5.000 Orang

Global
Campuri Pilpres AS, Sejumlah Entitas Iran Kena Sanksi

Campuri Pilpres AS, Sejumlah Entitas Iran Kena Sanksi

Global
China Izinkan Lansia 70 Tahun ke Atas Ajukan Pembuatan SIM

China Izinkan Lansia 70 Tahun ke Atas Ajukan Pembuatan SIM

Global
Diguncang Kemelut Politik, PM Malaysia Akan Terapkan Darurat Nasional

Diguncang Kemelut Politik, PM Malaysia Akan Terapkan Darurat Nasional

Global
Menlu AS Mike Pompeo Akan Kunjungi Indonesia Pekan Depan

Menlu AS Mike Pompeo Akan Kunjungi Indonesia Pekan Depan

Global
komentar
Close Ads X